Kesusastraan Indonesia sudah lama berperan sebagai sarana bagi penyemaian semangat kebangsaan. Di zaman kolonial, karya sastra telah ikut memberi andil dalam melahirkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia yang akhirnya berhasil mengusir penjajah. Para founding fathers Republik Indonesia umumnya adalah intelektual pribumi yang memperoleh semangat anti penjajahan lewat beragam bacaan sastra. Para penentang gigih kolonialisme itu adalah pelahap teks-teks sastra yang kebanyakan berasal dari khazanah sastra Eropa. Sebagian bahkan juga menulis karya-karya sastra tempat mereka memijahkan dan menggelorakan semangat nasionalisme kaum sebangsanya guna membebaskan diri dari belenggu penjajahan.
Mei
13
Minang Saisuak #134 - Perkampungan Cina di Padangpanjang
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments
Mei
07
TRANSFORMASI FUNGSI DAN MAKNA HUTAN SIBERUT
Published By niadilova under Resensi Buku
Judul buku : Berebut Hutan Siberut: Orang Mentawai, Kekuasaan, dan Politik Ekologi
Penulis : Darmanto dan Abidah B. Setyowati
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia dan UNESCO
Cetakan : 1, Oktober 2012
Tebal : xxxvi + 458 halaman
Peresensi : Suryadi, Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, Belanda
No Comments
Mei
06
Minang Saisuak #133 - Mak Itam Minangkabau (ca. 1922)
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments
Apr
29
Minang Saisuak #132 - Sebuah Mesjid di Koto Gadang
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments
Apr
22
Minang Saisuak #131 - Sukarno Salat di Bumi Minang
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments
Apr
15
Minang Saisuak #130 - Kantor Baru De Javasche Bank di Padang
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments
Apr
01
REKONSTRUKSI MIGRASI ORANG MENTAWAI LEWAT TRADISI LISAN
Published By niadilova under Resensi Buku
Judul buku : Familiy Stories: Oral Tradition, Memories of the Past, and Contemporary Conflicts over Land in Mentawai - Indonesia
Penulis : Juniator Tulius
Penerbit : [Disertasi, Leiden University, Belanda]
Cetakan : 1, Desember 2012
Tebal : 313 halaman
ISBN : 978-94-6203-160-9
Peresensi : Suryadi [Leiden University Institute for Area Studies, Leiden, Belanda]
3 Comments
Mar
31
Minang Saisuak #129 - Bukittinggi di “Zaman Bemo” (1970-an)
Published By niadilova under Minang Saisuak
2 Comments
Mar
25
Minang Saisuak #128 - Dua Penghulu dari Tilatang dan Kamang
Published By niadilova under Minang Saisuak
No Comments






