Suryadi

  • Minang Saisuak /
    24 Dec 2015

    Minang Saisuak #244 - Pesta “mencukur anak” Hoofddjaksa Padang

    Pesta “mencukur anak” Hoofddjaksa Padang: Angkoe Pamoentjak Maharadja (1902)
  • Sejarah /
    24 Dec 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Almarhum Syekh Djamil Djambek

    Pada petang 30, malam 31 Desember 1947, berpindahlah ia dari dunia ini ke alam baka dalam usi 86 tahun, di Bukittinggi. Syekh Muhammad Djamil Djambek, nenek Guru-Guru, penyiar Islam yang giat, penyebar ilmu agama Islam, yang mempunyai daerah rantau yang luas, anggota Dewan Penasehat Agung Republik Indonesia. Pada masa remajanya, Teruna Djamil bukanlah pemuda yang tekun belajar. Ia seorang pemuda yang gemar bertualang, jadi tualang kelana yang melampau-lampau. Orang tuanya yang taat beragama bersilau-mata memandang tingkah laku anaknya itu. Sesudah ia akil-baligh, barulah ia mulai belajar membaca Quran di Pariaman dan di Padang Panjang.
  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #38 - Orang Komunis membuat senjata dalam hutan

          “A. I. D. dengar kabar seperti di bawah ini:       Pada soeatoe hari ada seorang Boemipoetera asal dari Padang si Boesoek minta beli batoe bara barang satoe ton dari tambang Ombilin. Ketika diterangkan kepadanja bahwa arang itoe sangat mahal harganja, ia tidak berkeberatan dan laloe diambilnja wang kertas dari sakoenja boeat bajar kontan. Djadi arang itoe dikirim kepada orang itoe dengan harga franco terima distation.       Setelah beberapa lamanja dari pada itoe orang itoe datang poela. ‘Arang itoe bagoes’, katanja, sekarang ia minta beli barang 3 atau 4 ton lagi. Hal itoe menimboelkan sjak dalam hati toean Van Wijngaarden. Orang itoe diadjaknja bertjakap-tjakap sambil menjoeroeh merapo[r]tkan h
  • Resensi Buku / Kajian Umum /
    24 Dec 2015

    Refleksi - Penyengat, perempuan, literasi

    Mungkin tak seluruh rahasia sebuah pulau kecil di zamrud khatulistiwa yang unik dan penting yang sudah berhasil diungkapkan orang. Pulau yang saya maksud adalah Penyengat. Di Pulau kecil ini pernah berdiri istana (pusat kekuasaan) sebuah kerajaan Melayu berdaulat di masa lampau, yang masih eksis sampai 1911, sebelum dihancurkan oleh orang putih: Kerajaan Riau-Lingga. Dari logika kemiliteran, Pulau Penyengat yang kecil itu sama sekali tidak menguntungkan sebagai basis pertahanan. Pulau yang hanya berjarak sepenghisapan rokok (15 menit berkayuh sampan) dari Tanjung Pinang, ibukota Pulau Bintan, di mana penj[el]ajah Belanda pernah mendudukkan ...
  • Paco-paco Minangkabau /
    16 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #37 - Santunan untuk keluarga Asisten Demang

    Santunan untuk keluarga Asisten Demang Sincincin yang dibunuh Kaum Komunis       “Sampai tanggal 11 Sept. j.l. hoofdbestuur perhimpoenan I.P.B. di Semarang telah menerima oeang derma sedjoemlah f 591,32, oentoek keloerga t. ass. Demang Sitjintjin (de Loc.).” (a).        “Menoeroet keterangan dari hoofdbestuur I.P.B. di Semarang oeang derma jang diterimanja oentoek “Baginda Oemar Alifonds” itoe ada sedjoemlah f 11.911,22. Jang f 10.000, akan diserahkan pada p.t. Resident Soematera Barat oentoek keloearga marhoem t. Baginda Oemar Ali (ass. Demang Sitjintjin) dan keloearga meréka jang mendjadi koerban perosoehan kominis didaérah terseboet. Sisanja akan diserahkan pada p.t. Resident Solo, oentoek keloearg
  • Minang Saisuak /
  • Paco-paco Minangkabau /
    10 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #36 Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang

    Paco-paco Minangkabau #36 - Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang Sincincin        “Berhoeboeng dengan perkara pemboenoehan ass. Demang Sitjintjin itoe, t. controleur Pariaman bersama dengan 12 orang agen polisi telah menangkap St. Maloet di Asam Poelau, daerah Andoering, bilangan ond[er]. Distr[rict] VII Koto. Waktoe polisi menjelidiki roemah[nja,] terdapatlah tanda-tanda jang berhoeboengan dengan propaganda kominis di Sitjintjin dan terdapat poela seboengkoes dinamit. Lain dari pada itoe polisi menangkap seorang poela bernama Mahjoedin, asal dari Sitjintjin. (J.B.).” (a)       “Padang, 10 Sept. (Aneta). Landraad Pariaman, jang menjelidiki perkara pemboenoehan t. ass. Demang Sitjintjin, sekojong-kojong meninggal doenia. Sepandjan
  • Minang Saisuak /
    10 Dec 2015

    Minang Saisuak #242 - Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau”

    Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau” di Fort van der Capellen (Butusangkar), c.1903
  • Renung /
    10 Dec 2015

    Renung #56 | Dekker, akhirat, koruptor

    Mungkin banyak orang mengira bahwa Barat tak begitu peduli pada kepercayaan tentang adanya hidup sesudah mati. Sejak munculnya Zaman Pencerahan,‘Tanah Dingin’ Eropa itu makin hari semakin dipenuhi oleh para ateis dan mereka yang cenderung bersicepat untuk menikmati hidup yang singkat di dunia ini. Filsafat hidup mereka didominasi oleh pandangan: selama nyawa masih di badan, bekerja keraslah dan nikmati hasil kerja keras Anda itu sebelum Anda mati menjadi tanah. Sebab setelah kematian, tak ada apa-apa lagi. Itulah prinsip hidup yang memunculkan filsafat eksistensialisme dan materialisme, yang di ujungnya melahirkan anak haram kap...
  • Sejarah /
    1 Dec 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer

    Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer, Marhum  [1859-1928] Orang Sumatera sampai ke Riau dan Lingga, Bangka dan Billiton [Belitung], terutama antara [di kalangan]  golongan guru-guru niscaya mengetahui belaka siapa engku Nawawi gelar Soetan Ma’moer yang kami lukiskan ini, dan apa pekerjaan beliau selama ini. Baru-baru ini pukul lima pagi hari Ahad 11 November yang lalu [1928], beliau telah meninggal dunia dalam usia hampir 70 tahun. Menurut kabar tak lama beliau sakit. Engku Nawawi, demikianlah nama yang biasa diberikan dalam pergaulan umum, dilahirkan dalam tahun 1859 di Padang Panjang (Sumatera Barat). Setel...

Author

Recent Post

Recent Comments