Suryadi

La Meme di Kota Padang

19 Jun 2009 - 21:42 WIB

new-rn-logoSalam rang lapau kasadonyo,

Menarik sekali tentang cerita Le Meme ini. Tapi harus ditulis lebih serius. Banyak hal seputar Le Meme yang belum terungkap dalam tulisan Sanak Bot. Misalnya mengapa ia sampai menulis surat terbuka kepada warga Perancis yang menuduhnya menggelapkan harta rampasan setelah menjarah kota Padang yang dimulai pada 7 Desember 1793.

Di dalam surat terbukanya kepada warga Perancis sang COSAIRE (kurang lebih artinya: bajak laut negara) ini mengaku tidak mendapat banyak harta ketika menjarah Padang. Malah ia menyalahkan anak buahnya yang dinilainya sudah bertindak di luar batas (sampaimerekamangali kuburan Cino di Gunuang Padang/Apen Berguntuak mancari ameh/harato urang Cino nan dibao ka kubua). Saya sudah membaca surat terbuka Le Meme itu, yang judulnya: ADRESSE DU CITOYEN LEMEME A SES CONCITOYEN, EN RESPONSE AUX BRUITS INJURIEUX, REPANDUS SUR SOM KOMTE DAN SA DERNIERE COURSE A PADANG, dengan kolofon:” Percetakan di lIsle de France, Erny Frres, 1794″ (Jadi tak lama setelah ia menyerang Padang pada bulan Desember 1793).

Kalauditerjemahkan jocaro bodoh ambo, kurang lebih surat itu berarti: “Pernyataan dari Tuan Lemme kepada Masyarakat [Perancis], sebagai jawaban terhadap fitnahan dan kabar angin keji terhadap dirinya berkaitan dengan serangan terakhirnya di Padang”.

Di bawah kutipan2isi surek Le Meme ko nan ambo terjemahkan:

“Sangat di luar dugaan saya bahwa suatu hari tindakan saya harus saya jelaskan di muka umum agar beberapa rekan yang mempercayai fitnahan tentang serangan saya tersebut akhirnya dapat memahami kenyataan.

Di luar dugaan saya bahwa orang yang pada awalnya menghormati saya, malah berusaha dengan dalil-dalil yang semu merusakkan reputasi saya, yang sebelumnya tidak bernoda. Saya dari dulu selalu jujur dan adil dalam tindakan saya terhadap awak kapal maupun tahanan saya. Telah terbukti bahwa saya tidak pernah serakah terhadap kedua golongan tersebut, maka reputasi saya, kiranya, masih utuh…….”

………………………………….

“Pada masa itulah mereka mulai sadar adanya saya, Lemme, yang mulai menjadi sosok di koloni. Pada masa itu pun saya memimpin serangan dengan kapal lHirondelle. Seumpamanya sifat saya memang tamak, dan hendak menyita harta untuk diri sendiri, tentu saja sifat itu akan mulai terlihat pada saat kapal Wilhiams de Furde ditangkap. Sang Kapten, pada saat menginventaris muatan kapalnya, memberitahukan adanya dua peti emas yang ternyata tidak tercantum di dalam daftar muatan maupun di dalam buku kapal. Peti itu disimpannya dalam kamarnya, di tempat mana hanya saya yang masuk, lantas kamar itu menjadi kamar saya sampai kami mendarat di Rodrigue. Pernyataan mengenai peti emas itu disampaikan kepada saya dalam bahasa Inggris. Kebetulan tidak ada satu pun dari awak kapal saya yang memahami bahasa Inggris, maka bila saya mau, mudah sekali bagi saya mengambil sebagian dari, malahan semua logam [mulia] itu, yang merupakan harta karun yang sangat luar biasa bagi saya. Namun saya tidak berkelakuan seperti itu, emas itu saya abaikan, lalu harta itu telah saya laporkan secara resmi dan terbuka…..”

…………………………………………………………………….

“Kapal saya dipersenjatakan di kota Bordeaux, lantas saya menyerang kota Padang tanggal 7 Desember 1793. Setelah saya berhasil menguasai koloni itu, saya mengunjungi dan memeriksa gudang Compeni. Untuk itu, saya menyuruh wakil-wakil dari setiap golongan awak kapal saya agar mendampingi saya, dan di depan mata mereka sebagai saksi, saya telah menginventaris gudang tersebut. Kekayaan yang tersimpan jauh di bawah harapan kami. Para penduduk setempat sudah dua bulan menunggu kedatangan kami, dan selama itu disikatlah oleh mereka barang-barang sebisanya, sehingga yang kami dapati cuma seperti berikut: 26 emas batangan dari berbagai ukuran, 3 peti perak, 200 tahil emas, 7 baril [tong kecil] uang receh dari perunggu, 207 paket berbagai barang, 1.110 kantong merica, 1.869 kantong beras, serta berbagai jenis barang yang lain yang bernilai rendah, seperti pompa, brangkar [semacam tandu; Suryadi], mata timbangan dari besi tuang, dll.

Awalnya saya mengira penduduk setempat cukup makmur, maka saya memaksakan uang pembebasan senilai 150.000 piastres. Mendengarkan perintah saya ini, mereka semua menyerahkan diri sebagai tahanan. Uang tebusan itu saya turunkan sepertiga, disertai ancaman baru dari saya untuk menakuti mereka. Saya sangat terharu melihat satu sekeluarga membungkuk di kaki saya, sambil mengeluh dan minta agar dibunuh saja karena mereka tidak mampu melunasi tebusan itu. Siapa yang bisa tahan dan tidak kasihan melihat kesengsaraan ini? (Tentu bukan awak kapal saya). Maka untuk ketiga kalinya nilai tebusan itu diturunkan menjadi 50.000 piastres, yang akan dipungut dari warga Belanda senilai 30.000 piastres dan 20.000 dari kaum Cina. Orang-orang miskin itu berusaha bersusah payah untuk memenuhi perintah saya, dengan cara apa saja. Ada yang membawa perhiasan mereka atau milik istri mereka, dan perhisan itu tidak begitu berharga. Adapun seorang perempuan yang memberi saya 5 piastres sambil berkata: Inilah semua simpanan saya, tadinya uang ini mau dibelanjakan beras, tetapi lebih baik saya mati kelaparan, dari pada melihat masyarakat saya berkorban karena keserakahan Anda.

………………………………………………………………………………………………………………

…………………………………………………………………………………………………………….

……………………dst dst..enz..ens…etc.etc….

Inggo iko dululah Sanak di lapau. Agak panjang surek Angku Le Meme ko. Nan jaleh gak ragu2 kito: apokoh inyo ko ‘ROBIN HOOD’ atau bajak lauik badarah dingin….. Ambo taruih bausaho mancari lukisan Le Meme ko, tapi sampai kini lun sobok lai. Rencana ambo mambuek artikel ciek mengenai baliau ko. Tapi mungkin baru 45 % tatulih di ateh karateh.Tanggapan PANGLIMA RAJA DI HILIR yang jadi penghulu kota Padang waktu Le Meme menyerang kota tu lah dapek dek ambo. Mungkin harus pai ka Perancis manyigo2, ma tau ado lukisan atau sketsa Le Meme ko taandok tasalek2.

Wassalam,

Catatan :

Tulisan ini menanggapi postingan Bot S Piliang dengan Judul yang sama di Mailing List Minang terbesar, R@ntauNet [http://groups.google.com/group/RantauNet]


TAGS  


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive