Suryadi

Kandang Rasul dan Bantuan Pasca Gempa Sumatra Barat

11 Aug 2010 - 21:07 WIB

Gempa Sumatra Barat tanggal 30 September 2009 telah menimbulkan berbagai persoalan dalam masyarakat, baik yang menyangkut fisik, seperti banyaknya rumah dan fasilitas publik yang rusak, juga yang menyangkut psiko-sosial masyarakat yang penanganannya jauh lebih kompleks.

Berbagai bantuan telah datang dari dalam dan luar negeri untuk membantu korban gempa Sumatra Barat, baik melalui institusi-institusi pemerintah maupun LSM-LSM. Banyak bantuan diarahkan untuk perbaikan fisik seperti renovasi rumah-rumah yang rusak. Namun, ada juga yang menggunakan momen bencana itu untuk melakukan misi-misi pengalihan akidah, seperti kasus khotbah misionaris dan pembagian Kitab Injil di desa Cumanak yang video rekaman amatirnya telah tersebar di internet.

Kandang Rasul

Sekarang di beberapa nagari di Sumatra Barat, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman, masyarakat diresahkan oleh kehadiran kelompok yang menyebut dirinya Kandang Rasul, yang tampaknya punya misi teologis tertentu tapi dikaitkan dengan iming-iming bantuan gempa. Pimpinan penggiat kelompok ini di Padang Pariaman bernama Drs. Yuridis asal Sungai Limau. Dalam dokumen pengangkatannya, tertanggal 8 Januari 2009, Yuridis mendapat nomor NIPRN: 1305141112670001 dan disebut sebagai Pelayan lingkari dunia dengan damai yang harus bekerja sesuai sumpah janjinya. Saksi Alam Leluhur dan Para Sufi Negara untuk Melaksanakan Kewajiban kepada Rakyat, Bangsa dan Negara Dunia.


Yuridis dan beberapa orang pembantunya sangat aktif mencari pengikut di desa-desa di Padang Pariaman. Seorang pengikut kelompok ini di tingkat desa disuruh mengumpulkan 20 orang anggota. Jadi, sistem perekrutannya dilakukan dengan cara beranting. Mereka yang sudah bersedia ikut diajak rapat secara periodik. Jika di satu desa mereka dilarang rapat, maka mereka pindah rapat ke desa lain. Untuk wilayah Kodya Pariaman, mereka sering mengadakan pertemuan kelompok di nagari Marabau, Pariaman Selatan. Para pengikut ajaran ini juga dimintai sumbangan untuk biaya administrasi dan aktivitas para penggiatnya.


Tampaknya kaum wanita lebih banyak tertarik ikut dalam kelompok ini. Mereka diiming-imingi bantuan ratusan juta rupiah untuk merenovasi rumah dan modal usaha. Disebutkan bahwa uang bantuan itu, yang jumlahnya milyaran rupiah, berasal dari uang peninggalan Presiden Sukarno yang disimpan di bank di Swiss.


Melihat redaksi dokumen-dokumen tertulisnya, ajaran ini sepertinya mengandung prinsip yang mirip dengan prinsip kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang pernah dikembangkan di Zaman Orde Baru. Intinya: semua agama benar. Namun, banyak unsur redaksional dokumen-dokumen tertulisnya yang cukup absurd untuk tidak mengatakan esoterik, misalnya ungkapan AMANAT AGUNG INTERNATIONAL ASSET: CDC INA NUSANTARA PERTIWI NEGARA DUNIA INDONATIONS WARIS TUNGGAL NEGARA SLAMET SSSSS RI.I.XXI/CENTURY GENERATIONS SURYANEGARA JATINEGARA NATANEGARA RAJA DIRAJA, yang dari segi semantik tidak jelas maksudnya.


Sebelum dikembangkan di Sumatra Barat, ajaran Kandang Rasul pernah dikembangkan di Kabupaten Lebak, Jawa Barat, sejak 2008. Namun Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat kemudian melarang ajaran ini dan mengeluarkan fatwa bahwa Kandang Rasul dinyatakan sebagai ajaran sesat karena mengakomodasi semua agama dan berbau penipuan karena adanya iming-iming bantuan jutaan rupiah dari uang warisan Presiden Sukarno yang sudah lama menjadi mitos itu. Ajaran ini dianggap dapat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kabupaten Lebak juga memberikan peringatan keras kepada para penggiat ajaran ini (lihat: NU Online, Selasa, 8 April 2008).


Tampaknya, setelah dinyatakan ilegal di Jawa Barat, para penggiat ajaran Kandang Rasul mencari tempat lain untuk menyebarkan ajaran mereka, dan Sumatra Barat yang masyarakatnya secara psikis baru terguncang akibat gempa menjadi salah satu pilihan mereka. Ternyata, masyarakat Padang Pariaman yang sedang mengalami chaos psikologis itu banyak yang tertarik mengikuti ajaran ini, dan ini tentu terkait dengan iming-iming bantuan ratusan juta rupiah yang dijanjikan oleh para penggiat ajaran ini.


Perlu Klarifikasi


Sebelum menimbulkan keresahan sosial yang lebih parah, sebaiknya otoritas keagamaan di Sumatra Barat, juga unsur-unsur adat, khususnya di Kabupaten Padang Pariaman, segera memberikan klarifikasi kepada masyarakat mengenai status ajaran Kandang Rasul ini. Seharusnya MUI Sumatra Barat segera menjelaskan kepada masyarakat mengenai status ajaran ini. Jangan sampai terulang kejadian di Kabupaten Lebak dimana justru masyarakat yang mendesak MUI untuk segera mengeluarkan fatwa mengenai ajaran ini (lihat: berita ANTARA, Selasa, 1 April 2008).


Di zaman demokrasi ini, publik dapat diberi kejelasan mengenai ajaran ini dengan, misalnya, mengajak penggiat ajaran ini berdialog dengan MUI dan unsur lembaga adat melalui media publik, misalnya TVRI Sumatra Barat. Mereka bisa pula menggunakan media cetak lokal untuk menjelaskan prinsip-prinsip ajaran ini dan tujuan-tujuannya di balik misi bantuan kemanusiaan pasca gempa Sumatra Barat. Dengan demikian dapat dihindari munculnya kesan ilegal dalam pandangan sebagian masyarakat kita terhadap kelompok Kandang Rasul ini.


Sejauh yang saya amati, ada dua potensi konflik yang terjadi di level akar rumput akibat aktifitas kelompok Kandang Rasul ini. Pertama, konflik dalam keluarga sendiri. Contoh kasus adalah keluarga Sadri di Koto Rajo Sunur yang mengikuti kelompok ini. Dalam KK asli keluarga Sadri (No. 1305030712090004) tercatat semua keluarganya beragama Islam. Namun dalam fotokopi KK keluarga Sadri yang berada dalam arsip Kandang Rasul tercatat salah seorang anak Sadri, Ryan Permana Koto, beragama Kristen. Tidak jelas mengapa catatan agama Ryan ini bisa berubah, dan muncul dugaan yang simpang siur di nagari Sunur mengenai tujuan pengubahan status keagamaan Ryan itu.


Kita tahu bahwa soal agama sangat sensitif dalam masyarakat kita di level akar rumput, khususnya lagi dalam masyarakat Minang. Akibatnya, nenek Ryan, Yuliar, marah-marah begitu mengetahui bahwa cucunya tercatat beragama Kristen dalam fotokopi KK Sadri yang berada dalam arsip Kandang Rasul. Dalam keluarga den indak ado nan baagamo Kristen doh, kata Yuliar (wawancara, Sunur, 25-7-2010). Aden indak rela cucu den jadi urang kapia doh. Duo kali dijajah Ulando jo Japang, indak ado urang Sunua ko nan maubah agamonyo doh tambahnya lagi. Sekarang hubungan Yuliar dengan anaknya, Sadri, menjadi tegang dan mereka sering cekcok. Fenomena ini potensial terjadi pada keluarga-keluarga lain yang anggota keluarganya ikut dalam kelompok Kandang Rasul ini.


Kedua, potensi konflik antara pengikut kelompok ini dengan para pemuka nagari setempat yang tidak setuju dengan ajaran ini dikembangkan di kampung mereka. Para pengikut ajaran ini cenderung tidak lagi mau mendengarkan perintah-perintah dan nasehat dari wali korong dan wali nagari mereka.


Semua pihak seharusnya berkomitmen: bahwa segala bantuan terhadap korban gempa Sumatra Barat sebaiknya betul-betul hanya didorong oleh misi kemanusiaan semata. Jika misi-misi ideologis, agamis dan politis tetap diboncengkan di balik bantuan-batuan itu, kasihan kita kepada masyarakat kita yang lugu dan sudah sengsara itu. Bukan kesejahteraan dan perbaikan kualitas hidup yang akan mereka nikmati, tapi anarkisme baru yang potensial akan muncul.


Suryadi, dosen dan peneliti pada Institute for Area Studies, School of Asian Studies, Leiden University, Belanda


Catatan: Artikel ini dimuat di harian Singgalang, Rabu, 11 Agustus 2010


TAGS  


Comment
  • Nan Tongga 2 years ago

    Assalamu’alaikum Wr.Wb…..
    Terima kasih pak Suryadi telah memberikan ibformasi yang sangat berharga bagi masyarakat pada khususnya di Pariaman dan sekitarnya (PARIS}…saya sendiri sangat prihatin dengan masyalah ini, kenapa pemerintahan daerah tidak mengambil tindakan…sampai sa’at ini rombongan atau anggota LEMAPORA itu masih mengadakan perkumpulan2 atau rapat…pada tgl 20/04/2015…mereka masih mangadakan rapat…

  • IDA AYUNING TYAS 3 years ago

    terima kasih mas johan atas tulisannya diatas yang isinya :
    LEMAPORA ini memang sindikat PENIPU, di Pasuruan salah salah petugas sudah di massa sama rakyat desa LEKOK, Pasuruan. bahkan sekarang ditahan oleh kepolisian, jahatnya LEMAPORA lempar tanggung jawab dan lepas tangan. Padahal rakyat lekok sudah banyak bayar iuran, konsultan harus bayar 800.000..tiap pengajuan proposal kena biaya 1.000.000,..bahkan baru saja si KOPLAK BERNARD datang hanya meminta anggota untuk bayar iuran 200.000, tiap anggota yg jumlahnya ratusan untuk mengurusi penukaran uang dari DOLLAR ke RUPIAH, .
    Bahkan mereka pindah tempat kontrak tanpa menyelesakan PEMBAYARAN SEWA RUMAH. Dasar orang jahat tukang tipu semua.

    Kasihan petugasnya yg di tahan polisi di suruh tanda tangan agar menanggung di PERSIDANGAN sebagai URUSAN PRIBADI.Padahal perbuatannya di landasi tugas dari LPFH Lemapora.Dan ini terjadi karena JANJI-JANJI pencaairan dana yg tak kunjung cair.
    Selama di PROBOLINGGO mereka lemapora sudah berpindah-pindah tempat sebanyak 5 kali.memang sudah jadi profesi untuk MENIPU MASYARAKAT. Dari uang iuran, petugas konsultan dan pengajuan proposal uang yg terkumpul lebih dari 1 milyar..lumayan daripada jadi pegawai negeridan pintarnya mereka yg setor uang tidak punya bukti selain MIMPI-MIMPI dapat pinjaman yg ratusan juta..

  • IDA AYUNING TYAS 3 years ago

    bapak suryadi
    soal LPFH sekarang mulai merambah ke daerah jawa timur tempat sekretaritannya di desa karanggeger kecamatan pajarakan kabupaten probolinggo, sudah banyak anggota yang urunan dengan alasan gotong royong untuk menyongsong pencairan dana, katanya tiap desa dapat bantuan minimal 100 Miyard dollar, bukan uang sukarno tapi uang nenek moyang dari kerajaan majapahit yang disimpan di bank swis, konon sudah 100 negara lebih mengembalikan sekarang sudah siap di bagikan kepada rakyat indonesia yang bergabung di LPFH, sedangkan para anggota dengan sebutan keluarga LPFH boleh memakai uang itu tanpa batas jumlah dan waktunya minimal paling cepat 25 tahun

  • Suryadi 3 years ago

    Salam Sdr. Johan,
    Saya juga menduga demikian. Sampai hari ini orang kampung saya yang sudah diiming2i duit ratusan juta oleh para campaigner lembaga ini tidak menerima apapun. Duit mereka sudah banyak keluar. Masyarakat kita banyak yang masih bodoh, gampang di-/tertipu.

  • Arif Budiman 3 years ago

    Hahaha…. miris lihat rakyat indonesia….

    * Banyak yang baru cuma bisa tulis baca udah ngaku2 pintar, merasa pintar, padahal lagi dibodohin sama orang yang nggak pintar.
    * Yang ngerasa udah pintar, jangankan di forum, di lapau sajo lai kanai ota, hahaha…
    * Karna di iming2 uang/ harta, hilanglah logika, sampai2 iman bisa tergadaikan…
    * Udah berapa banyak kasus janji-janji palsu, berkedok mlm lah, investasi emas lah, yang korbannya rugi ratusan juta rupiah, apakah itu tidak bisa jadi pelajaran? (Mungkin setelah jadi korban, baru sadar)
    * Buat ajo2 jo uniang2 (yang ngakunya beragama Islam), pernah nggak Allah dan Rasul menyuruh kita memperoleh rezki dari mengharapkan harta orang lain? Apalagi yang nggak jelas?!
    * Logika nya, kalau memang ada harta Sukarno, siapa yang paling bisa ngurus pengembaliannya dan yang paling duluan dapat bagian? Gak mungkin lah rakyat jelata yang mudah dibodohi!
    * Emas dipapua yang udah jelas2 ada, kita masih tidak bisa berbuat apa-apa buat diambil sama orang asing.
    * Target pedesaan, yah.. karna di pedesan lah rakyat yang banyak memenuhi kriteria diatas
    * At least; “payah mangecek wak jo urang dak makan bana”

  • johan 3 years ago

    LEMAPORA ini memang sindikat PENIPU, di Pasuruan salah salah petugas sudah di massa sama rakyat desa LEKOK, Pasuruan. bahkan sekarang ditahan oleh kepolisian, jahatnya LEMAPORA lempar tanggung jawab dan lepas tangan. Padahal rakyat lekok sudah banyak bayar iuran, konsultan harus bayar 800.000..tiap pengajuan proposal kena biaya 1.000.000,..bahkan baru saja si KOPLAK BERNARD datang hanya meminta anggota untuk bayar iuran 200.000, tiap anggota yg jumlahnya ratusan untuk mengurusi penukaran uang dari DOLLAR ke RUPIAH, .
    Bahkan mereka pindah tempat kontrak tanpa menyelesakan PEMBAYARAN SEWA RUMAH. Dasar orang jahat tukang tipu semua.

    Kasihan petugasnya yg di tahan polisi di suruh tanda tangan agar menanggung di PERSIDANGAN sebagai URUSAN PRIBADI.Padahal perbuatannya di landasi tugas dari LPFH Lemapora.Dan ini terjadi karena JANJI-JANJI pencaairan dana yg tak kunjung cair.
    Selama di PROBOLINGGO mereka lemapora sudah berpindah-pindah tempat sebanyak 5 kali.memang sudah jadi profesi untuk MENIPU MASYARAKAT. Dari uang iuran, petugas konsultan dan pengajuan proposal uang yg terkumpul lebih dari 1 milyar..lumayan daripada jadi pegawai negeri…dan pintarnya mereka yg setor uang tidak punya bukti selain MIMPI-MIMPI dapat pinjaman yg ratusan juta..

  • johan 3 years ago

    tukang tipu…

  • gus qubro717 3 years ago

    Benar atau tidaknya lembaga ini marilah kita berdo’a bersama moga Allah menunjukkan jalan kebenaran,kasihan rakyat miskin yg jadi kelinci percobaan…….Yaa Sayyidii Yaa Rosulallaah…….17

  • johan 3 years ago

    magnum
    saya harap anda benar, tetapi tipu2nya mulai kelihatan. Dan kalo terbukti nanti akan saya labrak mereka.

  • Magnum 3 years ago

    assalamualaikum

    untuk bapak johan kalau saya jelaskan disini akan sangat panjang bgt.baiknya bapak datang langsung ke tempat LPFH di daerah bapak..
    coba bapak dengarkan programnya dan pahami itu saja.
    kalau ini di katakan penipuan toh kita bersahabat dengan POLISI,TNI,dan DINAS KEPEMERINTAHAN mereka mendukung sekali dengan program kami..kami rangkul mereka,, lagi pula kami di lantik di tempat TNI.dan di saksikan oleh para TNI,POLISI,dan dari KEPEMERINTAHAN,,

    tidak ada unsur penipuan ini jelas programnya..

    (hormat saya anak JABAR,, salam untuk masyarakat di daerah bapak Johan terima kasih)

    wassalamualaikum

  • Magnum 3 years ago

    berkacalah dikau suryadi di cermin bukan di air comberan ,, namamu indah “Sinar Agama” tapi kelakuanmu kayak eeq aja.. sebelum kau mengkata-katai org urus dirimu sendiri,,
    konyol ini dosen ko bisa dia jadi dosen,,
    KEMUNDURAN PENDIDIKAN

    salam “Sinar Agama”

  • Magnum 3 years ago

    suryadi suryadi sono anda mendingan ngurus kebo aja lebih pantas buat anda,,
    sduh2 ini dosen panas mukanya kayaknya kebakar nutupin AIB sendiri…

  • Suryadi 3 years ago

    Semoga ada jawaban yang MASUK AKAL dari Mr. Magnum, Pak Johan. Kasihan orang2 desa dibujuk dan dikibulin terus oleh orang-orang yang tidak bermoral dan tidak punya belas kasihan.

    Salam,
    Suryadi

  • johan 3 years ago

    Magnum kalau begitu saya mau tanya sama saudara saja. Coba tunjukkan di daerah mana ada desa yang sukses dan sudah terima bantuan dari LEMAPORA..??
    2.Apa betul sukarno punya anak perempuan bernama DEWI MELATI PUTIH dari demak..?
    3.Gimana bisa ada lembaga yg mau ngucurkan bantuan milyaran tetapi untuk beli kertas dan makan saja harus diambil iuran dari anggota.?
    4.Apa mungkin SUPRIYADI pahlawan PETA masih hidup dan berusia 400 tahun..?
    5,Atau mungkin anda juga termasuk orang yang percaya kalau candi prambanan dibangun dalam satu malam..??

    LOGIKA BODOH SAJA YA PAK MAGNUM…
    Di tahun 1960 negara ini apa hidup dalam kemakmuran dg kekayaan yg berlimpah. Bandingkan saja kehidupan di indonesia dg amerika dan Eropa, bangsa ini sampai sekarang masih berkelut dg kemiskinan. Apalagi di tahun 1963,rakyat yang punya ontel saja masih jarang.Nah, apa begitu BODOHNYA Sukarno membiarkan rakyatnya hidup miskin sementara sukarno memberikan pinjaman terhadap Amerika..???
    Kalau saja Sukarno tahu punya harta sebesar itu, tentu Sukarno sudah berjuang mati2an untuk memperoleh kembali.
    atau mungkin disimpan untuk si anak haram Bernard Nobel.

  • Suryadi 3 years ago

    Salam Mas Johan,
    Saya tidak punya maklumat apapun tentang BUNDA DEWI dan BERNALD NOBEL itu. Sejauh yang saya amati, fenomena seperti itu bisa muncul di mana-mana di Idonesia: orang2 yg mengaku sebagai ‘messiah’ yang katanya datang menolong orang miskin. Ada yang mengaku sebagai Nabi baru, ada yang mengaku mendapat pesan dari Tuhan, dll.

    Wassalam,
    Suryadi

  • Suryadi 3 years ago

    Yth. Mas Magnum,
    Kapan saya jadi orang LFPH? Kapan saya menjadi organisator lembaga itu? Dan kapan pula saya jadi dissident di sana? Kapan saya minta jabatan tinggi di lembaga tersebut? Sejak 1998 saya sudah tidak berada di Pariaman, jauh di Negeri Atas Angin. Mas Magnum ngarang2 dan nganeh-nganehi ini (baca: pencemaran nama baik, he he).

    Sembah sujud,
    Suryadi

  • Magnum 3 years ago

    untuk Johan

    jika anda tidak tahu akan hal yang belum di mengerti tanyalah ke yang ngerti,,
    anda nanya sama dosen yang kagak ngerti jelas ngawur dia,,
    saya kasih tahu bapak johan,,
    suryadi itu tadi nya orang LFPH.. dia meminta jabatan yang agak tinggi,, mana mungkin orang yang tidak memahami akan program dikasih jabatan,, noh sekarang aja di mencari2 informasi yang kagak jelas menjelaskan dengan basic dia sebagai pers..
    kamu tahu orang pers? demi mencari rating dia akan menambahkan bahkan mengurangi informasi yang ada,,,
    IBARAT BAPAK JOHAN MAU BELI BAKSO DATANGNYA KE TUKANG SATE,, PASTI AKAN DI BERI SATE TIDAK MUNGKIN BAKSO..

    SURYADI SANG DOSEN YANG SO KRITIS.. ANDA ORANG TUA YANG TIDAK AMANAH

  • Magnum 3 years ago

    ini dosen baru bisa koar2 kalau ada temennya yah?
    dosen anak TK SURYADI?

  • johan 3 years ago

    Terima kasih tanggapan dari pak Suryadi.
    Ternyata sangat sulit untuk meyakinkan anggota yg sudah terbuai janji lemapora. Mungkin di benak mereka sudah tertanam harapan uang besar yg akan didapat.
    Di Probolinggo area operasi mereka melingkupi 4 kabupaten, yaitu Pasuruan, Lumajang dan Situbondo. Yang mengherankan mereka diberi bukti tentang keberadaan pahlawan PETA yang masih hidup dan berada di daerah Bondowoso. Lengkap sedang berfoto dengan bunda Dewi dg Supriadi yg bahkan dikabarkan sudah berusia 400tahun, dan juga sebagai pemegang kunci sandi harta Sukarno. Ajaibnya, semua anggota yakin akan cerita omong kosong tersebut.

    Pak Suryadi dan pembaca semua, yg menggelitik benak saya adalah BUNDA DEWI dan BERNALD NOBEL. Siapakah sesungguhnya mereka.???
    Bunda Dewi mengaku putri sukarno dari Demak, anak yg berasal dari ibu Mastiah.Dan lama hidup dg Ibu INGGIT istri sah sukarno. Nama lengkapnya bunda Dewi adalah DEWI MELATI PUTIH.
    Sedang Bernald sendiri juga putra sukarno, entah siapa ibunya..????
    Saya mohon kalau pak Suryadi dan teman2 punya informasi yg akurat tentang Bunda Dewi dan Bernald tolong dikabari..???
    Agar masyarakat sadar kalau dibodohi.
    trims pak Suryadi.

  • Suryadi 3 years ago

    Ha ha ha, terima kasih atas laporan pandangan mata dari Saudara Johan di Probolinggi. Mohon Saudara Johan (dan teman2 lain yang masih berpikir kritis)mengingatkan masyarakat, paling tidak anggota keluarga sendiri, agar tidak terjerat dalam praktek2 penipuan yang modus operandinya makin lama makin canggih dengan menggunakan berbagai macam cara. Para penipu tidak segan2 lagi menggunakan nama apa saja: nama pemimpin, nama nabi, bahkan juga berani saja bersumpah atas nama Tuhan.

  • johan 3 years ago

    Di Probolinggo, Jawa Timur, Lemapora lagi giat-giatnya
    cari anggota baru. Mereka menjanjikan pinjaman tanpa batas
    nilai. Katanya sih harta dari warisan raja nusantara. bahkan
    yang memberi arahan mengaku sebagai anak Bung Karno, namanya BUNDA DEWI. Dan satunya mr. Han,,entah dari mana misternya..??
    Yang heran, katanya mau nyebar uang,,tapi kontrakan tempatnya
    yg 6jt kok baru dibayar 1juta, bahkan perabot pinjam sana-sini..????

  • bujangbanten 3 years ago

    Saudara2ku se Indonesia,,
    Mari seksama kita baca dan kita kaji tujuan mulia Lemapora.
    Sampai saat ini sya ikut belajar bersama Lemapora bagaimana membangun bangsa dimulai dari kehidupan bermasyarakat.
    Bagi saya ini bagian dr proses Lemapora untuk mengenalkan konsep pembangunan Bangsa sesuai amanah UUD 1945 dan Pancasila dan amanah para pendiri Bangsa inii. Trimakasih

  • Magnum 3 years ago

    untuk es krim dodol..

    kicauanmu tak bermutu,,
    lebih mahal kicauan burung,,
    apa artinya sebuah buku apabila di letakan saja tidak dibaca dan di amalkan,,
    bikin kicauan yang agak bermutu sedikit,,

    terimakasih es krim dodol

  • Magnum 3 years ago

    terima kasih komentarnya kepada bapak2 semuanya,,

    mau bagaimanapun tanggapan anda2 semuanya tentang kami,, ini sudah tidak bisa di cegah lagi,, indonesia akan menjadi mascusuar dunia sampai tahun 2057,,
    agar tetap kuat sebuah bangsa,, maka projekna terlebih dahulu dari desa,, ibarat pohon,, pohon akan kuat apabila akarnya kuat..
    apakah anda termasuk orang peduli sama bangsa ini?
    apa yang akan anda wariskan untuk generasi selanjutnya?
    apa dengan zaman sekarang anda merasa palih wah sehingga anda tidak berpikir kedepannya?
    generasi selanjutnya akan menuntut warisan dari yang anda berikan bukannya air mata…
    anda berpikir kedepannya ? pasti anda akan peduli kepada bangsa ini..

    terimakasih masukannya pak dosen,,

    kita angkat derajat bangsa ini dengan seksama APABILA PAK DOSEN PEDULI

  • Suryadi 3 years ago

    Sanak Es Krim Magnum,
    Marilah kita doakan semoga Bapak Magnum berhasil membawa uang dan emas Sukarno yang berpedati2 itu ke Pariaman. Ngmong2 apa beliau ini saudara Sanak Es Krim magnum? he he.

    Wassalam,
    Suryadi

  • es krim magnum 3 years ago

    Sdr magnum ini memang hebat pastinya Ajo, ajo yg bergelut diperpustakaan Leiden tempat sembunyinya dokumen2 sejarah RI saja blm apa2 dibandingan sama dia, tapi sayang dia ngacanya cuman di saluran got, tidak baca dulu banyak komentar diatas.

    soal kekayaan cimeeh barangkali yg ajo kirim, bukankah di komen diatas sudah ada yg bahas juga? ini juga kan dokumen Hoax dan palasu.. hehheeee.

    >> ini kopasnya lagi. >> The Green Hilton Memorial Agreement di Geneva itu??
    nih coba peratiin beda dokumen palsu ini nih..
    https://twitter.com/bobsoef/status/368350333619040257/photo/1

    ato bisa baca2 lembaga yg disebut2 itu disini..
    http://en.m.wikipedia.org/wiki/Office_of_International_Treasury_Control
    atau
    http://www.phnompenhpost.com/national/police-raid-property-firm

    daan buanyak lagi kalo mau baca2 ato googling, kecuali sudah hakul yakin dan menutup dari kebenaran itu dengan maksud dan tujuan2 tertentu, entahlah..

    hehehee

  • Suryadi 3 years ago

    Assalamualaikum,Pak Magnum,

    Maaf, saya memang daif dan bodoh dalam ilmu. Saya akui ilmu Bapak Magnum memang tinggi sekali. Bapak pasti tahu dimana letak harta karun Sukarno itu sekarang (lihat: http://www.keajaibandunia.net/2158/the-green-hilton-memorial-agreement-inilah-perjanjian-yang-menggemparkan-dunia.html). Dan saya [tidak] yakin sebentar lagi Bapak Magnum pasti akan berhasil membawa harta karun Sukarno itu ke Indonesia dan membagi-bagikannya [atau menyimpan sendiri?] kepada para ‘korban’ Lemapora, yang sudah haus menunggu realisasi janji-janji yang disampaikan kepada mereka. Terima kasih atas komentar, tambahan info, dan masukan2 yang sangat ‘berharga’dari Bapak Magnum. Hanya ada satu catatan kecil dari saya untuk Bapak Magnum: dalam hidup ini lebih baik dipakai ilmu padi: makin berisi makin runduk.

    Wassalam,
    Suryadi

  • Magnum 3 years ago

    aduh pak dosen kenapa tidak di komentar atau malu,, haha
    gelar ataupun jenjang pendidikan bukanlah kepastian seseorang bisa memahami sebuah program,,
    saya cuman lulusan SMA dan baru berumur 23 tahun,, anda penasaran silahkan bisa hubungi saya,,, jangan malu mencari sebuah jawaban yg masih anda ingin ketahui,,
    terima kasih sebelum dan sesudahnya…

  • Magnum 3 years ago

    Pak suryadi atas dasar apa bapak menghujat sebuah lembaga yang jelas2 bapak tidak memahami Visi Misi nya,,
    bapak cuman memandang dari satu sisi saja,, toh kita punya “PANCASILA DAN UUD 45″ semboyan “BHINEKA TUNGGAL IKA” percuma kalau tidak di pakai,,

    Anda adalah orang yang kecewa kenapa?
    karena anda meminta sebuah jabatan tapi tidak di kasih,, jelas disana masalah anda,, mana bisa orang yang tidak memahami sebuah program meminta jabatan yang tinggi,, non sense…

    Bicara tentang harta Soekarno?
    Soekarno adalah orang yang pintar itu adalah harta beliau..
    yang di wariskan kepada kita..
    anda lupa bagaimana negara kita bersatu? awal nya dari berbagai kerajaan… itu lah harta sebenarnya indonesia dengan beragam kebudayaan, adat, bahasa, agama..
    sekali lagi anda cuman memandang dari satu sisi saja..
    dan SAYA TAHU ANDA..
    terima kasih sebelum dan sesudahnya..

  • Suryadi 3 years ago

    Salam Saudara Ali,
    Menarik juga catatan2 dari Ali di atas. Mungkin ada baiknya jika Ali menuliskan kesan2 Ali selama penyamaran menjadi anggota LEMAPORA itu. Jadi, orang lain dapat pula mengambil hikmah dan kesimpulan mengenai gerakan organisasi ini. Menurut saya, mereka hanya mengiming2i orang2 kampung yang lugu. Sampai sekarang banyak orang kampung saya di Sunur sudah dikibuli oleh orang2 LEMAPORA ini.

  • ali 3 years ago

    assalamualaikum jo suryadi
    ambo tdi dari pertemuan lemapora ternyta bnyak bana kejanggalan nan basobok di awak

    dana asal e je dak jaleh doh….
    masa yo dri peninggalan sukarno, dak mungkin
    si bernard ko mengaku anak dari sahabat soekarno nan banamo suryadiningrat,,

  • ali 3 years ago

    sapanjang ambo baco artikel nan dimuat lemapora, nampak sangat manonjolnyo angko 7.

    cubo baco ko dan pahami…..
    sia bana dibalik layar lemapora ko.

    Angka 7 dalam Agama Kristen dan Yahudi

    Agama Kristen dan Yahudi memiliki historisitas yang serupa. Karena itu ihwal keistimewaan Angka 7 pun sudah menyejarah dalam rentang waktu yang panjang dan mempengaruhi peradaban di kawasan tempat berkembangnya kedua agama itu.

    Angka 7 sangat menonjol dalam kitab kedua agama ini. Baik itu yang tertuang dalam Perjanjian Lama (di sini termasuk Zabur dan Taurat) maupun Perjanjian Baru.

    Pendeta Pelita H. Surbakti, S.T., M. Th. mengungkapkan, dalam salah satu kitab Perjanjian Lama, yaitu Wahyu, angka 7 (tujuh/epta) muncul secara sangat menonjol sebanyak 54 kali. Jumlah tersebut belum termasuk yang muncul secara implisit, misalnya: “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (5:12), “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” (7:12). Selain itu dalam kitab ini juga muncul kata berbahagia (Maka,rioj/Makarioi) sebanyak 7 kali: 1:3; 14:13; 16:15; 19:9; 20:6; 22:7; 22:14.

    Angka 7 memiliki pengertian tersendiri. Dalam Yehezkiel 25-32, angka ini juga muncul untuk menyebut 7 bangsa. Bagi orang-orang Yahudi, angka ini memiliki makna yang terkait dengan kesempurnaan, keutuhan, totalitas, dll. Dengan makna tersebut, maka angka 7 sering dikaitkan dengan kuasa spiritual Allah atau karya-Nya. Nampaklah betapa kuatnya aura angka 7 sebagai simbol alam rohanidan spiritualitas. Angka 7 begitu signifikan dalam kitab agama Kristen dan Yahudi.

    Ketika tiga pasal dalam kitab itu muncul, ternyata ditujukan kepada 7 jemaat di Propinsi Asia: 1. Efesus; 2. Smirna; 3. Pergamus; 4.Tiatira; 5.Sardis; 6. Filadelpfia dan 7. Laodikia.

    Pendeta Pelita Surbakti dalam tulisannya mempertanyakan, apakah kitab ini hanya ditujukan kepada jemaat-jemaat di kota-kota tersebut di atas? Apakah ada penafsiran lain mengingat kota-kota tersebut berjumlah 7 buah?

    Dalam penjelasan tentang angak 7 di atas, tampaklah bahwa angka 7 merujuk kepada sebuah arti kesempurnaan atau keutuhan. Beranjak dari makna angka 7 tersebut, sebagian besar ahli menyimpulkan bahwa penerima kitab ini adalah keseluruhan gereja di segala tempat dan segala abad. Salah satu ayat yang sering dijadikan acuan untuk kesimpulan ini adalah 1:19 Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.

    Masih merujuk pendapat Pendeta Pelita Surbakti, kitab ini merupakan kombinasi antara tuntutan spiritual dan tuntutan etik. Secara spiritual mereka diminta untuk tetap setia dalam situasi yang sangat sulit sekalipun. Pada saat yang sama, secara etik, mereka juga diminta untuk waspada terhadap kekuatan dan keinginan jahat yang terus menerus mendesak mereka kepada kehidupan moral yang tidak disukai Allah. Tuntutan ini menjadi sangat beralasan sebab Allah yang mereka percayai adalah Allah yang kekal, Allah yang menjadi hakim pada hari penghakiman.

    Pembacaan dengan teliti ayat-ayat: 1:7; 6:16-17 (7:16-17); 11:15-18; 14:14-20; 16:20-21; 19:11 dab. (20-21); 20:11 dab.) menegaskan adanya gagasan tentang hari penghakiman. Jika menghitung kelompok ayat-ayat di atas, maka jumlahnya ada 7 buah. Berdasarkan ke-7 kelompok ayat tersebut, para ahli umumnya sepakat untuk membagi kitab Wahyu menjadi 7 bagian.

    Dengan keunikan angka 7, akhirnya banyak ahli berpendapat bahwa pembagian kitab ini menjadi 7 bagian menjadi satu hal yang sangat masuk akal. Pembagian tersebut mengisyaratkan suatu kesempurnaan dari yang Maha Sempurna.

    Ke-7 pembagian tersebut mewakili sebuah peristiwa yang berbeda satu dengan yang lainnya. Begitulah formasi angka 7 digunakan dalam pembagian lengkapnya sbb:

    1. Kristus di tengah-tengah kaki dian dari emas (1-3)
    2. Gulungan kitab dengan tujuh meterai (4-7)
    3. Tujuh sangkakala penghukuman (8-11)
    4. Perempuan dan Anak laki-laki dianiaya oleh naga dan para pembantunya (binatang dan pelacur) (12-14)
    5. Tujuh cawan murka (15-16)
    6. Jatuhnya pelacur besar dan kedua binatang (17-19)
    7. Penghukuman atas naga (iblis) yang diikuti oleh penciptaan langit baru dan bumi yang baru (20-22)

  • ali 3 years ago

    klo ado berita baru bko ambo infoan baliak.

    ambo ali dari ulakan tapakis tepanyo urang kasai.
    ambo junior di lemapora
    dan ambo baniat jadi mato2 disinan

  • ali 3 years ago

    tgl 14 april 2014 lemapora mengadakan pertemuan di sungai limau.

  • Suryadi 3 years ago

    Terima kasih, Mas.

    Suryadi

  • dçaprio 3 years ago

    atau juga jangan lupa baca2 ini om..
    http://xfile-enigma.blogspot.com/2013/10/perjanjian-green-hilton-memorial.html

    sini juga di bahas gambar dr dokumen itu. macam lambang, tanda tangan dll

  • dçaprio 3 years ago

    Aduh Oom Yoss…. yoss…
    ari gini masih aja percaya sama berita “”Hoax macem The Green Hilton Memorial Agreement di Geneva itu??
    nih coba peratiin beda dokumen palsu ini nih..
    https://twitter.com/bobsoef/status/368350333619040257/photo/1

    ato bisa baca2 lembaga yg disebut2 itu disini..
    http://en.m.wikipedia.org/wiki/Office_of_International_Treasury_Control
    atau
    http://www.phnompenhpost.com/national/police-raid-property-firm

    daan buanyak lagi kalo mau baca2 ato googling, kecuali sudah hakul yakin dan menutup dari kebenaran itu dengan maksud dan tujuan2 tertentu, entahlah..

    hehehee

  • yos 3 years ago

    UNTUK ACUAN BAGI YANG MENANYAKAN ASSET NKRI DI SWISS

    The Green Hilton Memorial Agreement di Geneva pada 14 November 1963
    inilah perjanjian yang kemudian dikenal sebagai salah satu harta Amanah Rakyat dan Bangsa Indonesia. perjanjian yang oleh masyarakat dunia sebagai Harta Abadi Ummat Manusia.
    The Green Hilton Memorial Agreement Geneva. Akta termahal di dunia ini di tanda tangani oleh John F Kennedy selaku Presiden AS, Ir Soekarno selaku Presiden RI dan William Vouker yang mewakili Swiss. Perjanjian segitiga ini dilakukan di Hotel Hilton Geneva pada 14 November 1963 sebagai kelanjutan dari MOU yang dilakukan tahun 1961.
    Intinya adalah, Pemerintahan AS mengakui keberadaan emas batangan senilai tak kurang dari 57 ribu ton yang terdiri dari 17 paket emas dan pihak Indonesia menerima batangan emas itu menjadi kolateral bagi dunia keuangan AS yang operasionalisasinya dilakukan oleh Pemerintahan Swiss melalui United Bank of Switzerland (UBS). Kesepakatan ini berlaku dua tahun kemudian yaitu 14 November 1965.
    Pada dokumen disebutkan, atas penggunaan kolateral tersebut AS harus membayar fee sebesar 2,5% setahun kepada Indonesia. karna ketakutan yang akan muncul pemimpinan korup di Indonesia, maka pembayaran fee tersebut tidak bersifat terbuka. Artinya hak kewenangan pencairan fee tersebut tidak berada pada Presiden RI siapapun, tetapi ada pada sistem perbankkan yang sudah dibuat sedemikian rupa oleh “M1″, sehingga pencairannya bukan hal mudah, termasuk bagi Presiden AS sendiri.
    Account khusus ini dibuat untuk menampung aset tersebut yang hingga kini tidak ada yang tau keberadaannya kecuali John F Kennedy dan Soekarno sendiri. sebelum Soekarno mangkat, ia sempat memberikan mandat pencairannya kepada M1 atau MONETERY ONE beliau adalah PENDIRI LEMAPORA . ada tanda-tanda khusus berupa dokumen penting yang di simpan M1 hingga kini.
    harta ini sudah pernah mau dicairkan oleh petinggi-petinggi negara pada 1986-1987 tapi gagal, lalu ada percobaan lagi awal 2000, juga gagal. Kini, ketika krisis menerpa AS dan hampir membunuh sebagian besar rakyat AS, pemerintah Obama mencoba meyakinkan dunia bahwa AS berhak mencairkan harta ini. Atas dasar untuk kepentingan ummat manusia.

    Menurut sebuah sumber di Vatikan, ketika Presiden AS menyampaikan niat tersebut kepada Vatikan, PAUS sempat bertanya APAKAH INDONESIA SUDAH MENYETUJUINYA. Kabarnya, AS hanya memanfaatkan fakta MOU antara negara G-20 di Inggris dimana Presiden Indonesia SBY ikut menandatangani suatu kesepakatan untuk memberikan otoritas kepada keuangan dunia IMF dan World Bank untuk mencari sumber pendanaan alternatif. Konon kabarnya, bantuan IMF sebesar USD 2,7 milyar dalam fasilitas SDR (Special Drawing Rights) kepada Indonesia pertengahan tahun lalu merupakan realisasi dari kesepakatan ini, sehingga ada isyu yang berkembang bahwa bantuan tersebut tidak perlu dikembalikan.
    Oleh Bank Indonesia memang bantuan IMF sebesar itu dipergunakan untuk memperkuat cadangan devisa negara.
    betapa bodohnya Pemerintahan kita dalam masalah ini. betapa tak berdayanya bangsa ini, hanya kebagian USD 2,7 milyar. Padahal harta tersebut berharga ribuan trilyun dollar AS. Aset itu bukan aset gratis peninggalan sejarah, aset tersebut merupakan hasil kerja keras nenek moyang kita di era masa keemasan kerajaan di Indonesia. Sebab dulu, beli beras saja pakai balokan emas sebagai alat pembayarannya. Bahkan kerajaan China membeli rempah-rempah ke Indonesia menggunakan balokan emas.
    Lalu bagaimana nasib tersebut, kita sebagai bangsa yang besar masih perlu mengkaji lebih lanjut. Pemerintah bersama LEMAPORA perlu bekerja sama untuk mengambil dan mempergunakan harta yang disepakati dalam The Green Hilton Memorial Agreement ini. Karena ini sudah menjadi fakta sejarah yang tidak bisa dilewatkan begitu saja. Sebab harta ini milik rakyat dan bangsa Indonesia. Bukan milik pribadi Bung Karno.

    Bpk. SURYADI yg terhormat.
    Fakta di atas merupakan sebagian kecil dari total asset yg dimiliki bangsa indonesia. Jika anda berani, ini baru cuma dari The Green Hilton Memorial Agreement,belum lagi ASSET dari Hyunan Agreement.
    silahkan berkunjung ke United Bank of Switzerland (UBS) dan tanyakan tentang ke absahan fakta tersebut. Sekalian tanyakan siapa M1 dan apa peranan beliau dari semua total asset NKRI.

    WASSALAM…

  • bunga desa 3 years ago

    akhirnya saya temukan artikel ini
    bahaya kandang rosul sdh datang di desa saya
    saya hrs segera memberikan penjelasan kpd warga

    kasihan mereka begitu tergiur dengan iming2 pencairan harta karun soekarno.

    trims pak suryadiatas infonya

  • Putra Romo 3 years ago

    Untuk semua pihak yang merasa \bingung dan tidak percaya\ dengan adanya harta amanah yang akan dicairkan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur, ditunggu saja sebentar lagi akan segera dirilis dan dideklarasikan, sehingga program-program yang dicanangkan akan segera terwujud. Perlu digarisbawahi, ada beberapa hal yang kadang ‘lupa’ tidak menjadi bahan pertimbangan:
    1. Untuk mencairkan dan merealisasikan dana begitu banyak, dihitung saja sendiri, berapa tingkat proses yang harus dijalankan, dan berapa banyak birokrasi yang harus dilalui?
    2. Untuk merealisasikan penggunaan dana tepat sasaran, berapa waktu yang dibutuhkan untuk merencanakan program-2 pro rakyat dengan asumsi ‘tidak bocor’ oleh pihak mana pun.
    3. Untuk mempersiapkan wadah yang bisa merelaliasikan semua program, perlu didirikan lembaga-2/ yayasan-2 yang nantinya ketika sudah \Blummm\ akan siap dengan segala program dan kepengurusannya
    4. Untuk (mungkin bila ada) dana/ iuran yang diambil dari anggota, bukankah wajar, sebab ‘dana’ yang ada belum cair. Nah, untuk dana rintisan adlah dari anggota yang toh nantinya akan dikembalikan utuh.
    Semoga segenap lapisan masyarakan nantinya akan menjadi saksi hidup realisasi program-2 untuk memakmurkan Indonesia.
    Tuhan bersama orang-orang baik dan yang memiliki i’tikad baik,
    Salam

  • Putra Romo 3 years ago

    Untuk semua pihak yang merasa “bingung dan tidak percaya” dengan adanya harta amanah yang akan dicairkan untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur, ditunggu saja sebentar lagi akan segera dirilis dan dideklarasikan, sehingga program-program yang dicanangkan akan segera terwujud. Perlu digarisbawahi, ada beberapa hal yang kadang ‘lupa’ tidak menjadi bahan pertimbangan:
    1. Untuk mencairkan dan merealisasikan dana begitu banyak, dihitung saja sendiri, berapa tingkat proses yang harus dijalankan, dan berapa banyak birokrasi yang harus dilalui?
    2. Untuk merealisasikan penggunaan dana tepat sasaran, berapa waktu yang dibutuhkan untuk merencanakan program-2 pro rakyat dengan asumsi ‘tidak bocor’ oleh pihak mana pun.
    3. Untuk mempersiapkan wadah yang bisa merelaliasikan semua program, perlu didirikan lembaga-2/ yayasan-2 yang nantinya ketika sudah “Blummm” akan siap dengan segala program dan kepengurusannya
    4. Untuk (mungkin bila ada) dana/ iuran yang diambil dari anggota, bukankah wajar, sebab ‘dana’ yang ada belum cair. Nah, untuk dana rintisan adlah dari anggota yang toh nantinya akan dikembalikan utuh.
    Semoga segenap lapisan masyarakan nantinya akan menjadi saksi hidup realisasi program-2 untuk memakmurkan Indonesia.
    Tuhan bersama orang-orang baik dan yang memiliki i’tikad baik,
    Salam

  • Suryadi 4 years ago

    Salam Sanak Riki,
    He he he…..iya, sudah hampir berdaun pula antan, sudah hampir berurat pula lesung, mana hasil gerakan Lemapora ini? Masyarakat kampung saya sudah frustrasi menunggu janji2nya, ada yg sudah senewen dan sakit jiwa. Ayo, para penggerak Lemapora, tolong berikan penjelasan Anda.

  • riki 4 years ago

    sdh 2013 sekarang, apa yang akan di katakan orang2 nya lemapora ini,,,ndak ado bukti nya ciek alahe,,,,,,,

  • Rj Indo 4 years ago

    Kandang Rasul ? Rasulnyo jaleh Rasul Paulus yg mengecekan Jesus disalib.Padahal inyo mangecek an dgn kabohongannyo ! Mangko nyo jaan picayo lai salain dari 25 Rasul yg diutus Allah SWT,mulai dari Adam as.sampai ka Muhammad SAW. Hati2,urang2ko lah panik,sajak zaman Ulando sampai kini payah bana manyuruah urang awak ko untuk masuak ka klompok salib ko,mungkin manangih darah aia matonyo tu.Lah dinikahi padusi awak dek urangko,indo jo barasil,panik,yo bana panik. Oh ya, Jo Suryadi tolong bantu ambo,kok lai buliah tantang BNKP di Batang Anai tu,baa sajarah badirinyo gareja tu ? Dulu thun 1995 di Suara Pembaruan,katanyo lah baumua 100 tahun,apa iyo tuh ? Tarimo kasih banyak Ajo Suryadi.

  • awam 4 years ago

    benar atau tidaknya kita lihat saja nanti. Jangan terlalu depan mengatakan bahwa lemapora itu penipu.

  • rohul 4 years ago

    saya tahu tentang LPFH INI baru sekitar 2 minggu lalu.. di kenalkan teman saya.. dalam logika saya emg gak masuk akal… tp herannya teman saya ini seorang ustadz (kok percaya ?)
    kalo yg saya tahu juga… akan mencairkan dana dari BI yg bersumber dari uang kerajaan2 jaman dulu,.. (apakah ada ???)
    makanya saya mencari2 webside.. akhirnya ketemu sdr suryadi… trims.. penjelasannya..

  • balabo 4 years ago

    saya melihat masalah ini, jelas tidak masuk akal, masalah dana yang mau di kucurkan ke desa desa seperti yang ada pada coment2 datas saya berfikir ini dananya dari mana. kalau dananya dari sukarno tentu dananya atau harta mendiang president tersebut tentulah anaknya yang berhak mengambil jelas tidak lah mungkin dana tersebut bisa orang lain untuk mengambil apalagi mengunakan, tanpa konfirmasi dari anaknya. bukankah setiap orang yg meninggal baik uang harta dan piutang, anaknya lah yang akan bertanggung jawab yang akan memyelesaikan di kemudian hari. dan kalau dana nya dari bank dunia. ini jelas tidak mungkin akan mempercayai LSM yang akan mengelola dana sebesar itu, tanpa berkordinasi dengan departement, yang ada di pemerintahan. biasanya kalau program desa seperti diatas harus lah bersenergi dengan departement pembangunan desa tertinggal. banyak hal hal yang ngak masuk diakal yang saya lihat. contoh nya masalah uang sukarno. ini kan isu clasik lagu lama yang digunakan orang bodoh untuk memperdayai yang bodoh yang ingin kaya secara instan. sampai sekarang kita tidak pernah bisa membuktikan sukarno banyak meninggal kan uang maupun emas buktinya sukarno minta uang dari orang aceh untuk beli pesawat seulawah ini semua berita fiktif yang di luncurkan waktu pemilu ketika megawati mencalonkan jadi president kalau ngak salah. gunakanlah akal yang di beri oleh allah kepada kita. ini baru menurut pandangan umum belum lagi menurut pandangan agama seperti yang di paparkan oleh saudara fatih belum menurut adat,hukum dan struktur ke organisasian banyak segi pandang yang bisa di gunakan untuk mengkaji kelayakan program LEMAMORA tersebut. jangan mengharapkan kepada yang tidak jelas lebih baik cangkul tanah tanam jagung jelas hasilnya. MANJADA WADJADA ini jelas siapa yang bersungguh akan berhasil makanya jangan malas berbuatlah untuk masa depan yang jelas karna di desa itu sendiri banyak yang malas keenakan mengambil buah kelapa yang tanpa di pupuk yang di tinggalkan leluhur ora et laboora berusaha dan berdoa orang luar negri aja tau mohon maaf kalau kalau ada penyampaian yang kurang berkenan yang sempurna hanya Allah sekan trims

  • Arya Yuda 4 years ago

    Numpang nulis ni Pak Suryadi,…
    Assllmkm….

    Visi Dan Misinya Ok bgt,…
    tapi liatdeh profil2 pengurusnya banyak yang bertanggung jawab,..
    masyarakat Kal-Bar banyak yang sampai jual ini dan itu yang katanya buat mencairkan dana, tapi apa mau dikata jangankan dapet duit yang ada malah habis,..saya sudah cek profil2 pengurus2nya,.di fb nya yang di tuis bukan stetment tentang pembangunan malah sibuk main foker,..ohhh ancurnya lembaga ini, bos nya entah kemana-mana ada kabarnya di salemba,..
    coba tanya si Revan tuh..yang nyebapin pak Bernard sampe nginep di salemba tuh apa..?? ( jawab yang jujur fan…..jangan maen foker terus )
    buat saudara abu fatih..jangan sembarangan ngomongin orang kafir atau anda yang sebenarnya kafir dan sesat,..buat aktifis lemapora..sudahlah angan di tunggu tuh..duitt lebih baik anda kerja yang rajin jangan lupa berdo’a,.insya’allah jiklalau rezeki anda ada, anda pasti kaya,..utu aja….

    Terima Kasih Pak Suryadi..
    Wassalamm…..

  • Suryadi 5 years ago

    Terima kasih Sanak Anggunnanttongga. barangkali ada baiknya Bapak Yuridis menulis di media untuk menjelaskan visi dan misi Kandang Rasul ini.

  • anggunnantongga 5 years ago

    insya Allah ambo ka mahubungi Bpk. Irwandi yg kebetulan ketua IKMR Tembilahan untuk kros cek ke Drs yuridis

  • budi utomo 5 years ago

    artikelnya bagus banget mas, oh ya, di tunggu blogwalking nya balik ya ke blog saya http://www.budiutomo.com

  • yudhi_Padang 5 years ago

    Salam, Jo. Dulu ambo sangko cuma di jawa sajo orang mudah manarimo tipu-magic ini. jika di jawa adalah lumrah namo Sukarno murah diobral karena si tokoh sejak awal tahun 1960an alah memposisikan diri sebagai juru selamat (ratu adil). Makanya pengikutan nama sukarno dalam harta bertimbun yang akan dialirkan sebagai bantuan terhadap bencana menjadi media efektif, karno unsur juru selamat tadi. Nah, ini dikampung awak nama Sukarno dan hartanya menjadi jualan lemapora ko pulo dan cilakonyo banyak nan tapidayo. Menjadi pertanyaan bagi ambo, apakah memang besar cinto dan pacayo rang awak ko ka Sukarno nan dulu dicaci-maki maso peri-peri (PRRI)? Angku ambo dulu (2002) masih banci bana ka sukarno, dan mancimeeh inyo bapanyakik kelamin dek acok babini. Tapi dek urang kini malah manjadiaan harato Sukarno jadi juru salamaiknyo. Iyolah hilang aka urang awak..tapi di baliak itu, ada banyak hikmah dek kito-kito mah Jo. Patamo, betapa rawan keyakinan baminang jo baislam urang kampuang kito katiko ditimpa musibah. Pariaman nan terkenal dek banyak ulama surau e kini alah masuak ke krisis identitas. awak mungkin dek musibah patang, ibaraik kecek anak2 gaul kini alah galau. Urang galau itu yo indak disiko, indak pulo di sinan. Ado diantaro nan indak ado..Kondisi kesadaran model iko iyo mudah dimasuki Jin dubilih dalam artian luas; bisa juo jo rayu lembaga yang menawarkan bantuan magic dst. Kaduo, iyolah co istilah politik; negara hadir dalam ketidakhadirannyo. Bantuaknyo pemerintah kito lapeh tangan se tampaknyo, kegelisahan awak di tingkat bawah babuah himbauan semato. Kok co itu, bak kecek guru ngaji ambo yo itulah selemah-lemahnyo iman, Jo. Nan katigo, yo paralu bana usaho-usaho dari pengusaha-pengusaha kito atau perguruan tinggi untuak memperkuat jiwa kemandirian masyarakat kito Jo. Itu supayo rakyaik kito indak mudah putus aso, karno ado jalan kalua yang tampak, yang labiah rasional. Pertanyaan ambo, apo yang alah dipabuek urang santian-santiang kito di Unand, UNP, atau universitas lain memberdayakan ekonomi anak nagari kalau pemerintah indak bisa diharok? Masalahko kok diliek sapitas memang ketek skalanyo, tapi kalau indak ado nan marespon ibaraik luko nan manjadi kurok beko kalau ndak ditangani secara serius..Baitu manuruik ambo, Jo. Salah janggal ambo mohon dimaklumi..salam

  • Suryadi 5 years ago

    Salam Sdr. Yudhi,

    Sama halnya dengan Sdr. Yudhi, saya ‘keseleo’ lidah membaca nama lembaga ini. Seperti yang saya refleksikan dalam artikel di atas, dari nama lembaga ini saja sudah kelihatan absurdnya ‘konsep’yang dibawanya. Bagaimana menurut pengamatan Sdr Yudhi? Apakah masih ada orang di kampung kita yang percaya dengan janji-janji muluk lembaga Kandang Rasul yang memegang AMANAT AGUNG INTERNATIONAL ASSET: CDC INA NUSANTARA PERTIWI NEGARA DUNIA INDONATIONS WARIS TUNGGAL NEGARA SLAMET SSSSS RI.I.XXI/CENTURY GENERATIONS SURYANEGARA JATINEGARA NATANEGARA RAJA DIRAJA ini? (Wadhuh…bahasa apa ini, yang maksudnya tidak jelas dan tidak berkeruncingan ini?)Atau para orang kampung kita yang sudah ketipu mulai sadar dan menjauhi mereka? Ampun kita, Sdr. Yudhi. Tobat! Tobat!

  • yudhi_Padang 5 years ago

    Salam, Jo..maaf kalau tertawa membaca komentar orang-orang dari lemahsawat eh lemapora ini hahaha..menyebut nama lembaga ini saja udah keseleo lidah. Sapanjang tali baruak…LEMBAGA MAHKAMAH dst..waduh!! ini kayak logika orang bodoh mau membodoh-bodohi orang. bagaimana sukarno punya simpanan harta, lah waktu jadi presiden sering pinjam uang sama pengusaha? Membaca logika teks mereka saja udah bikin geli, kayak buta mata buta telinga saja orang akan semua peran lembaga-lembaga yang mereka sebut sebagai lembaga penyalur harta sukarno itu..Bank Dunia, BI, Bank Hongkong, dst. emang lembaga keuangan itu lembaga anak-anak? hihihi..jadi kasihan sama pengurusnya, terkatai-katai oleh mimpi mereka sendiri dan kini disebar. Bilang program mengumpulkan orang 1000 perdesa..hahahaha emang desa apa itu namanya kok penduduknya ramai sekali ya..Inilah bahaya, kalau orang tidak tahu akan kesesatannya sendiri, malah sebut orang lain sesat…salam.

  • Suryadi 5 years ago

    Yth. Sdr. Utami,
    Terima kasih atas komentarnya. Kalau boleh tahu, Sdr. Utami bekerja di kantor (institusi) apa? Mengapa Lemapora mengirimkan dokumennya kepada (kantor) Utami? Apa itu dalam rangka kerjasama, Lemapora mencari dana, atau ada maksud-maksud lain?
    Terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    Suryadi

  • Utami 5 years ago

    setelah membaca artikel dan diskusi diatas, saya menjadi tertarik meneliti lebih lanjut tentang Lemaporasubabane..
    sebenarnya, saya tidak tahu mengenai Lemaporasubabane sebelum mereka mengirim surat ke kantor kami [maaf] dengan bahasa yang agak sulit untuk dimengerti..
    namun, setelah membaca web ini, kelihatannya saya mulai paham dengan maksud dari surat tersebut..
    pada intinya, web ini cukup membantu saya dalam mengartikan dokumen surat dari Lemaporasubabane yang berjudul “Investasi Bhinneka Tunggal Ika”.. :D

  • Suryadi 5 years ago

    Sanak Jonikoto,
    He he, tagalak ambo mambaco koment Sanak. Iyo co itu nan tajadi ruponyo.Tapi, tumah ado pulo bantahan dek sejumlah urang nan mambaco artikel ko. Mungkin Ambo samo jo Sanak Jonikoto, Kandang Rasul atau Lemapora ko mambarikan gambaran ka urang2 kampuang bahaso pitih ko murah sajo datangnyo diagiah urang. Bantuak balungguak kepengnyo dan bisa dicorohkan ka rakyaik badarai ko co mancorohkan padi ka sumpik. Sadangkan pitih gampo sajo, nan lah jaleh2 dari pemerintah, antah bi dima ‘tasangkuiknyo’kini. Sabagian besar masyarakat kito di kampuang2 lah putiah incek matonyo mananti pitih gampo tu, tapi ado juo nan alun turun lai. Iko PITIH SUKARNO, PITIH BANK DUNIA, dll., nan nyo janjikan ka urang2 kampuang. Indak babaun je tunjuak ambo doh. Antahlah, Sanak Jonikoto.Allah Taala sajolah nan ka tau.

  • Jonikoto 5 years ago

    Uda Suryadi yang baik,,

    Panjang juo carito ko yo,, tapi 82% dari reply-comment lah jaleh lembaga ko dapek penilaian negatif (walau pun visi awal positif) dengan alasan sbb:

    1. Over promise
    2. Irrational fund resource
    3. Close to Zero Implementation
    4. Investing social conflict

    Point 1-3 indak ado jawaban nan konsisten, saling terkait dan valid
    Point ka 4 nan paliang paralu digarisbawahi,, di blog sajo urang awak lah bakarancai, urang paliang cadiak sajo di palanta ko lah ta-makan deknyo…. :)

    Baok galak se lai,, Ota dek ota, Lah tangango, tapana, taharok, takicuah, taberang urang sa lapau… Nan mambaok ota tu kini antah dima batang iduang nyo… Mungkin sadang maota pulo jo bung Karno kini…”Bilo ka turun pitih sa kapa ko Pak gadang??” :D

    wassalam

  • Suryadi 5 years ago

    Rupanya tanggapan terhadap artikel ini bertambah terus. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada saudara2 yang memberi reaksi terhadap artikel ini, baik yang pro maupun yang krontra. Penilaian sepenuhnya saya serahkan kepada masyarakat umum. Mudah-mudahan apa yang dicita2kan oleh Kandang Rasul menjadi terwujud hendaknya. Jika apa yang dijanjikan Kandang Rasul tidak menjadi kenyataan, masyarakat luas juga nanti yang akan menilainya.

  • Rivan Sang Pangeran Bungsu 5 years ago

    Seal of The President of The United States

    2157 The Hague International Court of Justice

    Bagi Siapa Saja, Dimana Saja dan Kapan Saja

    Kontra Intelejen,
    Mengapa rakyat tak berhasil mengangkat derajatnya, khususnya kelompok pribumi yang merupakan mayoritas dari bangsa Indonesia maka secara demokrasi , hukum harus berpihak kepada mayoritas yakni kebenaran dan keadilan. Tetapi karena faktor uang maka kebenaran dan keadilan itu tersisihkan maka Pancasila dan UUD 45 yang asli tersisihkan. Sebelum NKRI berubah jatuh ketangan yang tidak berhak dimana rakyat pribumi dari Sabang sampai Merauke tidak tergusur ditanah airnya oleh sistemik uang haram . Maka uang yang halal merupakan lawan satu-satunya untuk menyingkirkan uang haram. Pasti yang berpihak pada uang haram atau korupsi pasti akan kalah. Semua uang yang idle atau nganggur atau spekulatif di Indonesia akan kami ambil dan proses untuk rakyat dengan jaminan collateral yang ada pada rakyat , antara lain uang SBI di Bank Indonesia sebanyak Rp.250 triliun. Para ahli moneter di Bank Indonesia saat ini menyatakan kepada kami mau bekerja sama karena system pengendalian kurs Rupiah agar bisa menguat masih menggunakan konsep kami. Rencana kami kedepan memposisikan Rp sama kuatnya dengan dollar bahkan lebih. dan mereka juga mendukung program kami memasukkan dana ke Indonesia untuk menyelamatkan krisis keuangan Pemerintah yang makin menipis. Semua dana yang nganggur atau dana yang belum tersalurkan diperbankan nasional dan lembaga-lembaga keuangan Internasional yang pernah ditawarkan kepada kami karena kami telah diakui di tingkat internasional , merupakan ahli development banker dunia (Didikan program Bank Dunia ) dimana telah diuji di ADB dapat mengalahkan konseptor dari 90 jago-jagonya Negara didunia . Baru kali ini katanya ada konperensi ahli didunia yang menerima rumusan dari satu orang ahli Konsep kami tidak diterima di Indonesia karena dianggap terlalu suci dan terlalu sophisticated serta komplicated untuk bisa mereka lakukan… Jumlah dananya yang diserahkan untuk kami lola khususnya atas dasar kredit jaminan kelayakan sangat spektakuler yakni ribuan triliun, termasuk dari IDB, World Bank, ADB , Swisbank, HSBC, Amro Bank dan lain-lain. Program-program kredit rakyat telah disiapkan selama lima tahun oleh ahli-ahli yang jenius agar dana tersebut tidak berdampak inflasi. Uji coba pengerahan seribu rupiah sudah sukses dijalankan pada 30,000 desa (Sumatera-Jawa-Kalimantan) dari 77.707 desa seluruh Indonesia yang kegiatannya dilaksanakan dengan nama LEMAPORA. Para pendukungnya baik dari kalangan cendekiawan, ahli adat, ahli agama dan para jendral. Usaha kami adalah membantu Pemerintah dalam hal-hal yang belum mampu melaksanakan apa yang diniatkan oleh UUD 45 asli bukan niat oleh UUD45 amandemen… Program ini menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia adalah tak dapat ditandingi dan sekaligus mengingatkan kepada semua pihak yang berniat tidak baik pada INDONESIA agar segera dihentikan dan jangan coba meneruskannya karena akan berakibat fatal bagi yang menghalangi. Melihat Perkembangan situasi dan kondisi Negara setelah perubahan UUD 45 asli dan Pancasila asli, begitu juga UU Bank Sentral dan Undang-undang Perbankan dirubah, bangsa ini menghadapi tantangan dengan permasalahan yang multi kompleks tidak bisa diselesaikan dengan sekedar Pemilu. Lengsernya Presiden Suharto tidak diikuti pertanggungan jawaban Mandataris MPR, perubahan UUD 45 Menghilangkan fungsi MPR sebagaimana mestinya. Perubahan UUD 45 asli dan Pancasila asli telah melahirkan lembaga-lembaga Komisi negara, yang memboroskan dana Negara,begitu pula amandemen dalam implementasinya tidak sinkron dengan Preambule UUD 45 sehingga memecah belah bangsa, otonomi daerah menumbuhkan Raja-raja kecil tetapi pembangunan tidak berjalan, perencanaan Pusat dan Daerah tidak sinkron. Undang undang Bank Sentral dan Undang undang Perbankan memungkinkan terjadinya penyimpangan sehingga memberi peluang korupsi besar besaran.
    - Kredit pembauran melahirkan Konglomerat, apakah sudah dilunasi?
    - Kredit Likuiditas Bank Indonesia ( BLBI ) tidak bisa diselesaikan.
    - Praktek Bank gelap perbankan Nasional merugikan rakyat.
    - Kredit swasta jangka pendek sebesar kredit pemerintah, menjadi beban rakyat.
    - Dana di BPPN hilang sebesar Rp 500 Trilliun.
    - Dana membantu perbankan ( Dana Rekapitulasi ) Sebesar Rp.1600 Trilliun jadi beban anak cucu.
    - Dana SBI dan SUN merugikan Hak-hak rakyat.
    Krisis Global dijadikan alasan berbagai kebijakan sehingga kepentingan rakyat terabaikan dan menjadi alasan pengusaha disubsidi. Dalam pemecahan pembangunan nasional dalam era Presiden Suharto kami menciptakan system program tinggal landas secara professional dan sehat dimulai dari peranan Bank Indonesia. Konsep yang kami sebarkan secara nasional ini dilirik oleh beberapa oknum vested interest dengan mengambil alih Bank Indonesia. Konsep kami dijadikan acuan tetapi bukan untuk membesarkan rakyat tetapi untuk membesarkan kelompok tertentu secara siluman , kotor, dan tidak sehat yang merugikan rakyat. Modelnya mirip dengan kasus Bank Century yang kini sedang diprotest oleh rakyat. Konsep kam ini disalah gunakan sehingga melahirkan 200 konglomerat nonpri, dengan cara-cara mengambil uang dibank dengan berbagai rekayasa tetapi akhirnya tidak dikembalikan.secara tuntas. UUD 1945 Menjamin Persamaan Kedudukan di dalam Hukum dan Pemerintahan Tanpa Diskriminasi Bukan lagi sebuah wacana tapi action, turun ke bawah bersama rakyat, kita membangun. Dalam rangka bela negara, maka kami sebagai anak bangsa Indonesia yang peduli terhadap rakyat , tidak akan pernah surut api semangat juang untuk membela negara Indonesia, karena tanpa ada rakyat tidak akan pernah ada negara, dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat, dari rakyatlah melahirkan negara, pemerintahan, pemimpin-pemimpin bangsa, para pejuang, generasi penerus dan sebagainya, dan yang perlu digaris bawahi bahwa para ibu yang ada di muka bumi ini, khususnya yang berada di negara Indonesia telah melahirkan para pemimpin, para pejabat pemerintahan, dan sebagainya adalah murni berasal dari rakyat.

    Tak lama berselang salah satu tingkat atas gedung BI kebakaran apakah data Kredit Pembauran yang dimusnahkan ? Jika data itu tidak ada lagi di BI, bisa dicari di Bank Pelaksananya antara lain, Bapindo, Bank Exim dan Bank Dagang Negara yang kini semua dijadikan Bank Mandiri. Apakah penyatuan itu ada kaitannya karena bank-bank itu jadi lemah karena dananya sudah tersedot. Sejarah nasional itu perlu dibuka agar generasi penerus jangan melakukan kesalahan yang sama pada generasi sebelumnya. Peristiwa kebakaran masal atau peristiwa Mei anti Cina itu ada hubungannya atas kasus sejarah perjalanan konglomerat nonpri yang tidak sportif tersebut. Ungkapan tersebut perlu direnungkan lagi agar kita jangan menggunakan cara kotor dengan membalas atau memperbaikinya dengan kotor lagi. Gunakanlah dengan petunjuk agama yakni dengan menyadarkan yang berbuat salah atau dengan Revolusi Kesadaran. Atau dengan kasus hukum. Tetapi bukan dengan mafia peradilan sekarang yang ditangkap semua pribumi sehingga kasus penggelapan berkisar Rp.5000 trilin yang diperankan oleh kelompok nonpri tersebut tidak pernah terungkap.

    Kami atas nama seluruh rakyat Nusantara, penyelamat bangsa dan menjaga keutuhan NKRI oleh karenanya menyatakan KEMBALI KE UUD 45 ASLI DAN PANCASILA ASLI,karena indonesia negara hukum, maka hukum menjadi Panglima. Dengan ini menyatakan perubahan empat kali amandemen UUD 45 tidak berlaku karena telah melanggar tatanan dan peraturan yang ditetapkan dalam Undang- undang 45 Asli. Sebagai pemilik Nusantara mempunyai tatanan peri kehidupan rakyat dan Bangsa yang diletakkan pada kemurnian Pancasila dan UUD 45 secara utuh, mampu memimpin dunia dengan Pancasila.

    utk lebih lengkapnya saya bisa lebih memaparkan tentang ASSET NKRI dalam penempatan dan penggunaan mechanical technical historikal perbankan yg mana sebenarnya sudah terselesaikan dalam system multi perbankan nasional internasional berdasarkan beneficiary dan account yg terkondisikan , sekarang kami security co.sett hanya tinggal menunggu seluruh elemen kenegaraan untuk mencanangkan lembaga mahkamah potensi rakyat 77.707 desa NKRI sebagai lembaga negara dengan pekerjaan - pekerjaan dan perencanaan serta kelayakan yang datang langsung dari tangan rakyat desa.

    dengan visi lingkari dunia dengan damai , jangan satupun ada yang binasa , dibelakang tidak kudus di depan kudus dan bina bangun desa

    082125551604

  • Mr. Hanz 5 years ago

    Salam Pemahaman….

    betul pak suryadi, memang harus diadakan penelitian lapangan secara langsung dan datanya harus empiris, bagaimana artikel pak Suryadi bisa di pertanggungjawabkan kalau datanya saja tidak empiris.

    sedkit klarifikasi tentang pengertian LSM.

    dari pembicaraan lemapora diatas bahwa Lemapora dalah suatu lembaga… lembaga apa dan maksudnya bagaimana.?

    yang saya tahu lembaga itu adalah sebuah wadah organisasi yang sah secara defakto maupun dejure untuk memaksimalkan segala potensi yang ada pada bagian-bagiannya, angota atau organ-organ pada sebuah lembaga tersebut.

    apakah Lemapora sebuah lembaga yang diakui secara defakto maupun dejure..?

    ada dua pengertian pengakuan secara dejure, yaitu ada yang disebut dengan notaris dan notarial. notaris adalah legalitas hukum yang disahkan secara hukum pemerintahan negara dan ditetapkan oleh undang-ungang pemerintahan. dan biasanya nortaris itu legalitas yang dibikin oleh perorangan/individu (misalnya: PT, CV, yayasan, LSM dls) . sedangkan notarial dibikin secara bersesama dan dinyatakan sah apabila disepakati oleh banyak orang (misalnya: adat, budaya, suku, bahasa, bangsa dan negara)

    pengakuan secara defakto yaitu pengakuan secara fakta bahwa sebuah lembaga itu betul-betul ada yang diakui oleh anggotanya maupun diluar anggota.

    apakah lemapora itu disebut LSM atau bukan.?

    kalau memang Lemapora memiliki legalitas hukum yang disebut Notarial bukannya Notaris, maka saya menyimpulkan dari pengertian diatas bahwa Lemapora bukanlah sebuah LSM, karena Lemapora didalamnya terdapat Adat, budaya, Bahasa, suku, bangsa, negara dan lain-lain.

    benarkah demikian, tolong dikoresi…!!!

  • Mr. Hanz 5 years ago

    salam perdamaian…

    Lingkari dunia dengan damai, aji uji diri sendiri jangan saling berantem nanti mati semua (semar) “Circle The World With Peace”

    Indonesia menganut kepercayaan multi agama, dimana mengakui 7 agama dan kepercayaan yaitu : Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu dan aliran-aliran kepercayaan lainnya, dengan demikian funding Father merangkumnya pada idiologi negara ini yang terdapat pada sila pertama dalam panca sila, sebagai pusat kerukunan. dan dilengkapi dengan sila selanjutnya yang membicarakan, keadilan, persatuan, permusayawaratan, kesejahteraan bagi seluruh rakyat indonesia.

    salam abu fatih :
    dalam ayat al-quran disebutkan “agama mu adalah agamamu agama ku adalah agamaku” (al-kafirun ayat 5). dlam ayat tersebut, dimaksudkan toleransi antar umat beragama, agar tercipta kerukunan, perdamaian, keadilan dan kesejahteraan. ini selaras dengan pancasila sebagai ideologi bangsa ini. maka jangan lah saling mencela, fitnah dan menjatuhkan satu dengan yang lainnya, apalagi seimana.

    slam para intelektual:
    jangan hanya membicarakan apa yang sedang terjadi, berfikir dan bertindaklah apa yang seharusnya terjadi. ini bangsa kita, apa yang harus kita lakukan buat bangsa ini. bukan hanya bicara dan mengomentari apa yang terjadi bahkan sampai mengkalaim apa yang dilakukan orang itu adalah salah.

    Salam Rivan: ada beberapa pertanyaan yang harus diklarifikasi
    - apakah benar Lemapora memiliki dana yang akan dikucurkan untuk rakyat indonesia yg jumlahnya sangat besar bahkan melebihi dr APBN.?

    - darimana sumberdana tersebut?

    sedangkan APBN yang dimilki oleh negara ini saja yang setiap tahun dibacakan oleh Presiden jmlahnya bertambah dan terakhir yang saya ketahui mencapai 2000 T dan sampai sekarang belum dimanfaatkan 100% oleh pemerintah. keren sekali punya dana lebih dari APBN…. hahahaha

    - bukankah setiap anggaran harus memiliki program yang jelas penggunaan dan penempatanya, dan ini harus di canangkan oleh pemerintah sebagai Stockholder negara yang memiliki kebijakan dalam pembangunan.

    - berbicara tetntang uang bukankah yang memiliki kebijakan moneter dan fiskal di tentukan oleh BI. apakah ada keterlibatan dari pihak tersebut terhadat lemapora?

    - kalau pun tidak ada keterlibatan dari stockholdr negara dan BI, apa peran dan fungsi pememerintah sebagai Stockholder negara dan BI sebagai lembaga negara?

  • Suryadi 5 years ago

    Saudara Agus,
    Kenyataan yang sama saya termukan di kampung saya. Itulah yang mendasari dan mendorong saya menulis artikel ini. Tapi, sebagaimana dapat Sdr Agus lihat dalam komentar2 terdahulu terhadap artikel ini, beberapa orang tampaknya membela gerakan Lemapora ini. Mungkin harus diadakan penelitian lanjutan untuk melihat fakta empiris apa hasil dari gerakan Lemapora ini dan apa dampak positifnya kepada masyarakat.

  • agus ahmad 5 years ago

    Maaf saudara2ku setanah air dan sebangsa,kami masyarakat kalimantan barat ingin ikut tanggapan juga.
    1.bagi saya lemapora…itu kayak tdk rasional
    2.di kalbar khususnya desa2 banyak warga masyarakat larut dalam mimpi sebagimana yg dijanjikan oleh organisasi lemapora.. tsb,terkait akan diberikan bantuan dan lain sebagainya.
    3.sepertinya dalam khayalan belaka (mitos alias mimpi2 indah kayak org lagi mabuk extasi)
    4.ada kepentingan politik dan misi agama.
    mohon siapa saja yg dapat menjelaskan apa sebenarnya lemapora itu?kasihan masyarakat indonesia banyak yg miskin dan banyak pula mimpi2,kawatir nanti pada gila kabeh…mohn mf dan terima kasih..
    wassalam…

  • Suryadi 5 years ago

    Salam Sdr. ‘Kurang Senang’. Saya bukan tipe orang yang begitu cangok dek pitih. Terima kasih.

  • kurang sanang 5 years ago

    jan mangecek d blog se,,pai na k kantua tu klw barani,,kcek an pndapat jo sanggahan tu,,,jan main balakang se,,!
    di sumbek jo pitih baru aniang mulut pak suriadi mungkin….
    kwkwkwwkwkwk

  • Suryadi 5 years ago

    Salam Afauzi,
    Saya tidak tahu. Dari mana Sdr Afauzi dapat info itu? Barangkali saja beliau salah seorang pemimpin lembaga itu di tingkat lebih atas. Saya hanya mengamati aktivitas Lemapora ini di kampung saya, yang saya lihat banyak kejanggalannya. Kasihan saya sama orang kampung saya yang diberi janji dapat bantuan uang ratusan juta rupiah dari Harta Karun Sukarno dll., tapi, sebaliknya, malah mereka yang diporoti.

  • afauzi 5 years ago

    salam pa suryadi.
    saya mau tanya kalau Pak Bernard dalam kelembagaan lemapora itu siapa pak?
    dia sekarang di tahan di Rutan Salemba.

  • el mukhlis 5 years ago

    Bapak fatih jika berkenan bisa saya dapat kan no hp nya,

    Dan pak nofri bisa kirim no. Hp nya juga, saya sekarang berada disungai limau, saya ingin bertemu langsung dengan bapak.. Terima kasih..ini nomor saya 081317564266

  • Nofri sungai limau Klp. 20 5 years ago

    nanti saya kasih kalau bapak mau tanggapi coment saya

  • Nofri sungai limau Klp. 20 5 years ago

    maaf pak suryadi bpk. mempunyai titel mungkin lebih dari saya
    dan bapak mempunyai pendidikan lebih dari saya
    dan bapak bisa berfikir lebih Dari saya Tetapi kenapa Bapak tidak berfikir
    undang2 di indonesia masih berlaku
    jika ada suatu kelompok Atau aliran yang sudah lain tau sesat atau sebuah kelompok sudah mencoba merubah akida seseorang maka akan ada sangsi atau hukuman kepada kelompok tersebut….!!!!
    benarkan……?
    dan jika bapak punya bukti tersebut kenapa bapak hanya bisa ngumong saja kenapa tidak bertindak….?
    atau bapak ngak punya hatiii Untuk menolong sesama musli….?
    atau saja bapak cuma punya mulut untuk omong kosong saja….?
    dan jika kelompok lema pora melakukan penyesatan agama udah dari kemaren2 pak yuridis di tangkap…!!!
    saya mungkin orang kampung pak….
    tapi saya punya otak untuk berfikir…
    mana yg baeik mana yang jelek…..
    atau sebenar nya bpk. memang ngak punya otak untuk berfikir….?
    kalu bapak punya otak…. silahkan tangkap pak yuridis….
    dan bawa bukti2 nya….
    soaal KTP yg di rubah Kok cuma 1 orang saja apa itu ngak ngerasa mengada ada…? Ni no Hp saya boleh di simpan buat kenang2an tau untuk bicara lebih baek aja…trima kasih

  • Suryadi 6 years ago

    Assalamualaikum ww.wb.
    Terima kasih atas tanggapan dan undangan dari Team Rju kepada saya (dan juga Sdr. Abu Fatih) untuk datang ke Desa Rasau Jaya, Kalimantan Barat. Seandainya ada waktu dan dana, tentu saya akan senang datang ke Desa Rasau Jaya, paling tidak untuk menapaktilasi kembali perjalanan saya beberapa tahun yang lalu ke pedalaman Kalimantan Tengah yang memang indah dan kaya sumber alam. Namun, sekarang saya sedang melakukan tugas rutin mengajar di Universitas Leiden. Terlalu mahal ongkos ke sini. Walaupun demikian, saya berharap pada suatu saat dapat mengunjungi Desa Rasau Jaya untuk melihat kesuksesan program Lemapora di sana.
    Sekaitan dengan tanggapan Sdr. Nadi, saya tentu saja juga senang kalau bisa berbincang-bincang dengan pengurus Lemapora di Sungai Limau. Sebenarnya saya berada di kampung pada bulan Juli lalu. Saya malah berbincang-bincang dengan bebera[a orang yang konon ikut Lemapora. Saya melakukan pengamatan setelah setahun tidak pulang. Tanda-tanda akan datangnya kucuran dana dari Lemapora kepada orang2 yang berharap itu masih belum kelihatan. Mungkin mereka masih harus bersabar. Yang jelas, jika misi Lemapora untuk menyejahterakan rakyat, tentu kita semua akan mendukung. Itu jelas akan bermanfaat bagi rakyat berderai. Namun, jika ada kamuflase2 di baliknya, ini tentu tidak baik untuk rakyat. Ketika pulang kemaren saya malah mendengar bahwa para pengikut Lemapora di desa saya harus beriyur untuk ketua Lemapora yang orang tuanya meninggal di rantau.
    Sdr. Nadi, artikel ini pada mulanya dimuat di harian Singgalang. Jadi, pasti dibaca oleh cukup banyak orang di Sumatra Barat, khususnya di Pariaman. Dan hampir mustahil jika Sdr Yuridis juga tidak mengetahuinya. Hanya saja, beliau tidak pernah menanggapi artikel ini dan menulis balik di media massa daerah, menjelaskan kepada masyarakat luas apa misi Lemapora yang sebenarnya di Padang Pariaman. Karena faktor2 lokal dan kemanusiaan, siapa tahu Lemapora di Pariaman berbeda dengan yang Kalimantan Barat. Yang jelas, selamat kita ucapkan atas kesuksesan program23 Lemapora di Desa Rasau Jaya. Tapi untuk Lemapora di Pariaman, kita masih menunggu efeknya kepada masyarakat.

  • nadi 6 years ago

    Assallamualaikum. Wr. Wb,..
    saudara suryadi dan abu fatih,saya rasa anda dua sosok yang tidak bertanggung jawab,kenapa saya bilang begitu,karena anda orang pariaman kenapa anda tidak mau datang sendiri ke sei.limau,malah saudara suryadi pernah diajak oleh anggota untuk datang ke sei.limau,kenapa anda tidak mau…banyak alasan saudara,karena dialog langsung lebih positif,daripada ngomong tidak karuan di blog…..karena apa? tidak semua masyarakat mengetahui blog yang anda bikin,,jangan semua orang,anggota lemapora cuman beberapa orang buka blog ini….gak usah ngomong lah kalau saudara tidak tergabung dilemapora,kalau LSM ini menyesatkan kenapa pemerintah tidak hambil tindakan,kenapa saudara yg sok pintar,mengatakan sesat,alhamdulillah kalau KALBAR akan buka biar anda tidak mengatakan ini itu lagi,mohon maaf memang pengurus di SUMBAR memang gak pintar tapi hati nuraninya terketuk untuk peduli terhadap masyarakatnya yang hidup di garis kekurangan..kami kalau memikirkan pribadi sudah cukup pak,saya udah punya segalanya,secara pribadi saya sudah cukup,saya punya usaha sendiri pak,,gak kayak saudara masih makan gaji,masih mau diperintah orang lain,coba saudara rasakan sendiri gimana membuka lapangan pekerjaan,gimana orang lain bisa hidup karena usaha kita…..

  • Team Rju 6 years ago

    Assallamu’alaikum. Wr. Wb,..

    Salam hormat dan salam persaudara’an dari kami pengurus Lemapora Desa Rasau Jaya Umum dan Pengurus Lemapora Wilayah Kalimantan Barat.

    Tentang pengucapan atau Penulisan tentang Ke Besaran TUHAN itu kan menurut Agama dan kepercaya’an Penganut Agama Masing2, bukan berarti semua kata itu di gabung jadi satu seperti maksud anda saudaraku Abu Fatih,…
    Karna di indonesia ini kan ada berberapa agama yg di akui,.jadi penyebutan itu di tujukan kepada penganut agama masing2,..
    karna maksud nya lembaga ini agama2 yg ada di NKRI ini agar dapat saling berdampingan dan para penganut nya di suruh hidup rukun.
    Nah kalau yg ” Dana2 orang mati agar selamat ini saya kaget juga karna di lemapora Kalimantan Barat kata2 atau kalimat ini tak pernah terucap atau terbaca baik di dokumen nya atau dari pengurus wilayah nya,…
    kami disini yg ada atau di bina tentang :
    a. Bagaimana cara kita membangun atau memanfa’at kan potensi yg ada di desa.
    b. Tentang betapa indah nya kalau kerukunan antar umat itu dapat terwujud, tidak saling bentrok,tidak saling mencaci,dan tidak saling hasud menghasud (pemurtadtan)

    Malah masalah ibadah kami malah di tekankan jangan sampai terlalaikan ( bagi yg islam Shalat 5 waktu jgn sampai di lalaikan ) itu bagi yg beragama islam. Jadi dalam waktu 5 tahun ini tidak pernah mereka (orang LEMAPORA wilayah ) tidak pernah mengarahkan kepada suatu aliran atau ajaran tertentu, nahh…saya heran juga kenapa di Padang kok ceritanya bisa seperti yg kita baca2 di atas (koment2 yg di atas )
    Mungkin saya kira ada salah penyampaiyan atau Dokumen nya ada yg ngotak ngatik,…tapi Wullahu’allam deh,…saya ga bisa berkomentar terlalu banyak, saya hanya menerangkan Lemapora yg di kalimanta barat aja deh,…yahh sebagai pemewrhati masyarakat dan pemerhati umat saya mohonlah buat bapak Suryadi dan Bapak Abu Fatih, cari kejelasan dan sumbernya yg pas aja di da’erah bapak ntar kita tetep tuker2an pendapat, karna ini tanggung jawab kita bersamalah…
    atau nanti pd tgl 15 Oktober bapak ke kalimantan Barat aja kita bicara bersama, dari hati kehati karna Insya’ALLAH,..pengurus pusat Lemapora akan datang Pak,..masalah Konsumsi dan Akomodasi jangan bapak fikirkan kalau bapak sudi jelek2 saya punya pondoklah untuk sekedar berteduh,atau sekedar nasi putih,..Insya”ALLAH..jika saya masih di titipi rezeki oleh yg YANG MAHA KUASA adalah,.walau se’adanya,…(tulus niat saya nih pak,..) saya sangat berharap bapak2 sudi menerima tawaran saya,… Yahh..saya kira ini saja dulu tg bisa saya sampaikan kepada bapak dan teman2 di Padang pada prinsip nya ” semiskin apapun kita janga tukar ” IMAN DAN ISLAM ”…di hatimu dengan atau dalam bentuk apapun,..!!!

    Assallamu’allaikum. Wr. Wb…

    saya mohon diri saudaraku semuanya,……..

  • Abu Fatih 6 years ago

    Oleh: Abu Fatih

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    Terima Kasih atas tanggapan Supriono dari Kalimantan Barat.
    Pertama, saya menganggap saudara Supriono seorang Muslim, karena beliau mengucapkan salam.
    Kedua, saya mengajak Supriono dan kita semua yang mengaku beragama
    Islam, untuk menjadikan Islam sebagai “Way of Life”, untuk mengamalkan
    Islam secara kaaffah (utuh dan menyeluruh) sesuai yang dicontohkan Nabi s.a.w. dan diperintahkan oleh Allah s.w.t.

    “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan (kaaffah), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (Al Baqarah:208).

    Jadi tidak setengah-setengah mengamalkan Islam. Agar keislaman kita
    tidak sia-sia.

    Islam agama yang sempurna. Bagaimana memasang sepatu hingga membangun bangsa dan negara, Islam sudah mengajarkannya. Tidak ada keraguan di dalamnya. Karena itulah, bagi seorang Muslim segala sesuatu itu ditinjau dari kacamata Islam. Termasuk masalah lemapora ini.

    Dan penilaian lemapora dengan kacamata Islam itu, sudah saya sampaikan pada postingan terdahulu di atas. Jika memang lembaga yang dikelola oleh Supriono dan kawan-kawan memiliki nama, visi, tujuan dan
    dokumen-dokumen yang sama dengan lemapora di Sumatera Barat, maka
    berarti sama saja kesesatannya. Bukankah sama-sama Lemapora? Atau ada lemapora asli dan ada yang palsu?

    Sejauh pengamatan saya terhadap aliran sesat, sebagian ada yang belajar dari pengalaman. Mereka bisa berganti-ganti metode, atau bahkan
    berganti nama lembaga untuk bisa eksis. Agar jika tidak diterima di
    suatu daerah, bisa diterima di daerah lain. Tentu, dengan visi dan misi
    yang tetap sama.

    Saya belum melihat ada argumen yang kuat dari mereka yang berada di
    Lemapora sendiri, bahwa lembaga mereka tidak membawa kesesatan.
    Postingan saya sebelumnya, belum ada dijawab berdasarkan fakta. Cuma
    pengakuan-pengakuan, bahwa kami begini, kami begitu. Tapi tidak
    menjawab pendapat saya terhadap suatu fakta dalam dokumen lemapora.

    Misalnya fakta tertulis dalam dokumen:
    1.
    “…Juga Pemberian-pemberian yang sukarela dari kerukunan beragama
    untuk berbuat baik dan dana-dana orang mati untuk selamat

    2. Penerimaan terhadap perintah ini mendapat selamat!
    Penolakan terhadap perintah ini mendapat :Mati-Buta-Lumpuh

    3. Atau kalimat yang sangat bertentangan dengan Islam yang ditemukan
    Bapak Suryadi dalam dokumen lemapora:
    Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa Allah Bapa di Surga Shang Hyang Widhi Wasa Shang Hyang Budha Era Shang Hyang Murbeng Gosang serta Tri Tri Suci Kepercayaan Umat Manusia dan Kehidupan di Bumi;. dan seterusnya.

    Semua fakta itu sudah saya ulas dan jelas menyesatkan. Dan juga jelas
    belum ada pihak lemapora yang mampu menjawabnya.

    Khusus untuk fakta pada nomor 2, yakni menjanjikan selamat sekaligus
    memberi ancaman, sebenarnya “lagu” lama. Artinya sudah banyak pola
    tersebut digunakan orang untuk menyesatkan umat Islam. Salah satu yang populer adalah Wasiat Syaikh Ahmad, yang disebut sebagai juru kunci makam Rasulullah. Dalam kertas fotokopi wasiat tersebut, disebutkan siapa yang menfotokopi dan menyebarkan wasiat itu akan mendapat selamat, yang tidak menfotokopi akan mendapat kemalangan.

    Ini jelas menyesatkan. Yang memberi selamat dan kemalangan hanyalah
    Allah, bukan selembar kertas. Bukan pula Syaikh Ahmad. Tentang kertas
    Wasiat Syaikh Ahmad ini, ulama internasional Dr. Yusuf Qaradhawi sudah
    menfatwakan sesat. Cari saja via Google, banyak artikelnya.

    Mereka yang membela lemapora dalam postingan-postingannya di blog ini
    cuma bisa mengalihkan pembicaraan ke arah lain, bahwa mereka punya
    program ini program itu, sudah begini dan sudah begitu. Tidak ada yang
    menjelaskan atau membuktikan bahwa fakta seperti di atas tidak membawa kesesatan.

    Kepada kaum Muslimin, khususnya dunsanak yang berada di Pariaman dan sekitarnya, mari kita bahu membahu membentengi diri dari pengaruh
    ajaran sesat. Mari bekerja sama untuk menolak ajaran sesat menginjakkan kaki di kampung halaman tercinta. Allah pasti menolong kita.

    Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    Abu Fatih

  • Team Rju 6 years ago

    Segenap Pengurus Wilayah dan Ketua Program kerja
    ” LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN ” Provinsi KALIMANTAN BARAT
    mengucapkan…..

    MINALAIDIN WALFA’IDZIN,..MOhon ma’af lahir dan batin…..

    semoga ALLAH S.W.T selalu melimpahkan rahmat,hidayah dan ampunan nya bagi kita semua…..Aminnnnnnnn

  • Team Rju 6 years ago

    Assalamu’allaikum,.Wr. Wb…

    Kepada Bapak Suryadi dan Bapak Abu Fatih
    kami meminta dengan hormat untuk keedia’an bapak se’andainya bapak2 ada waktu luang bapak untuk sudi kira nya berkunjuang ke Daerah kami pada tgl 15 Oktober 2011 ini pak karna kami akan melakukan gawai besar kelembagaan yg Insya Allah, akan di buka dan di resmikan oleh bapak Presiden SBY,.beserta Staf ( Ketua MPR Menteri Agama, Kapolri dan juga Duta2 besar negara sahabat dan perwakilan dari PBB dan Bank Dunia)
    Kita bisa duduk dan bicara bersama secara kekeluarga’an sambil liat dan membaca dukumen Asli LEMAPORA yg ada di daerah kami,..

    Besar harapan kami dan suatu kehormatan bagi kami jika bapak sudi mampir atau berkunjung ke daerah kami guna memperjuang kan nasib masyarakat desa yg sangat perlu bimbingan dan sumbangsih pemikiran dari orang2 seperti bapak, yg kemampuan pimikiran dan solideritasnya tidak diragukan, dalam memperjuangkan masyarakat banyak khususnya masyarakat desa.

  • Team Rju 6 years ago

    Assallamu’alikum,.Wr.Wb

    salam hormat saya kepada semua rekan2 yg telah menyumbangkan fikiran,temuan dan analisanya tentang ” LEMAPORA ”
    Terlebih buat bapak Suryadi yg sudah mau meluangkan waktu dan fikiran nya buat masyarakat banyak Khusus nya masyarakat pedesaan di seluruh Nusantara ini.

    Kami warga masyarakat Desa Rasau Jaya Umum. Kab. Kubu Raya Prov. Kalimantan Barat yg Juga Anggota dari kelompok kerja Program 20 ingin menyampaikan atau berbagilah kepada semua masyarakat yg ada di desa di seluruh Nusantara ini.
    Kelembagaan ” LEMAPORA ” ini di desa kami juga ada, Cuma sedikit agak berbeda dgn yg mungkin ada di desa saudara2 sekalian. Kami masyarakat Desa Rasau Jaya Umum. Kab. Kubu Raya Lembaga Ini lebih di kenal dengan Lembaga Mahkamah Adat Dan Budaya Desa. Jadi di desa kami Lembaga ini sama sekali tidak pernah mengajak masyarakat untuk ikut ke arah atau mengarahkan masyarakat kepada Suatu Agama atau suatu aliran atau kepercayaan tertentu, yg ada ialah Lembaga Ini mengajarkan kepada Masyarakat tentang suatu system atau cara dimana masyarakat bisa mengangkat harkat dan martabat masyarakat desa itu sendiri, denagan nama Bina Bangun Desa, dimana masyarakat itu sendiri di ajarkan dan ditekankan tentang kejujuran, gotong royong, dan peningkatan SDM masyarakat itu sendiri. lewat pengarahan serta traning, dan dalam pelaksanaan kegiatan itu sendiri tidak ada terselip satu baris atau satu bait kata pun yg sifat nya ke arah pemurtadtan dan penyelenwengan Aqidah dari ajaran agama islam atau agama lainya, kalau kerukunan atar umat beragama memang jelas di tegaskan, tentang indah kalau hiidup ini akan terasa rukun jika masyarakat nya bisa saling kasih mengasihi,toleran dan mempunyai rasa kekeluargaan yg begitu besar.
    Keberadaan lembaga ini sendiri di Provinsi Kalimantan Barat sudah berjalan sekitar 5 Tahun,..dan alhamdulillah semuanya berjalan seiring dengan pemerintahan yg ada tanpa ada nya jelek menjelekan atau saling mendiskriditkan satu sama lain nya. yahh..riak2 kecil pasti adalah tapi bukan untuk sesuatu yg sifat nya mendasar ( Idiologi Pancasila Atau pelanggaran dan penistaan terhadap suatu agama tertentu )
    Keberada’an LEMAPORA ini sendiri di desa kami tidak pernah menng iming2i masyarakat dengan Uang ataupun barang kami cuma di ajarkan tentang suatu system dimana masyarakat Desa dapat meberdayakan dirinya sendiri,dengan mengangkat potensi2 yg ada di desa itu sendiri dan cara2 sehingga semua yg menjadi wacana atau rencana pembangunan masyarakat desa bisa teralisasikan. Semuanya kami sadari memang tidak semudah membalikan telapak tangan, masalah dari instansi atau fihak mana yg akan membiyai itu tidak pernah kami permasalahkan yg penting masyarakat kami initi nya ingin belajar tentang suatu system yg yg tadi nya kami tidak tau kini kami enjadi tau, dan ini semua di lakukan dgn bimbingan Pengurus2 wilayah dan tentu dgn pemberitahuan kepada fihak2 yg ada di pemerintahan yg ada di daerah kami, semuanya sangat terbuka dan tidak ada yg di tutup-tutupi. Sedangkan sumber dana ini sendiri berasal dari dana Koleteral yg ada di Bank Dunia yg hanya bisa di cairkan oleh suatu system dan metode2 cara kerja yg begitu rinci dan sangat detail. Dan ini juuga kiranya perlu saya sampaikan kepada saudara2 semua dlm pendaftaran atau ke ikut serta’an masyarakat di dalam lembaga ini masyaraakat tidak di bebankan biaya sepeserpun alias gratis cuma guna melengkapi berkas2 kelompok kerja itu senddiri anggota wajib melampirkan foto dari anggota2 kelompok itu sendiri. Seandainya ada kalnya kami mengumpulkan dana atau sumbangan itu kami kumpulkan kemudian kami salurkan kepada saudara2 kami yg lg kesusahan atau lg di timpa musibah.
    Jadi seandainya ada kesimpang siuran berita tentang lembaga LEMAPORA ini sendiri mungkin kurang jelasnya informasi di desa itu sendiri, tentang adanya dokumen2 atau kata2 yg kedewngaran nya agak ganjil marilah kita bersama2 saling membuka diri kita simak, kita klarifikasi ke pengurus wilyah LEMAPORA setempat agr tidak terjadi kesalah fahaman yg dapat merusak kerukunan masyarakat danantar umat beragama, sehingga kita semua terutama masyarakat desa tidak dapat di perdaya atau di tunggangi oleh fihak2 yg sengaja ingin mengacaukan ketentraman masyarakat. Kepada pengurus kelembagaan wilayah atau pengurus kelembagaan yg ada di desa, kami menghimbau sampaikanlah atau sosialisasikan lah semua program dengan jelas dan terbuka jgn ada yg di tutup-tutupi, jangan mengeksklusifkan diri,dan jangan mudah terpancing emosi, karna dari pada kegiatan ini semua fokusnya adalah kemakmuran,ketentraman kekeluarga’an dan peningkatan taraf hidup seta harkat dan budaya masyarakat itu sendiri. baik yg sudah bergabung atau belum mereka tidak lain adalah saudara kita semua, samapiakanlah dan terimalah semua dgn lapang dada kalau memang anda mengetahui dgn jelas maksud dan tujuan lembaga ini. di antara pengurus wilayah ataupun pengurus desa tidak ada yg paling penting selain terwujud nya masyarakat desa yg mandiri makmur tentram dan beragama.

    Jadi ini saja dulu yg dapat kami sapaikan dsari Desa Rasau Jaya Umum. Kab. Kubu raya. Prov. Kalimantan Barat,..lebih dan kurang nya kami mohon ma’af sebesar bbesar nya,..akhirul kalam….Asslamuallaikum, Wr. Wb….

    Supriono Ketua Program 101
    Desa Rasau Jaya Umum

  • Abu Fatih 6 years ago

    Trim’s atas apresiasinya pak Suryadi. Oya, jika berkenan, saya mohon kesediaan bapak untuk mengirimkan sebagian dokumen lemapora yang bapak miliki khususnya yang ada kutipan seperti yang bapak tulis:

    Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa Allah Bapa di Surga Shang Hyang Widhi Wasa Shang Hyang Budha Era Shang Hyang Murbeng Gosang serta Tri Tri Suci Kepercayaan Umat Manusia dan Kehidupan di Bumi;….” dan seterusnya.

    Saya ingin berusaha menyadarkan beberapa teman saya yang sudah terlibat dengan lemapora ini, akan lebih baik jika bahan saya miliki lebih lengkap.

    Kirimnya via email saja:
    bisnis.mudah7@gmail.com

    Oya, saya juga asli Padang Pariman. Tepatnya di Nagari Koto Tinggi, bersebelahan dengan Nagari Pakandangan. Tinggal di Kabupaten Sijunjung.

    Salam kenal.
    Abu Fatih

  • Suryadi 6 years ago

    Terima kasih atas risalah yang panjang dari Sdr. Abu Fatih. Sama seperti Sdr. Abu Fatih, saya pun membaca dokumen Lemapora ini dengan kening berkerut. Dokumen itu jelas ditulis oleh orang-orang yang tidak mengenal ilmu komunikasi, apalagi komunikasi dengan rakyat berderai. Dan seperti kata Sdr. Abu Fatih, bahasa Indonesia dokumen itu agak kacau balau. Ada juga kesan teks itu sengaja dibuat-buat esoterik.

  • abu fatih 6 years ago

    Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

    Oleh: Abu Fatih
    Email: bisnis.mudah7@gmail.com

    Semoga Allah memberi hidayah kepada kita semua. Semoga Saudara Sofi tetap teguh memegang agama Allah.

    Saya sudah melihat, membaca dan memperhatikan dengan seksama sebagian dokumen lemapora yang kirimkan seorang teman di

    Pariaman via email. Saya yakin Saudara Sofi kenal baik dengan teman saya itu. Sebut saja inisialnya IM.

    Setelah saya amati, jika benar itu dokumen Lemapora, maka memang terdapat hal-hal yang absurd dan hal- hal yang menyalahi

    aqidah Islam. Saya merasa perlu menyampaikan di forum ini. Terlebih saya kenal dan pernah satu kampus dengan Saudara Sofi,

    dan beliau kemudian dengan penuh semangat membela Lemapora dengan menggunakan dalil ayat-ayat Al Quran. Sepertinya beliau

    tidak mau menerima bahwa dalam pandangan Islam Lemapora jelas telah salah.

    Nama file yang dikirim IM adalah BT 1, BT 2 dan seterusnya. Saudara Sofi bisa bertanya kepada IM dokumen mana saja yang

    diberi nama masing-masing tersebut. Berikut di antara kejanggalan yang saya temukan.

    1.Dokumen file (BT 1) tertulis:
    “Syukur dan Puja Puji selamat buat seluruh Pimpinan Di mana saja berada dan Kapan saja yang mengabadikan perbuatan baik

    ajaran Tuhan Yang Maha Esa.”

    Dalam kaidah Islam kalimat tersebut jelas salah. Kita dilarang memberikan puja-puji atau syukur kepada manusia, walau pun

    dia pemimpin. Ingat ayat dalam Al Fatihah “Alhamdulillah”, Segala Puji hanyalah bagi Allah.

    Syukur pun hanya ditujukan kepada Allah.
    “Dan ingatlah, tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu,

    dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim:7)
    Di bagian awal ini saja, sudah nampak Lemapora menyalahi kaidah Islam.

    2. Menurut saya, nama Lembaga Lemaporasubabane Poalsedaisin jelas tidak mencerminkan pendirinya punya kapabilitas dan naluri

    marketing yang baik. Lembaga jika ingin go public, merakyat, harus pandai menggunakan nama yang menarik, mudah diingat,

    mudah dibaca dan mudah dipahami. Dalam konteks dakwah Islam istilahnya “bilisani qaumihi” (dengan bahasa kaumnya, atau

    sasarannya).

    3. Setiap halaman dokumen yang dikirim IM, terdapat kesalahan banyak kesalahan EYD, tidak berbahasa Indonesia yang baik dan

    benar. Kalau ini dokumen penting, dokumen negara, dokumen nasional internasional seperti ungkapan mereka, ironis sekali. Cek

    aja kesalahannya sendiri dengan pedoman EYD. Tampak jelas Lemapora tidak kapabel.

    4.Dalam Kop Dokumennya juga tertulis:
    “Pusat Kerukunan Umat Beragama Desa Kantor Lembaga Kandang Rasul Desa”
    Jadi benar Lemapora berkaitan dengan Kandang Rasul

    5.Dokumen file (BT 2) tertulis:
    “Disusun sesuai Hasil Pendekatan Penelitian Hati Nurani & Penerapan System Amanah Matahari Bersinar”
    Sangat janggal.
    Ingat, dalam agama Islam, hati nurani siapa pun yang tidak mengikuti ajaran Islam, jelas akan tersesat. Jika Lemapora tidak

    pandai bersyukur dan menyampaikan puji seperti konsep Islam, hati nurani seperti apa yang mereka ikuti?
    Trus, seperti apa sih System Amanah Matahari Bersinar? Apa maksudnya?

    “…Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada

    kaum yang fasik.” (Ash Shaf:5)

    “… Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka

    kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya.” (Al Kahfi:17)

    6. Dokumen file (BT 7) tertulis:
    “Hal-hal pemberian yang bersumber dari Potensi Alam dan Manusia beradat budaya adalah perlu dan sangat diutamakan untuk

    pemberdayaan Program 101 dan 909. Juga Pemberian-pemberian yang sukarela dari kerukunan beragama untuk berbuat baik dan

    dana-dana orang mati untuk selamat”
    Dana-dana orang mati untuk selamat apa maksudnya? Janggal sekali.
    Apa agar orang mati memberi dana ke lemapora, maka dia selamat?
    Atau keluarga orang mati memberi dana ke lemapora, maka dia selamat?
    Atau lemapora akan memberi dana kepada orang mati, agar orang mati itu selamat di alam kubur?
    Ketiga kemungkinan itu menyalahi konsep Islam.

    7. Dokumen file (BT 8) tertulis:
    Tuhan Yang Maha Esa selalu mengasihi semua di Desa seperti apa kata Paduka yang Mulia Soekarno:”Sebab Tuhan Bersemayam Di

    gubuknya Si Miskin.
    BERBAHAYA!! MERUSAK AQIDAH!!
    Pertama, entah benar atau tidak itu kalimat dari Soekarno.
    Kedua, jika kalimat di atas diyakini sebagai sebuah pegangan atau prinsip hidup, berarti Anda sudah mendahulukan kata-kata

    Soekarno daripada Al Quran dan Hadits, dalam hal keberadaan Tuhan. Jelas menyalahi aqidah. Bisa musyrik.
    Ketiga, Al Quran dan Hadits tidak pernah menjelaskan bahwa Allah bersemayam di gubuk si miskin. Tetapi yang benar Allah

    bersemayam di Arsy.

    “…kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy…” (Yunus:3)

    8.Dokumen file (sertifikat 001 dan 004)
    Setelah memberikan perintah/ tugas kepada pihak tertentu, di antaranya:Pimpinan MPR. Anggota DPR RI, DPRD I dan II, juga

    Para Peduli Kebenaran dan Keselamatan Dunia, kemudian mereka diancam:
    “Penerimaan terhadap perintah ini mendapat selamat!
    Penolakan terhadap perintah ini mendapat :”Mati-Buta-Lumpuh” Sesuai Penerapan Hukum “Perjanjian Leluhur”, Pemilik

    uang-Pemilik Barang di Alam Sana- Alam Sini.

    BERBAHAYA!! MERUSAK AQIDAH!! SESAT!
    Hebat benar lemapora/Mr.X ini? Sejak kapan bisa ngasih garansi selamat? Dan sejak kapan bisa bikin orang jadi mati. Jadi

    buta dan lumpuh. Memangnya dia Tuhan, bisa mematikan orang? Inilah pengakuan yang lebih halus dari Raja Namrud rivalnya Nabi

    Ibrahim. Tapi substansinya sama. Sama-sama ngaku punya kekuasaan seperti Allah. Dan perlu diingat, modus penyesatan aqidah

    dengan janji selamat dan ancaman seperti ini sudah sering dengan media dan pelaku berbeda-beda. Ada pakai sms, email dan

    juga kertas fotokopi. Sepertinya ini disengaja oleh pihak-pihak yang ingin menyesatkan umat Islam.

    “Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau

    sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong.” (Al

    Baqarah:48)

    “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja…” (Ali

    Imran:111)

    Tertulis disana: “Sesuai Penerapan Hukum Perjanjian Leluhur”
    Jadi ini landasan hukum yang dipakai lemapora? Jelas menyalahi aqidah Islam! Sesat! Dalam Islam hanyalah Al Quran dan Sunnah

    Nabi yang menjadi landasan hukum.

    “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami

    hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari leluhur kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun leluhur mereka

    itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”.(Al Baqarah:170)

    “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang

    yang yakin?” (Al Maidah:50)

    “Barangsiapa yang tidak memutuskan hukum menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.”

    (Al Maidah:45)

    Terus maksud Alam Sana dan Alam Sini tidak jelas. Absurd. Dalam konteks aqidah Islam tidak ada istilah Alam Sana maupun Alam

    Sini.

    9. Dokumen file (Sertifikat 005)
    “Demi keteraturan Perbuatan Baik, Rukun dan Damai di Bumi atas tanggungan Talenta Umat yang disia-siakan; Maka Puja-Puji dan

    Doa Kesucian atas Kemenangan di Alam Sana dan Alam Sini di kumandangkan. Biarlah Pengkhianat-Penakut-Cabul-Penyembah

    Berhala-Pembunuh-Pemecah Belah di Ampuni dan Kembali ke Kerajaan Asalnya.”

    BERBAHAYA!! MERUSAK AQIDAH!!
    Mendoakan penyembah berhala agar mendapat ampunan adalah dosa besar. Menyalahi aqidah Islam. Kita boleh mendoakan kaum

    musyrikin agar mereka mendapat petunjuk. Tetapi memohonkan ampun tidak boleh. Memohonkan ampunan Allah hanya ditujukan untuk

    kaum Muslimin.

    “Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik,

    walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabatnya, sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu,

    adalah penghuni neraka Jahanam (At Taubah:113)

    Demikian yang bisa saya sampaikan. Semoga Anda menyadarinya. Semoga Anda mendapat petunjuk Allah. Saya turut mendoakan Anda.

    Dan semoga kita semakin waspada terhadap indikasi-indikasi penyesatan aqidah yang dilakukan pihak-pihak tertentu.
    Trim.

    Abu Fatih

  • Suryadi 6 years ago

    Indak lanteh angan Ambo basilek jo Sanak Potoxx. Sanak Potoxx pandeka, awak urang awam biaso. Labiah elok ambo baraja sajo dulu ka Sanak Potoxx. Namo Sanak batua POTOXX atau POTOK ko?

  • niadilova 6 years ago

    Hehehe….

    Terimakasih atas tawaran sanak potoxx alias edwar alias arus atas tawaran dan ajakannyo serta saran/masukannyo..

    sayang, tangah bulan ko ambo mesti baliak ka rantau subarang..

  • potoxx 6 years ago

    o iyo ma’a sabalun nyo wak salah masuak comennt.

    td wak baco artikel apak tentang minang saisuak. dan awak ingin apak publikasian lo tentang silek minang ko

  • potoxx 6 years ago

    tolong pak upload tentang silek minang kabau yo pak. buliah jan lupo lo masyarakaik kito jo beladiri minangkabau

    dan ma’af sabalunnyo kok bersedia apak wak nio ba silek jo apak

  • potoxx 6 years ago

    dima kampuang pak

    pak turuik wak ka sikabu di surantiah ulu tapampang di situ perguruan silek HARIMAU LALOK. d st posko wak mah

  • edwar 6 years ago

    dima kampuang pak..?

    bisa basobok wak mah ndk. kok ado wakatu pak pai jo awak ka acara alek nagari wak bukak sasaran di padang pulai mah. buliah bisa pak upload tentang silek minangkabau ndk,

    kok bersedia pak. wak tantang apak ba silek.

    ma’a sabalunnyo tolong di baleh yo pak suryadi

  • Suryadi 6 years ago

    Bulan Juli sampai awal Agustus tahun ini saya berada di kampung saya sendiri, setelah setahun artikel saya ini diterbitkan. Kemaren di salam satu warung di kampung saya, saya omong2 dengan orang-orang yang ikut LEMAPORA ini. Saya amati ekonomi mereka. Saya lihat apakah sudah ada tanda2 efek ekonomis dari keikursertaan mereka dalam LEMAPORA ini. Tampaknya belum ada tanda-tandanya, selain hanya terkesan bahwa mereka sudah dipungut biaya ini dan itu. Tahun depan saya akan pulang lagi ke kampung saya. Akan saya cek lagi apakah janji2 muluk penggiat LEMAPORA kepada masyarakat kampung saya itu sudah terealisasi, mengimbangi realisasi pungutan2 yang dilakukan LEMAPORA kepada orang2 kampung saya itu. Kalau belum, akan saya tunggu sampai tahun berikutnya: tahun 2013 saya akan pulang lagi. Kalau panjang umur dan ada rezeki, tahun2 berikutnya saya akan pulang lagi. Ingin melihat janji LEMAPORA itu akan terealisasi.

  • putra kapuas 6 years ago

    hehehehe,………
    ade2-jak,………….
    jenggot jangan di bakar om,…
    bukan kenapa2….bau nya omm,…
    xixixixixi……
    jenggot kalau bisa di kepang aja omm,…
    wakakakaka…….

  • Sunua 6 years ago

    HAHAHAHAAAA……

    KETAWE tergelak2 saia baca komen ni staf2 LEMAPORA ni
    apa dia tak baca komen2 diatas, link2 yg disertakan, dan khusus profile si penulis?? (Suryadi @Red)

    oom Arus, saia sudah baca semua tentang lembaga ini di Blog lembaga ini (lembaga banyak duik kok cuma di blog yahh..) dan saya hanya bisa tersenyum manis menyimaknya..

    Engku Nadi, suryadi tak punya jenggot dia, hahhaaa
    rasa2nya emte yang kebakaran jenggot deh… dan enten googling lah soal yang di sumbar ini dan anda baca tu baik2 profile suryadi, tapi memang belum sehebat pimpinan anda (oh yaa.. sapa yah pimpinannya?)

    Jadi, saia yakin, pembaca lain yg bukan orang LEMAPORA pasti juga senyam senyum membaca komentar anda :)

    Shalam..

  • putra kapuas 6 years ago

    Kelai kelailah kau,…….

    Ass,..pak Suryadi,….ketemu lg kite nie,…..
    jd ginik be sebenarnya,…
    biar tak jadi ribot kabar jak same si boss tu,…
    mane mane dese yg udah kelar bukunye,…realisasikan,…
    jadikan amuuuannnnn,…..hahaha

    ( kame sih,…..yakin benarrrrr,….(kate wak bacok)
    entahlahhh kawan-kawan,………(Kate wak bacok)
    cemane beb,.?????????
    Taulah tuhhhh…………… (kate si \ Si Beb,)

    Dunieee,…..Dunieeeeeeee………….

  • nadi 6 years ago

    S I S T I M B A N K DESA
    PENGERTIAN BANK DESA
    * ADALAH PERENCANAAN/PENGELOLAAN KEUANGAN DIDESA
    * SISTIM PERENCANAAN PENGELOLAAN YANG DIATUR OLEH DESA ITU SENDIRI
    A P A Y A N G M E N J A D I H A K O L E H B A N K D E S A ?
    *BANK DESA AKAN MENGHIMPUN DANA DARI MASYARAKAT DESA,
    * BANK DESA AKAN MEMINJAMKAN/PENGEMBALIAN DIATUR OLEH DESA ITU SENDIRI,
    * BANK DESA BERHAK MINTA BANTUAN PENGELOLAAN DARI LEMBAGA
    * BANK DESA BERHAK MINTA BANTUAN KEUANGAN KEPADA BANK DUNIA (WORD BANK)
    A P A Y A N G M E N J A D I K E W A J I B A N D A R I B A N K D E S A ?
    MENYELESAIKAN SEGALA ADMINISTRASI DARI BANK DESA
    MENAGIH NASABAH YANG MEMINJAM DARI BANG DESA
    MENETAPKAN PAJAK SESUAI PENGELOLAAN DAN UNDANG-UNDANG YANG BERLAKU DI R.I
    SETIAP DESA HARUS BERUSAHA UNTUK MENDAPATKAN SERTIFIKAT ATAU KELAYAKAN
    OLEH BADAN KEUANGAN INTERNASIONAL SEBAGAI SYARAT BAHWASANYA BANK DESA ITU
    LAYAK MENDAPAT BANTUAN PERMODALAN.
    D A R I M A N A A S E T A T A U D A N A A W A L B A N K D E S A ?
    1. A M A L B A K T I ( A.B)
    2. RETRIBUSI PASAR TRADISIONAL DESA ( R.P.T.D )
    3. ZAKAT AMAL MASYARAKAT DESA ( Z.A.M.D )
    4. HASIL DARI PERKASUS SIDANG DESA ( H.D.P.D )
    5. FEE PEMBANGUNAN PROYEK DESA ( F.P.P.D )
    6. SUMBANGAN SUKARELA MASYARAKAT DESA ( S.S.M.D )
    7. BANTUAN DARI LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL ( B.D.L.K.I )

    S E P E R T I A P A A T U R A N M A I N Y A ?
    1. A.B > 1.000 ORANG X Rp.10.000,- = Rp.10.000.000,-/BULAN X 12 BULAN = Rp.120.000.000,-/TAHUN.
    2. R.P.T.D > 1.000 ORANG X Rp.10.000,- = Rp.10.000.000,-/BULAN X 12 BULAN = Rp.120.000.000,-/TAHUN.
    3. Z.A.M.D > DIPUKUL RATA MASYARAKAT DESA YANG 1.000 ORANG
    DIPERKIRAKAN SEMENTARA RATA-RATA BERPENGHASILAN
    Rp.2.000.000,-/BULAN- MAKA 2.5% ZAKAT MEREKA ADALAH: Rp.50.000,-
    ZAKAT AMAL 1.000 ORANG X Rp.50.000,-=Rp.50.000.000,-/BULAN X 12 BULAN = Rp.600.000.000,-/TAHUN.
    4. H.D.P.D > 1.000 ORANG ARTINYA ADA 1.000 KASUS DAN PERKASUS
    DIANGGAP Rp.200.000.000,- MAKA 5% PERKASUS ADALAH 10.000.000,-/BULAN
    MAKA DITAHUN PERTAMA DIANGGAP ADA 1.000 KASUS, 1.000 X Rp.10.000.000,- = Rp.10.000.000.000,-
    5. F.P.P.D > UMPAMA SETIAP DESA PEMBANGUNAN RUMAH 200 UNIT DAN NILAI
    PER UNIT Rp.200.000.000,- MAKA 5% DARI Rp.200,000,000,-=Rp.10.000.000,-
    MAKA 200 UNIT X Rp.200.000.000,-=Rp.40.000.000.000,-DAN 5%NYA ADALAH = Rp.2.000.000.000,-
    6. S.S.M.D > 1.000 ORANG X Rp.10.000,- = Rp.10.000.000,-/BULAN X 12 BULAN = Rp.120.000.000,-/TAHUN.
    7. B A N T U A N D A R I L EM B A G A K E U A N G A N I N T E R N A S I O N A L ( ? )
    T O T A L D A L A M S A T U T A H U N A D A L A H Rp.12.000.000.000.000,- PADA TAHAN PERTAMA
    ini program yg telah terlaksana oleh lemapora,sebagaian uang yang terkumpul sudah dipinjam bagi peminjam dan pengembalian tidak mencekik,hanya sisakan zakat dari keuntungan yg didapat bagi peminjam,rata2 setiap desa yg tergabung sudah ada terkumpul,sekitar lebih kurng Rp 30 juta/desa, selama 1,8 tahun ini,apakah terpikir sama anda program seperti in,dan uang nya didesa masing2 yang memegang,ke absahanya boleh di cek didesa masing2.apakh ini yg di namakan merubah akidah,apakah anda berpikir pakai lutut,dan apa yg telah di lakukan desa per kelompok nanti kita akan bahas dan sekalian dengan contoh2nya.

  • nadi 6 years ago

    salam knl saudara suryadi,
    saya rasa anda satu2 yg merasa kebakaran jenggot dengan lemapora,apakah anda tau sejarah,apakah kamu belajar sejarah,jgn sejarah zaman suharto dibaca\itu adalh rekayasa belaka\apalagi anda sekolah di belanda,disana coba kau cari museum nasional,kau tengok pusaka indonesia banyak disana,dan kau baca buku sejarah tentang indonesia,disana anda menemukan apa itu lemapora.selidiki dulu,jangan asal melantur aja,kau ini kau bilang salah apa buktinya,anda bilang salah satu warga mu kami rubah agama org di ktpnya, kau tanya sendiri sama camatnya,karena camat mu yg mengeluarkan,kami tidak pernah mengeluarkan ktp warga ,yg ada sama kami fhoto kopi bukan asli,kalau kau merasa pintar jangan selidiki dulu,kau telusuri,kata anda,anda sering pulang kampung,silahkan datang yg boleh kami katakn kantor,kalau anda mersa pintar,datangi sumbernya, setelah kau ketemu sama orgnya kau boleh katakan benar atau tidak,kalau kami banding ilmu anda,sama ketua kami,masih seujung kuku anda,anda punya ilmu setinggi langit ,hanya diatas kertas,apa yang bisa anda berikan pada kampung alaman,apakah hanya menjelek2 kan org supaya org dikampung anda main ladiang,antar warga,sebnyak komentar yg anda buat tak satupun yg bikin anda punya ilmu tinggi,anda sama dengan pereman,ajar dulu,ntr penyelesaianya,apakh ini yg dinamakan org berpendidikan tinggi,org semakin tinggi ilmuny,semkin byak berpikir dr pada bertindak.,kau renungkan kta2 ini dulu,kalau msh kurg puas natr disambung.

  • arus 6 years ago

    SiapaApaKenapadan Bagaimanakah Lemapora Sebenarnya
    Yang jelas kami bukan aliran sesat!!!
    By. Sofia Trisna.S, SHI*

    Bismillahirrahmaanirrohiim

    Tulisan ini kami maksudkan untuk meluruskan kembali pemahaman dan persepsi yang salah mengenai lembaga ini. Karena sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai pengemban amanah untuk menyampaikan kebenaran ini.
    Kami bersumpah! Atas Nama Allah SWT. tidak ada sedikitpun kedustaan yang kami sampaikan.
    Lembaga ini bernama LEMAPORASUBABANE POALSEDAISIN :

    LE : Lembaga
    MA : Mahkamah
    PO : Potensi
    RA : Rakyat
    SU : Suku
    BA : Bahasa
    BA : Bangsa
    NE : Negara
    PO : Potensi
    AL : Alam
    SE : Semesta
    DA : Dan segala
    IS : Isinya
    IN : Indonesia

    LEMAPORA adalah wujud manifestasi dari cita-cita luhur yang dilahirkan dan dicetuskan oleh Fathers Funding Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu MR. Soekarno yang dilanjutkan dan diwujudkan melalui sistem yang dikembangkan oleh Family Haritage Trusthy Dinasty Prasasti National Multinational, yaitu para pemegang amanah Dinasti Prasasti Indonesia. Yang saat ini diketuai oleh MR. Surya Negara Jati Negara Nata Negara atau dikenal juga dengan nama Sham Brian Nobel. SHAM sendiri adalah kepanjangan dari Syeikh Maghribi Hasanuddin Al Muqarrabin.

    Lembaga LEMAPORA membawa misi untuk menyampaikan dan mengajarkan sistem pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat desa agar dapat diterapkan dan dijalankan di desa masing-masing sebagai bentuk upaya Bina Bangun Desa.
    Demi mewujudkan cita-cita Negara yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia dan keadilan sosial .

    Lemapora merangkum cita-cita itu kedalam bentuk pelayanan 4 Visi dan 13 Program, yaitu :
    4 Visi:
    1. Lingkari Dunia Dengan Damai
    2. Jangan Ada Satupun Yang Binasa
    3. Di Belakang Tidak Qudus Di Depan Qudus
    4. Bina Bangun Desa

    13 Program:
    101. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Amal Bakti Manusia dan Asuransi Bencana Alam.
    202. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Pemerintah.
    303. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Pesisir dan Laut.
    404. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Mata Air dan Sungai- sungai.
    505. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Darat (Pegunungan dan Daratan)
    606. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Bawah Bumi.
    707. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Udara.
    808. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Kebudayaan, Suku, Bahasa, Bangsa dan Negara.
    909. Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi Sumber Daya Keuangan dan Pasar.
    10.0.10 Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Potensi sumber Daya Jaminan Sosial dan Penghargaan Rakyat.
    11.0.11Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Perbuatan Baik Rumah Tangga, Agama dan Kepercayaan di Bumi abad ke 21.
    12.0.12 Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Limbah dan Sampah bagi Kesuburan Bumi dan Langit.
    13.0.13 Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Keadilan Seluruh Makhluk yang bernafas di Alam Semesta Raya.

    Kami muncul dari desa untuk mengangkat harkat dan martabat masyarakat desa. Karena desa yang mandiri adalah cikal bakal kemandirian suatu Bangsa. Dari desalah sumber-sumber pemenuhan kebutuhan itu ada, hanya desalah yang masih menyediakan sumber daya alam yang besar dan melimpah. Yang selama ini hanya dikelola dan dimanfaatkan sebagian besar untuk kepentingan Penguasa dan para Kapitalis. Kami hadir untuk mengadvokasi masyarakat desa untuk menyadari hak-haknya yang harus dipenuhi oleh Para Investor dan Penguasa yang telah mengeruk kekayaan di desanya. Untuk itu kami membentuk 20 Sesepuh Desa yang akan bertanggung jawab dalam pelayanan 4 Visi dan 13 Program pembangunan di desa Yang terdiri dari:
    7 Pemuka Agama sebagai penanggung jawab pelayanan 4 Visi yang intinya menjamin keteraturan hidup sesuai ajaran agama, demi tercapainya kehidupan yang rukun dan damai antar umat beragama, dengan selalu mengajarkan perbuatan baik seperti yang telah diajarkan oleh para Nabi dan Rosul. Para pemuka agama ini terhimpun dalam suatu wadah Lembaga Kandang Rosul Desa. Arti kandang Rosul Desa yang kami maksud memiliki makna Filosofi yang sangat tinggi yaitu sebagai wadah tempat berhimpun dan berkumpulnya para utusan agama di desa, yang saling menghargai perbedaan satu sama lain tetapi tetap dalam satu tujuan menciptakan kehidupan yang rukun dan damai di muka bumi. Harus diingat kita hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain, yang juga memiliki hak yang sama. Dalam hal di Sumatera Barat yang hampir seluruh penduduknya beragama Islam, maka 7 Pemuka Agamanya ialah para Alim Ulama dan Tuangku yang ada di desa bersangkutan, keberadaan mereka di desa sangat penting dalam pembinaan Iman dan Aqidah Umat. Tolong dicermati! pemuka agama ini tidak didatangkan dari luar tetapi diangkat dan ditunjuk dari dan oleh masyarakat desa itu sendiri tanpa interfensi dari pihak manapun. Jadi mustahil kami mengajarkan suatu pemahaman atau aliran sesat manapun,
    13 Pemuka Adat sebagai penanggung jawab 13 Program pembangunan dan pembinaan serta pemelihara adat budaya dan seluruh potensi alam di desa sebagai sumber kekayaan Bangsa. Dan tentunya adat budaya yang dikembangkan adalah adat budaya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang hidup dalam masyarakat. Dan mereka terhimpun dalam Lembaga Mahkamah Adat Budaya Desa.

    Setelah 20 sesepuh desa terbentuk, maka mereka akan mengumpulkan anggota dan menyusun kelompok-kelompok usaha di desa yang total tiap-tiap desa adalah 100 kelompok usaha desa dengan jumlah anggota 1000 anggota sesuai dengan jumlah penduduk di desa.
    Kemudian diberikan pembinaan dan pelatihan kepada mereka untuk merealisasikan program pengadaan Bank Desa dan Pasar Tradisional Desa sebagai sentral keuangan dan sentral ekonomi masyarakat desa. Melalui gerakan Amal bakti (infak) setiap anggota Rp.4.000/bln. Dengan perincian :

    @ Rp. 1000/bulan/anggota sebagai modal pembentukan Bank Desa
    @ Rp. 100/hari/anggota sebagai modal pembentukan Pasar Tradisional Desa

    Dengan perkiraan nominal jika ada 1000 anggota tiap desa:
    @ 4000 x 12 x 1000 = Rp. 48.000.000,00 dana yang bisa dikumpulkan di Bank Desa pertahunnya, itu adalah jumlah yang tidak sedikit.
    Nilai itu akan jauh lebih banyak jika masyarakat desa mau menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya melalui Bank Desa. Amin Ya Allah.

    Dana yang terkumpul melalui gerakan amal bakti ini dikumpulkan di Bank Desa dibawah pengelolaan dan pengawasan 20 Sesepuh desa yang memiliki budi pekerti yang luhur, jujur dan amanah, karena dana yang mereka himpun berasal dan infak dan sedekah masyarakat desa. Bahkan diharapkan melalui peran alim ulama desa , Bank desa bisa menjadi Badan Amil Zakat, Infak dan Sedekah atau BAZIS di desa bersangkutan.

    Setiap anggota berhak mendapatkan manfaat dari Bank Desa. Dalam bentuk pinjaman maupun hibah baik untuk keperluan modal usaha anggota, maupun kegiatan-kegiatan sosial masyarakat desa, seperti santunan kematian, santunan sakit maupun santunan perkawinan. Penyaluran Dana ini diatur secara kekeluargaan melalui musyawarah dan mufakat ( Sidang Desa ). Sekali lagi kami tekankan seluruh dana dikumpulkan dan dikelola oleh pengurus desa masing- masing . Sampai saat ini operasional lembaga murni dari gotong royong setiap anggota yang terpanggil hati nuraninya untuk melakukan perbuatan baik amar maruf nahi munkar .

    Lemapora memiliki Infrastruktur Kekebalan Hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia Asia Internasional dalam Lembaran Negara No. 01. RI. 1-V/ 09.06.06/ TFIAI dengan Legalitas Internasional No. 10920001 V GR Indonesia 2006.

    Adapun yang menjadi polemik ditengah masyarakat bahwa kami mengiming-imingi masyarakat dengan bantuan rehab rekon pasca gempa itu tidak benar. Yang benar adalah kami berusaha mengadvokasi masyarakat agar bisa mendapatkan haknya melalui program ansuransi bencana alam yang dicanangkan oleh Bank Dunia, kami wujudkan melalui program 101. Yaitu Pusat Pemeliharaan dan Pengelolaan Amal Bakti Manusia dan Asuransi Bencana Alam. Itu hanya bisa terwujud apabila seluruh unsur: Pemerintah, Rakyat dan Wilayah Bersatu!!! . Kami mengusahakan dan mengupayakan agar masyarakat desa khususnya korban bencana mendapatkan tempat tinggal yang layak. Kami hanya menolong Pemerintah melakukan kewajibannya yang tertunda terhadap rakyat. Bukankah ini adalah tugas dan kewajiban Pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya???. Melalui media ini kami menghimbau seluruh pihak terutama Pemerintah dan Lembaga Masyarakat terkait, marilah kita bersama mewujudkannya sebagai bentuk kepedulian Pemimpin yang berhati nurani.

    Sebagai laporan, sudah lebih 60 desa yang telah bergabung dalam Lemapora Sumbar dan lebih 50% telah menjalankan sistem yang telah kami ajarkan. Jika dikumpulkan jumlah dana yang terhimpun melalui sistem Bank Desa tidak kurang dari Rp. 500.000.000,00 angka yang fantastis bukan, dan itu baru berjalan 1 tahun. Bagaimana dengan tahun berikutnya??? Dan itu butuh perhatian pemerintah, dalam bentuk dukungan baik moril maupun materiil, bukan malah ikut menfitnah kami dengan kebohongan yang diada-adakan berdasarkan dugaan semata.

    Melalui media ini kami menghimbau pemerintah dan pihak terkait yang selama ini intens memberikan pemberitaan negatif yang sepihak untuk mau meluruskan permasalahan ini. Allah SWT. berfirman dalam Surat An-Nahl ayat 105, yang artinya:
    Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah pembohong . Naudzubillah!
    Kami siap memenuhi undangan dari pihak manapun. Karena kami berjalan dalam koridor yang lurus, tidak menyalahi aturan hukum apapun, baik itu agama, norma, maupun hukum positif yang berlaku. Karena perjuangan kami dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila yang luhur dan semangat UUD 1945 yang murni dan konsekuen, serta nilai-nilai ajaran Islam yang kami junjung tinggi. Untuk lebih jelasnya silahkan hubungi kami, pintu kami terbuka selebar-lebarnya kepada siapa saja, dan kapan saja untuk mempelajari Program dan Sistem kami.

    Sekali lagi Lemapora adalah Lembaga yang Murni dan bebas dari unsur politik, SARA dan golongan. Hanya perbuatan baik untuk kemanusiaan yang menjadi tujuan perjuangan kami dan hanya perbuatan ikhlas dalam beramal yang menjadi kekuatan kami. Karena kami hanyalah golongan kecil umat muslim yang merasa terpanggil untuk selalu mengajak berbuat baik melalui gerakan amal bakti.

    Allah SWT. berfirman dalam surat An-Nahl ayat 76, artinya : Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, kemana saja disuruh, dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus?” Allahu Alam.

    * Penulis adalah Sekretaris Umum Bina Bangun Desa Lemapora Sumbar.
    Alamat: Desa Duku Padang Galo Nagari Pilubang Kec. Sungai Limau Padang Pariaman

    NB: kepada Yth.Bpk Suryadi, apa yang bapak katakan benar, semua mimpi ini tidak akan terwujud jika semua unsur: pemerintah,wilayah,dan rakyat tidak bersatu, kami mengulurkan tangan kepada semua pihak, yang memiliki cita-cita yang sama, Mari!!! kita buktikan pada dunia! bahwa kita bangsa yang kaya…mdh@ bapak dan kita semua termasuk orang yang benar-benar peduli umat dan kemanusiaan. amiin

    email : sofia_trisna@yahoo.com

  • arus 6 years ago

    kalau anda semua tidak percaya dengan lembaga ini ya sudahlah, jangan banyak bacot, dan jangan banyak komentar yang ngak-ngak, yang jelas kalau saudara mau dialok silahkan datang kami akan siap menjelaskan apa yang akan saudara tanyakan jangan sembunyi-sembunyi seperti ini, saya mengundang saudara untuk dialok langsung. saya ndak suka dengan cara saudara mencla-mencle seperti ini. sebanyak yang saudara komentari tidak berpengaruh sama sekali terhadap ke anggotaan yang telah kami rekrut. saudara hanya bisa bicara yang tidak ada bukti sama sekali. sekali lagi saya pribadi mengundang saudara untuk dialog langsung kapan perlu live TV. saya akan kontrak salah satu siaran TV swasta untuk LIVE dengan saudara.

  • Yono 6 years ago

    Assalamu alaikum wrwb pak Suryadi dan orang2 yang mengaku dari Lemapora,,gerakan lemapora sudah ada di subang-jawa barat juga, yang katanya akan memberikan bantuan bernilai jutaan, kasihan rakyat miskin yang rela mengeluarkan uang sebagai syarat dapat bantuan, har itu udah berjalan dari sekitar 2 atau 3 tahun lalu, pada kenyataannya, saya tanya sama tetangga orang2 yang ikut, mereka masih tetap miskin, gak ada uang yang dijaanjikan berjuta2,,

  • Suryadi 6 years ago

    Malah tragis, Sdr. Marvel. Eh, rupanya sudah menyebar pula di Kalimantan Barat, Sdr. Bnkz. Tapi, berdasarkan informasi dari Sdr. Bnkz di atas, wacana yang dikembangkan Lemapora di Kalimantan Barat tetap absurd, sebagaimana halnya di daerah2 lain seperti di Pariaman. Mudah-mudahan masyarakat Kalimantan Barat tidak tergiur oleh janji-janji yang melenakan tapi tak pernah akan jadi kenyataan.

  • Bnkz 6 years ago

    Assalamualaikum wr.wb. pak Suryadi
    Kalau di Kalimantan Barat malah sudah masuk TVRI lokal pak. Keren juga tuh masuk tv. Mudah2an pada jam siarannya lebih banyak orang yang nonton sinetron Indonesia di TV-TV swasta daripada nonton TVRI, sehingga tidak banyak yang terpengaruh. Salah seorang tokoh penggerak Lemapora bilang dana di BI sebesar 3ratus trilyunan seharusnya dicairkan dan dapat digunakan untuk memperbaiki ekonomi rakyat sebab uang itu milik rakyat, dan seharusnya tidak disimpan. Pernyataan begitu kan bisa bikin rusuh pak. Apa bukan provokator yang seperti itu ? Mana dia bilang bank-bank akan menerima dana untuk disalurkan yang arahannya dari dia. Kaya gubernur BInya aja nih orang, kasih arahan ke bank.
    Saya juga sempat liat-liat isi dokumen Lemapora ini (mereka keliling instansi dan bank-bank di Kalbar untuk minta jadwal presentasi). Bahasanya amburadul, semua cap stempel yang kira-kira penting muncul disitu, dan ada halaman yang kira-kira mengatakan “Bagi yang tidak percaya isi dokumen ini akan mendapatkan hukuman dari Yang Maha Kuasa berupa sakit, jatuh miskin dan yang paling berat adalah kematian”. Waduh, kok malah nyumpahin orang. Kalau bisa saya copy sudah saya scan dan tampilkan di forum deh, sayang tebal banget dokumennya. Buat saya sih lembaga ini (kalau bisa disebut lembaga) hanyalah provokator yang memaksa dengan mengancam agar orang-orang percaya dengan ucapan2 dan pernyataan mereka. Tetapi efeknya berbahaya jika banyak yang terpengaruh. Soalnya di Kalbar kan cukup rawan soal isu-isu masyarakat, apalagi kalau menyentil masalah etnis.

  • Marvel Ramdany 6 years ago

    Setelah membaca panjang lebar ternyata cukup dialektis dan dramatis,

  • Suryadi 6 years ago

    Soal uang pinjaman ini itu, memang masyarakat kita di desa2 sering cepat percaya, Sdr. NN. Tak semudah itu dapat pinjaman uang dari LN. Pinjaman2 seperti itu tak lain adalah kapitalis yang menjerat. baru kali ini say adengar ada pinjaman dari World Bank tanpa bunga. Lemapora yang di Jawa Barat sudah lebih dahulu ada dari yang di Pariaman. Justru yang di Jawa barat itu dibubarkan dan diusir oleh masyarakat di sana.

  • NN 6 years ago

    Sdra Awan…

    Kabar dari mana?? kabar angin?? atau adakah link beritanya??
    Setau saya yahh… bantuan asing itu, apalagi dari WB, baik itu berupa HLN ataupun BLN harus melalu departemen keuangan, tidak bisa lansung seperti yang kabarnya menurut saudara itu, mungkin anda tau tentang bantuan aceh pasca tsunami dulu kan?? bantuan asing yang berupa uang, harus melalu DIPA yang di keluarkan dep keungan, kalaupun ada asing lansung bantu, mereka harus terjun lansung kelapangan…

    setau saya, sampai saat ini kabar dr lembaga diatas hanya angan2 saja baru, tolong bantu saya link baik dr media ataupun web lembaga itu (masak dananya besar itu gak punya web resmi)

    terimakasih

    oh yah.. untuk mas sos komen sebelumnya, yang dijawa barat itu lebih duluan dr yg sumbar mas, dan apa sudah ada hasilnya???
    dari info yg saya cari.. belommm

  • awam 6 years ago

    kpda, yth bpk Suryadi sya dpat kabar tentang LEMAPORA skarang sudah masuk wilayah tasikmalaya bahkan pengurusnya dari golongan politikus daerah. Kabar yang kami terima lemapora akan meminjamkan uang tanpa bunga, dengan pengembalian jangka waktu tdak terbatas. Bsar pinjaman 1 smpai 100 juta. Sumber dana dri world bank yg di salurkan melalui BI, BUKOPIN, BRI, NIAGA dan mandiri. Tolong pa, sgera cari kbenarannya kasihan rakyat indonesia. Yg jd prtanyaan saya, apakh sudah ada desa yg berhasil mndapatkn dana trsbt?

  • SOS_ 6 years ago

    bagi yang percaya monggo d lanjut… bagi yg kurng prcya, jgn trlalu memprmasalahkan apalagi klw pengetahuan tentang lemapora kurang memahami. Susah untuk mengatakan salah dan benar………. klw memang salah kenapa pemerintah dari dulu tidak mengeluarkan larangan pemberhentian lembaga ini,, malah prgrknnya saat ini sudh sampai ciamis, tasik jawa barat. dikatan benar belum pasti, karena ada daerah d potianak sudh beres dokumen bank desa nya namun sampai saat ini belum cair juga.

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. NN,
    Terima kasih atas info mengenai berita2 online lain mengenai lembaga LEMAPORA yang disampaikan dalam komentar Saudara.

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. n-Z, saya kira penilaian Saudara itu terhadap lembaga LEMAPORA sama dengan penilaian banyak orang lain. Masalahnya terletak pada para pemimpin lembaga ini sendiri yang HANYA DAPAT ‘MEYAKINKAN’ ORANG-ORANG LUGU DI DESA-DESA, TERUTAMA IBU-IBU (INDUAK-INDUAK) YANG BEGITU TERGIUR DENGAN PITIH….HEPENG…UANG…FULUS, tapi TIDAK DAPAT MEYAKINKAN ORANG-ORANG YANG BERPIKIR KRITIS DAN RASIONAL SEPERTI SAUDARA, SAYA, DAN BANYAK ORANG LAIN. Saya sudah membaca NARASI TEKSTUAL lembaga ini, yang kopiannya dibagi-bagikan kepada orang kampung, yang ditandatangani oleh beberapa orang yang terkesan penting, yang diberi stempel yang terkesan penting, yang mengatasnamakan berbagai kepala agama. Kebanyakan isinya dan penjelasan di dalamnya ESOTERIK kalau tidak dikatakan ABSURD.

  • n_Z 6 years ago

    ass,,,,,,,
    salam kenal Pak Suryadi….
    Saya pernah bertemu dg pak Yuridis.dan memintA keterangan tentang lembaga lemapora ini, dan pak yuridis menjawab” tidak adak maksud selain menjalankan fisi misi lemapora membantu masyarakat.” waktu itu pak yuridis tidak memjelas kan kapan bantuan itu akan turun, sewaktu saya tanya pak yuridis “dimana pusat lembaga ini di indonesia?” dia mengatakan dijakarta dan dipimpin oleh BERNARD lalu saya minta nomor henpond pinpinan lembaga ini ( BERNARD )dan yuridis menjawab”(NDAk PARALU LO TAW DOH…” KECEK NYO”) tidak perlu saudara tau “dan senjak itu saya tidak percaya dengan lembaga ini.

  • n_Z 6 years ago

    ass,,,, sya tidak setuju dg lembaga, ini

  • NN 6 years ago

    Pebri…
    Anda staf LSM Lemapora yahh????

    Bagaimana tanggapan anda tentang berita di blog yang lain ini??
    - LSM Lemapora Resahkan Masyarakat http://amirpiliang.wordpress.com/2010/09/14/lsm-lemapora-resahkan-masyarakat/
    - LSM Yang Mereshkan Masyarakat http://amirpiliang.wordpress.com/2010/09/07/lsm-yang-mereshkan-masyarakat/

    dan banyak lai, cuba anda gugel!!

  • pebri 6 years ago

    sebelum kita menilai baik dan buruk nya lembaga ini,sebelum kita berkomentar yg tidak2,alangkah bagus nya kita bertanya lansung kepada pimpinan lembaga ini, utk sumbar di pegang oleh bpk drs yuridis yg ber alamat di kenagarian pilubang kec sungai limau,,tanyakan semua tentang lembaga ini,jangan mendengarkan kata2 orang yg tidak bertanggung jawab,klu memang lembaga ini di kabarkan mrusak aqidah atau merubah agama.tlg di buktikan lansung siapa org nya alamat sikorban dimana dan sudah berapa banyak org yg di rubah agamanya oleh lembaga ini,jangan asal ngomong kumpulkan bukti2,kapan perlu laporkan ke polisi klu memang lembaga ini salah tujuan.fitnah namanya klu asal ngomong ngak ada bukti..NDAK ADO ORG MINANG YG NIO MARUBAH AGAMONYO DO WALAPUN NYAWO TARUHAN NYO,DIGALAK AN NYO AWAK DEK URANG AGAMO LAIN MANDANGAAN NYO..bapak drs yuridis adalah seorang guru,pegawai negeri,berpendidikan punya ilmu pengetahuan,yg jelas dia bs menilai mana yg baik dan buruk,klu memang lembaga ini salah tujuan mungkin sudah di tangkap polisi pimpinan tertinggi lembaga ini,dan ngak mungkin pula lah bpk drs yuridis mau menjerumuskan kakak adek sanak famili nyo serta org kampung nya sendiri..yg jelas dia punya niat baik utk org banyak…..,JAN DI CEMEEH AN,DI FITNAH,DI TAMBAH2 KATO2 YG INDAK2,JAN DITUDUAH KLU NDAK ADO BUKTI,YG JALEH SABANYAK MA URANG NAN BANCI SABANYAK TU PULO URANG YG SAYANG…PELAJARI LAH DULU KEBENARAN NYO….KLU MEMANG LEMBAGA IKO BATUJUAN SALAH MUNGKIN ALAH DI TANGKOK POLISI MA…basyukurlah awak karano masih ado urang mode bpk drs yuridis yg masih mamikian nasip kampuang jo urang banyak,,muda2han awak sadok e di lindungi allah swt ,sagalo karajo yg di buek ko muda2han bajalan dijalan yg bana…mohon maaf ambo sagalo kato yg tadorong,,ambo cuma ba maksud malurus kan sajo

  • putra kapuas 6 years ago

    Assalamuallaikum,..wr.wb.
    Pak Suryadi ada kabarvbaru lg neh…
    kata petinggi2 lembaga ini dananya bukan dari harta warisan sukarno lg, tapi bantuan dari bank dunia lg,..
    gendengg,….keterangan nya bolak balik aja,….
    dan yg lebih mencegangkan lg katanya ketua PBB anak nya sukarno pula,…
    dan katanya pula,..kalau negara2 luar mau pinjem duit ke Word Bank musti dgn tanda tangan beliau,….ckckckck,…hebatttttt…( boong nya tapiiiiiii)

  • Suryadi 6 years ago

    Seperti terefleksi dalam artikel saya di atas, saya kurang percaya kepada lembaga ini, Pak Aswad.

  • aswad 6 years ago

    pak menurut bapak apakah lemaparo ini bisa dipercaya seperti yang mereka propagandakan? mohon penjelasannya.

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. Putra Kapuas,
    Tidak apa2 laman blog ini digunakan untuk dialog. Memang itu antara lain maksud blog ini dibuat. Mudah2an akan muncul reaksi dari Sr Rivan dkk. Semoga Lemapora, atau apapun namanya, bukanlah pekerjaan iseng-iseng.

  • putra kapuas 6 years ago

    Terima kasih pak Suryadi atas kelapangan hati bapak,..
    yahh,..mudaha2 an masyarakat akan faham tentang semua polemik yg terjadi atas lemaga LEMAPORA ini,..karna menurut saya lembaga ini memang punya maksud tertentu selain koar nya tertang misi membantu rakyat seperti nya memang mereka punya kepentingan lain untuk golongan atau kaum mereka sendiri.
    Lembaga ini tidak patut di ikuti atau di buat sebagai naungan oleh masyarakat karna tidak jelas asal usul nya bapak bayangkan aja lembaga yg katanya punya kemampuan keuangan sekian ratus triliun kantor nya aja ndak punya,..susunan anggota nya aja ga ada gimana masyarakat mau tau jelas tentang lembaga ini, yg lebih menyedihkan lg dia punya Website dan blog isi nya cuma tiga baris,..mana Website nya yg gratisan lagi,..( hahahaha )
    liat aja pengurus nya di tanya ga bisa jawab,….
    buat masyarakat indonesia semuanya jangan mau sampai terbujuk oleh lembaga ” KANDANG KAMBING ” ini buang2 waktu saja,…
    Inssyaallah,…yang kuasa ndak akan menguji umat nya di atas kemampuan umat itu sendiri,…terus semangat wahai saudaraku demi hari esok yg cerah,…dan jangan lupa beribadah dan berdo’a,…
    buat pak suryadi,….Terima kasih banyak atas sewmua inforemasi dan dan pemikiran2 bapak,….saya yakin bapak adalah salah satu putra terbaik bangsa yg peduli terhadap masyarakat yg haus akan informasi.
    Salam hormat saya untuk bapak sekeluarga,…
    semoga yg kuasa selalu melimpahkan rahmat dan hidayah nya buat kita semua,…Aminnn,….
    Wasalam,….

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. Putra Kapuas, tidak apa-apa. Toh blog ini gunanya meman guntuk dialog di antara kita yang berjauhan. Mudah-mudahan Sdr. Rivan akan menjawab. Oh…ada lagi cerita baru: dana LEMAPORA di Hongkong Bank? Wah…sebelumnya dikabarkan di bank Swiss, sekarang di Hongkong Bank. Segera tuh dicairkan hendaknya, supaya rakyat yang sudah dijanjikan dapat merasakan realisasi janji2 dari LEMAPORA.

  • putra kapuas 6 years ago

    kepada saudara Revan :
    tlg di jawab dong pertanya’an saya yg mungkin mewakili pertanya’an masyarakt indonesia yg lain nya,…
    anda psti tau saya tau anda mengerti tentang semua ini karna anda kan memegang bagian ke uangan di lembaga ini,….
    kalau memang lembaga ini benar2 ingin membantu masyarakat dan ingin mengangkat derajat dan martabat masyarakat,….tapi sebelum itu angkat dulu martabat lembaga ini dengan menjawab pertanya’an ini, kalau memang lembaga atau semua rencana dan wacana nya benar,…atau mungkin memang lembaga ini, lembaga tempat berkumpul nya para tukang tipu,..
    Buat Bapak Suryadi saya minta ma’af Blog anda jd acak2 kan,…karna saya mau tanya kepada lembaga ini susah,…Blog nya ga ada isi nya cuma dua baris aja ga jelas isi sama maksud nya,…..saya minta ma’af sekali lg pak Suryadi. Sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terima kasih,……

  • Suryadi 6 years ago

    Beste Sdr. Revan,
    Silakan dijawab pertanyaan-pertanyaan dari Sdr. Putra Kapuas. Saya, dan mungkin rekan-rekan lain yang memberi komentar terhadap artikel ini, juga ingin mengetahuinya.

  • putra kapuas 6 years ago

    Kepada saudara Revan,…
    saya mau menanyakan apakah dana yg di berikan kepada msyrakat itu akan di kembalikan lg atau tidak…?
    kalau iya,..pengembalian nya kemana..?
    dan siapa yg akan bertanggung jawab,..?
    apakahh lembaga ?
    atau masyarakat sebagai si pemakai dana tersebut.
    untuk klonfirmasi nya saya ucapkan terima kasih,…

  • putra kapuas 6 years ago

    Asallamu’allaikum Pak Suryadi,…
    saya mendapat informasi bahwa dana lembaga LEMAPORA di simpan di HONGKONG BANK, dan sekarang dana itu telah sampai ke indonesia, di transfer ke rekening Sdr. BERNARD yg notabene Sdr.BERNARD ini ketua lembaga LEMAPORA itu sendiri, dan jumlah nya sangat signifikan dana itu berjumlah Rp 950 triliun saya minta tlg kpd bapak,.untuk mengklarifikasi kebenaran nya, dgn chanel atau penghubung yg bapak miliki,..mohon bantuan nya pak Suryadi. Sebelum dan sesudah nya saya ucapkan terima kasih. Wasallam…

  • Suryadi 6 years ago

    Iya, sudah nggak tahu lagi yang mana harus dipercaya, Sdr. Ryo BBM.

  • ryo bbm 6 years ago

    halahhhhhhh,….pusing pala aku ade lembage tada genah, ade pemerintah,…tak pernah begenah

  • Suryadi 6 years ago

    Buat apa tuh KTP dan foto 3×4 dikumpulkan, Pak HUMKUM? Bagaimana? banyak yang tertarik di Ciamis dan sekitarnya? Apakah juga ada gerakan LEMAPORA di daerah-daerah Indonesia yang mayoritas Kristen atau Hindu? Seperti di Papua atau di Bali?

  • kumkum 6 years ago

    Pak Suryadi yang terhormat,
    Perlu kami informasikan bahwa lemapora kini sudah ada didaerah tasikmalaya-ciamis-jawabarat sekarang gerakannya masih dalam tahap pengumpulan KTP dan foto 3×4 . Sy sendiri salah satunya.

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. Enstin,
    Komentar Sdr. Shadik di atas mungkin bisa Anda pikirkan lebih dalam. Saya setuju dengan Sdr. Shadik bahwa ada beberapa aspek yang kurang masuk akan — kalau tidak ingin mengatakan utopia — dalam konsep dan pernyataan-pernyataan Lemapora, antara lain ya, soal harta karun Sukarno itu, bantuan Bank Dunia, dll. sebagainya. Yang jelas, Anda, atau siapa saja yang concern dengan aktivitas Lemapora ini, coba terus mengamati kegiatan lembaga ini. Coba sama-sama kita lihat apakah janji-jani yang dikemukakan oleh para penggiat lembaga ini terimplementasi di lapangan. Kita lihat saja…

  • Enstin 6 years ago

    Selama ini saya terus mencari tahu tentang “Lemapora”. Informasi tambahan yg saya dapatkan dari http://bip45.blogdetik.com dan http://arnaulycapres.blogspot.com/. Tapi bukan pencerahan yang saya dapatkan, melainkan “tambah bingung”. Kesimpulan saya sementara : BIP 1945 dg program Lemaporanya mendambakan kejayaan RI seperti yg dicita-citakan Soekarno dengan memanfaatkan Dana Warisan Soekarno yg tersimpan di Bank Luar Negeri (entah di mana persisnya). selain itu mereka ingin meneruskan faham “Marhaenisme” yg digagas Sang Proklamator itu.
    Saran saya, agar Pak Suryadi mengunjungi Web Site yg saya sebutkan di atas, serta memberikan statementnya agar saya dan rekan2 yg lain tidak tambah bingung.
    Terima kasih.

  • shadik 6 years ago

    misi lemapora terlalu mengada-ngada dan fiktif… apa mungkin ada Lsm yg mau membantu rakyat dengan sumber dana dr bank dunia tanpa perlu berurusan dengan Negara????? apapun lembaga yg berdiri di negara hukum harus lah mndaftrkan diri di negara, klo tidak mau disebut lembaga ilegal, atau lembaga ini memang sengaja menatang negara????

  • Suryadi 6 years ago

    Salam Sdr. Syafri,
    Saya mohon maaf, saya tidak mengerti konteks komentar Sdr. Sjafri. Saya justru mengkritisi Lemapora yang, meminjam kata-kata Sdr. sendiri: “[...] menambah trauma psikis dan potensinegatif (pertengkaran dll) dalam masyarakat banyak sekali iming-iming ini dan itu.” Saya kira Sdr. Syafri tidak membaca secara teliti dan menyeluruh artikel saya di atas. Makanya, seperti kata Dinda NN di atas, terasa ‘nggak nyambung’ (untuk tidak mengatakan asbun). Saya sama sekali tidak buta dengan masalah sosial politik dan budaya kita di kampung. Saya orang biasa saja, Sdr. Syafri, dan sebagai manusia, sering pula berlaku daif.
    Wassalam,
    Suryadi

  • NN 6 years ago

    Sdr. syafri Awal

    Anda berkomentar tentang apa? kok gak jelas dan gak nyambung itu
    coba anda baca2 dulu biografi penulis, walau ybs tidak berdomisili dikampungnya lagi, pariaman sana, tapi setahun sekali masih dijalangnya kampung itu.

    dan juga anda harus tau, besar penulis juga di daerah pariaman ini.

  • syafri Awal 6 years ago

    Yth…..
    Pak Suryadi……
    Pak jadi orang pintar dan berilmu banyak janganlah memporak porandakan…masyarakat…apalagi…masyarakat yang sempat trauma bencana alam….,dg keberadaan lema Lemapora….malah menambah trauma psikis dan potensi…negatif (pertengkaran dll) dalam masyarakat banyak sekali iming-iming ini dan itu. Saya lihat profil bapak sdh melalang buana……sekolah tinggi-tinggi di Universitas terkemuka di dunia tp bapak tidak pernah tahu efek konflik apa yg terjadi dalam masyarakat kami. Ya..mungkin bapak tidak pernah tinggal di pariaman mungkin dan mungkin juga bapak tidak pernah duduk dan hidup berdampingan dengan masyarakat. Apakah bapak hanya ign mencari popularitas saja di sana….?

  • nehru agil syahbana 6 years ago

    Ok..trimakasih buat sdr suryadi dipadang.memang seprti nya opini sdr agak menggelitik hati sy, itu karena sy sudah sangat mengerti dan faham betul ttg lemapora.
    LEMAPORASUBABANE POALSEDAISIN adlh lembaga Amanah dari para Pejuang, Perintis dan Pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia.yang berdasarkan Pancasila dan UUD’45 Serta berBhineka Tunggal Ika.Yang pada waktu nya di abad 21 ini di munculkan dan dilaksanakan untuk kepentingan dan kebutuhan Rakyat indonesia.
    lemapora adalah lembaga kerukunan ummat sekaligus lembaga Investasi,dan satu2nya lembaga Investasi yang di angkat dan di syahkan oleh 18 Badan lembaga dunia dan lembaga2 keuangan internasional serta di percaya dan di beri kewenangan untuk mengelola Dana-Dana Kemanusiaan dan Dana-Dana Pembangunan Nasional - internasional.yang apabila program lemapora sudah berjalan maka dalam pendistribusian dananya akan disalurkan melalui dari Bank dunia — BI — Bank2 Pelaksana / Bank2 Desa. Sesuai dengan Waktu, Tempat serta Kebutuhan dan kepentingan Rakyat Desa.Maka dalam program Awal lemapora adalah pengadaan Bank Desa dan Pasar Tradisional Desa.
    Kegunaan Pasar Tradisional Desa adalah untuk menampung dan memasarkan produk usaha- usaha Desa .inilah sekilas gambaran ttg lemapora.

    memang tulisan2 yg terdapat pada buku2 lemapora baik yg dibuku Notarial, Peta kerja dan visi - misi nya dll, ada beberapa bahasa yg sulit di mengerti bagi yg awam untuk menterjemahkan.sebab bahasa2 itu di ambil dari falsafah kuno (bhs nya para sufi ,para wali dan kerajaan kuno).tapi itu sebenarnya mengandung arti yg sangat baik,luas dan sangat dalam, baik dr yg tersurat maupun yg tersirat. tlg tanyakan kpd orang yg mengerti dan ahli sejarah /orang2 tua atau sesepuh2 di indonesia ini.karena klo dicari arti dan pengertiannya dr dlm kamar tidur ya.. pasti tdk akan ketemu..!.

    Beberapa hal yg sdh di jelaskan oleh sdr Rivan itu mmg benar adanya. Adapun tujuan dari lembaga ini sy menilai nya sangatlah mulya dan akan mengagkat derajat, harkat dan martabat bangsa ini. Dari sisi programnya saja ,sangatlah sederhana. akan tetapi system kerja dan pelaksanaan pelayanan kemanusian nya dan pelayanan Pembangunan nya sangat terarah dan proporsional.Dan masyarakat yang di berdayakan nantinya akan menjadi pekerja dan bekerja secara profesional, Amanah, dan bertanggung jawab.sebab di lembaga ini di ajarkan tentang pendidikan morality, yakni penekanan ttg bgmn kita harus mempunyai akhlak yg baik menurut agama nya masing2 ( bina diri, bina iman, bina ummat ) sebelum menjadi pekerja atau menjadi pelaku usaha dan menjadi pelaksana pelayanan2. shingga orang akan sadar diri dan bisa menempatkan diri sesuai dengan profesi dan skill nya. Juga di ajarkan ttg budaya gotong -royong dan tolong -menolong bersesama yang sesuai dg adat dan budaya bangsa indonesia yang berBhineka Tunggal Ika.
    Saya yakin InsyaAlloh mudah2an bila program ini terlaksana di desa2 seluruh indonesia, maka negara kita akan menjadi negara yg maju, aman dan damai, makmur , sejahtera serta adil dan merata dalam pembangunan di segala bidang.Dan yang pasti TKI-TKI kita yg kerja di luar negeri akan pulang semua,karena di desanya masing2 sudah banyak lapangan pekerjaan yg sangat menguntungkan bagi mereka nya.Dan sy yakin juga orang2 yang Urban akan kembali ke desanya masing - masing.,termasuk juga orang terpelajar / Sarjana2 yg berasal dr desa2 tersebut, mereka yang ada akan berlomba-lomba untuk memajukan desanya masing2.

    lantas bgmn dengan Pemerintah ?..ya.. pastinya diajak kerjasama demi keselarasan system yang di terapkan, karena lemapora Peduli rakyat, dan pemerintah juga harus Peduli rakyat.Maka kita secara bersama-sama bahu-membahu untuk mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia yg kita cintai ini. Ok !

  • Suryadi 6 years ago

    Salam Cek & Ricek dan Sdr. Nehru. Nah, karena ada info yang berlawanan mengenai LEMAPORA dari Sdr Cek & Ricek dengan Sdr. Nehru, maka ada baiknya kita, dan juga oran glain yang ingin tahun, bisa saling berkomunikasi lebih intens. Dengan demikian masing-masing dapat mengetahui dengan lebihj elas apa sebenarnya ‘makhluk’ LEMAPORA ini.

  • nehru agil syahbana 6 years ago

    ikutan dooong. salm kenal pak suryadi..kalau mau tau info yang akurat tentang lemapora, boleh tanya sm sy.agar anda -anda semua bisa mendapat kejelasan sebagai klarifikasi dari kami.adapun yang terjadi di daerah padang/sum-bar mungkin berawal dari penyampaian dan pemahaman yang keliru dari para penggeraknya (HUMAN ERROR) sehingga banyak terjadi persepsi miring,Apriory, under instimite dansebagainya yang akhirnya terjadi keresahan bagi masyarakat Sum-bar.Barangkali ini semntara sekilas saja dulu ya pemaparan dari saya;
    Lemaporasubabane poalsedaisin adalah lembaga kerukunan dan lembaga Investasi yang Memberdayaan masyarakt Desa melalui pendidikan dan pelatihan untuk mengelola sumber- sumber potensi alam di desanya masing-masing untuk menciptakan produk - produk desa. seperti pertanian ,perkebunan ,perikanan ,jasa dan lain-lain.dengan tehnik pembelajaran system yang lebih teratur,dan terukur baik dari SDM nya maupun dari SDA nya secara Administrasi ,management ,serta birokrasi yang lebih layak dan lebih efektif.Maka lemapora mengangkat 20 org yang di sebut dalam struktur keorganisasiannya terbagi menjadi 7 pemuka Agama (sbg pembentukan dan pengendalian moralitas yang baik kepada masyarakat dengan bekerjasama dengan para pakar dan tokoh -tokoh Agama ). 13 pemuka Adat artinya;13 orang sebagai koordinator pelayanan kemanusiaan dan pelayanan pembangunan di Desa,akan bekerjasama dengan stakeholder yang ada seperti pemerintahan setempat, BUMN,BUMD,BUMSwasta dll dengan system yang diterapkan oleh lemapora.. dalam Bina Bangun Desa dan diberi penghargaan jasa/ gaji dengan upah minimum standar Internasional.Adapun di dalam Notarial lemapora terdapat palsafah kuno seperti “Kandang Rosul”yang dalam sejarah kerajaan kuno daerah jawa barat pernah tersabda oleh Prabu siliwangi yaitu”Kekandangan Rosul” yang artinya;Wadah atau Tempat nya para Utusan Raja.kalau di aplikasikan didalam lemapora itu adalah wadah dari 7 utusan pemuka Agama dalam keorganisasian lemapora.jadi ini bukan sebuah ajaran atau aliran agama baru yang menyesatkan. Lemapora tidak pernah menjanjikan untuk memberi uang kepada siapapun, tetapi lemapora membuka lapangan pekerjaan bagi Rakyat Desa melalui kelompok- Kelompok usaha Desa. segitu dulu ya.. trmakasih.

  • Enstin 6 years ago

    Salam kenal Pak, saya hanya sedikit menambahkan tentang “Mission Impossible” LEMAPORA yang baru saja berkunjung ke desa kami. Mereka sekarang tidak menjanjikan Harta Warisan Soekarno sebagai iming2 programnya, tapi dengan Hibah Bank Dunia dgn jumlah yg waah..!!, Alhasil mereka telah merubah image thahayul dengan sedikit prestisius. Tapi tetap saja Impossible, karena pihak Bank Dunia menampiknya saat kami klarifikasi.
    Wassalam

  • cek & ricek 6 years ago

    terima kasih pa suryadi,
    saran anda akan kami sampaikan pada teman-teman dan warga saya agar mereka bisa lebih berfikir positif lagi secara logis mengenai masalah ini. wassalam…

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. Cek & Ricek,
    Saya kira, sebagai wujud dari tanggung jawab kepada warga desa Saudara, Saudara yang sudah mengetahui sedikit banyak mengenai kemungkinan janji-janji “utopia” yang tak masuk akal dari LEMAPORA ini, maka adalah kewajiban Saudara juga bersama teman2 yang terpelajar di kampung Saudara untuk mengingatkan orang kampung Saudara mengenai bujuk rayu para penggiat LEMAPORA ini. Cerita mengenai harta karun Sukarno sudah lama ada, tapi itu isapan jempol belaka. Saya kira adalah tugas kita untuk mengingatkan warga kita yang kebanyakan masih berfikir naif dan cepat tergoda oleh iming2 uang itu agar berhati2. Sungguh kasihan kita melihat problem2 psikologis yang dialami oleh beberapa orang yang telah berhasil ditarik oleh kelompok ini: mereka seperti bermimpi: bahwa uang ratusan juta yang dijanjikan akan datang, dan banyak di antaranya yang sudah berkoar2 di kampung, apalagi para wanita, sudah saling sindir menyindir, muncul konflik dalam keluarga. Semoga orang di kampung Saudara belum terlambat untuk menghindar dari bujuk rayu Lemapora ini. Masyarakat kita harus diajarkan bahwa untuk menjadi sejahtera tiada lain adalah dengan cara bekerja keras. Menunggu ‘uang’ jatuh dari kapal terbang LEMAPORA ini sama dengan main lotere…..banyak berkhayal jadinya.
    Wassalam,
    Suryadi

  • cek & ricek 6 years ago

    salam kenal pa suryadi,
    saya baru buka blog anda. saya sangat terbantu dengan adanya informasi tentang LEMAPORA. jujur saja pa, bahwa saat ini desa kami telah 2 kali kedatangan tim lemapora yang berjumlah 6 orang,, sangat kaget ketika membaca blog anda. ternyata pergerakan lemapora sudah lama berjalan. dan apa yg disampaikan di blog ini sangatlah sama apa yang disampaikan oleh tim LEMAPORA kepada warga kami. Impian dan harapan warga kami sebetulnya ingin terwujud dgn adanya program LEMAPORA ini. Pro kontra yg terjadi dalam pertemuan kemarin memang ada. Namun setelah membaca blog ini saya jadi ragu, kasihan warga kami. Mohon petunjuknya.apa yg mesti kami lakukan. terima kasih

  • Suryadi 6 years ago

    Salam Sdr. Martha,
    Terima kasih telah berkenan sharing pengalaman mengenai aktifitas LEMAPORA dalam blog ini. Dengan demikian, makin terang sisi-sisi irrasional lembaga ini. Berita terakhir dari kampung saya di Sunur dan sekitarnya mengabarkan bahwa memang makin banyak orang yang menyangsikan janji2 muluk para pengurus lembaga ini. Jika praktek lembaga ini seperti yang Sdr. Martha ceritakan (dalam kasus di Pekanbaru), maka memang sebaiknya kita saling mengingatkan masyarakat kita akan bahayanya. Mereka yang percaya kepada pengurus lembaga ini telah menyumbangkan uang. Uang sumbangan itu entah digunakan untuk apa oleh pengurus lembaga ini. Sementara itu, para penyumbang itu terus diberi mimpi: mereka akan menerima uang ratusan juta rupiah, bahkan juga emas batangan (seperti yang Sdr. Martha ceritakan) warisan alm Presiden Sukarno. Sungguh masih ada anggota masyarakat kita yang tega ‘ngerjain’ sanak saudaranya sendiri, yang belum sembuh dari luka psikologis maupun sosial-ekonomi akibart genpa besar yang melanda Sumatra Barat. Kita hanya memohon kepada Allah SWT semoga mereka diberi petunjuk olehNya. Amin!

  • Martha ando Jo 6 years ago

    salam kenal pak suryadi,..
    Setahu saya, lembaga ini juga pernah ada di pekanbaru, riau. dan semua visi misinya, juga cara kerja penggiatnya persis seperti yg bpk sampaikan. saya pribadi pernah diajak oleh teman saya untuk mengikuti rapatnya pada waktu itu (sekitar tahun 2007), yang dihadiri langsung oleh Pemimpin tertingginya (yang katanya ahli waris harta Soekarno di bank swiss). akan tetapi saya perhatikan semuanya seperti tidak bisa diterima oleh akal sehat saya… saya cukup rasional pada saat itu : apa mungkin setiap orang bisa menerima ratusan juta rupiah?? akhirnya saya pun tidak ambil pusing. yang saya kasihan adalah beberapa lama sesudah itu teman yang mengajak saya bilang pada saya bahwa tidak lama lagi ia akan menjadi orang terkaya didunia karena mendapat harta warisan dari soekarno. saya pun hanya geleng-geleng kepala mendengarnya. (makin eror aja kawan ini, saya pikir). berita terakhir yang saya dapatkan tentang lembaga itu adalah bahwa lembaga itu dibubarkan karena sebagian besar anggotanya mengajukan tuntutan ke pihak berwajib karena merasa ditipu oleh emas batangan bertanda tangan soekarno yang diberikan kepada mereka ternyata adalah Besi yang belapis kuningan…alias emas palsu. maka saya berpendapat bahwa jangan kita mudah tetipu dgn sesuatu yang muluk-muluk yang belum tentu dapat diterima akal sehat. wassalam

  • putri jambak 6 years ago

    Dan lagi pak suryadi, sewaktu rapat kami bertanya pada pak yuridis tentang izin dari lembaga yang di dirikan di desa kami, jawaban pak yuridis itu sangat sangat tidak sesuai, jawabanya izin tak izin lembaga ini tetap di dirikan, masalah pemuka ntar kalau uang telah keluar mereka tinggal dikasih uang cepekkan aja, selesai. u/ pak irvan. apakah itu sebuah jawaban??

  • putri jambak 6 years ago

    Pak irvan, jujur saya juga sangat meragukan lembaga yang di pimpin oleh bpk. Drs Yuridis, dikarenakan sewaktu rapat saya menanyakan tentang struktur dari lembaga yang beliau pimpin namun jawaban yang di berikan tidak ada. sementara iming2 yang di berikan kepada tim 20, tim 5 dan masyarakat sangat tidak masuk akal. apakah mungkin kita yang bukan orang awam lagi akan menunggu bintang jatuh dari langit, maaf maksud saya disini apakah mungkin anggota atau kelompok yang di pimpin oleh Yuridis tsb akan menggali harta dari Bpk soekarno yang gak tau dimananya sepert yng dibicarakan oleh bpk yuridis sendiri. dan lagi, sebagai orang yang sedikt banyaknya memiliki ilmu, apakah kata kandang tu bisa kita gunakan u/ sebuah perkumpulan sementara kita berada di sebuah negara yang syarat akan bahasa dan tatabahasa? saya rasa yang mengerti dengan BAHASA pun juga akan mengernyitkan jidat membaca kata KANDANG yang hanya cocok u/ binatang itu.

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr ‘Camar’,
    Saya kira kalau Pemda Padang Pariaman cepat tanggap, maka artikel saya yg muncul di Singgalang itu akan menggugah mereka untuk melakukan investigasi ke lapangan. Tapi ternyata tidak. Memang betul kata masyarakat luas, pemerintah sudah asyik dg dirinya sendiri saja. Tapi, seperti juga Sdr informasikan, gerakan Lemapora ini makin lama makin kehilangan kepercayaan dari pengikutnya sendiri. nanti kalau pulang kampung, saya ingin ke Marabau.
    Salam erat,
    Suryadi

  • camar( cambuang marabau) 6 years ago

    salam kenal pak suryadi saya baru liat blog bapak. makasih sebelumnya telah mempublikasikan masalah ini, saya adalah masyarakat desa marabau, jujur saja pak di desa saya sebagian tokoh masyarakat terlibat jadi kalah saing saya mengatakan bahwa organisasi ini HARAM. tapi saya tak knal diam saya juga pernah menyampaikan ini ke media tapi tak ada tanggapn baik dari pemerntah kota pariaman maupun MUI… jadi apa yg haus kita lakukan pak??
    saya harap bapak terus mempublikasikan masalh ini…
    dn kepada pemerintah dan MUI tonglah bertindak kasihan masyarakat saya yang selalu di beri mimipi….
    mereka msih bergerak sampai saat ini wlaupun tak seperti dulu dan sekarang ini sudah ada sebagian masyarakat yang kluar dari LEMAPORA INI.

  • Suryadi 6 years ago

    Sejauh ini, bagaimana realisasi janji2 dari organisasi LEMAPORA ini, Hary? waktu saya di Pariaman bulan Juli 2010, saya melihat terpancar kegembiraan dan optimisme di wajah para pengikut lembaga ini, karena kata mereka sebentar lagi mereka akan menerima bantuan uang aantara 200-250 juta rupiah per keluarga.

  • hery 6 years ago

    seharus nya pemerintah setempat,sudah mengambil tindakan,jangan biar kan isu seperti ini tetap berkenbang di lingkunga masyrakat,yang membuat saya pribadi prihatin,yaitu kalau kita lihat_lihat,kan berdampak hilang nya ke percayaan masyrakat pada pemerintah,karna kelompok ini selalu menyebar kan isu_isu yang sangat menyesat kan,melihat kondisi masyrakat kita saat ini,khusus nya pariaman yang pasca di landa gempa,masyrakat akan mudah tergiur dengan janji_janji, akan ada nya bantuan rumah permanen,dan lain_lain nya,dari pihak kandang rasul itu sendiri yang konon kata nya dana berasal dari peninggalan zaman presiden soekarno,

  • Suryadi 6 years ago

    Betul Saudara Dio. Saya kira sudah saatnya penggerak LEMAPORA (maaf, dalam reaksi sebelumnya saya tulis LEMPORA) membuktikan janji2nya kepada masyarakat. Adalah tugas kita orang yang pandai untuk mengajari masyarakat kita bekerja keras, jangan malah sebaliknya: membuat mereka menjadi masyarakat pemimpi dan terus berharap pada bantuan orang asing yang biasanya ada maunya (tanpa pamrih) dan punya vesten interest tertentu.

  • Dio 6 years ago

    Terima kasih untuk Pak Suryadi atas saran nya,
    Jujur saya akui bahwa dalam beberapa bulan ini saya mengikuti perkembangan yayasan Lemapora ini, tapi intinya saya sama dengan bapak bahwa saya sifatnya sekarang adalah pembuktian atas program-program yang di tawarkan oleh lemapora ini.

    Bagi lemapora sendiri kapan lagi janji-janji saudara bisa direalisasikan ke masyarakat, alah rasah urang kampuang pak, dek janji-janji apak tu, tolong buktikan jangan janji-janji juo lai

  • Suryadi 6 years ago

    Terima kasih atas kunjungan Abenk. Salam kenal juga. Ya, saya setuju bahwa bangsa2 yang maju memang memperlihatkan semangat pantang menyerah, baik rakyatnya maupun pemerintahnya.

  • abenk 6 years ago

    sabar ,tabah, waspada dan juga harus semangat pantang menyerah…..itu yang harus dimiliki rakyat di bangsa yang penuh cobaan ini….salam kenal……..
    check it out.. FOLLOW ME
    BLOG SAYA

  • Suryadi 6 years ago

    Sdr. Dio,
    Mungkin Saudara bisa menulis satu artikel yang merupakan refleksi atas program2 yang ditawarkan oleh Lempora dan juga performance lembaga ini. Ini bagus karena seperti Sdr. Dio katakan dalam postingan di atas bahwa Saudara sendiri merupakan simpatisan Lempora. Dengan demikian, Sdr. Dio sudah tahu sedikit banyak kiprah Lempora ini. Sekali lagi, artikel itu bisa ditulis dalam bentuk REFLEKSI dan catatan2 kritis atas Lempora. Saya bersedia mengedit artikel itu sebelum dikirimkan, misalnya, ke media2 cetak di Padang. Panjang artikel biasanya maksimal 800 kata. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat masukan dan dapat menilai lembaga dan program2 Lempora ini dengan lebih kritis dan jernih. Ini sangat membantu pencerahan pikiran masyarakat kita.

  • Suryadi 6 years ago

    Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Sdr. ‘Pakai akal sehat’. Wacana seperti ‘harta karun Soekarno’ yang akan dibagi-bagikan itu sungguh sangat menggugah orang-orang kampung yang memang banyak yang berkekurangan dari segi finansial. Malah para pengikut Lempora ini, jika diingatkan oleh para tetua adat/agama dan pemimpin nagarinya masing-masing, bilang begini: “Awak iri mah maliek urang ka jadi kayo (Mereka itu iri melihat kita [para pengikut Lempora] akan jadi kaya). Artinya, para pengikut Lempora ini betul2 sudah yakin akan dapat kucuran uang ratusan juta rupiah dari ‘harta karun peninggalan Soekarno’ atau apapun sumbernya. Tapi karena realisasi yang tak kunjung ada, banyak di antara pengikut Lempora ini, khususnya kaum wanita, yang mulai menunjukkan tanda2 stres. Di kampung saya, Sunur, ada beberapa pengikut Lempora ini yang sudah berkurung saja di rumah, tak berani bertemu tetangga, karena sudah kadung malu: karena sudah berkoar2 di lebuh raya akan dapat uang ratusan juta, biaya perbaikan rumah, dan kredit usaha ini dan itu. Jika para tetangga bertemu mereka, para tetangga mulai mencemeeh: “Alah caia pitih ratusan juta dari Kandang Rasul tu? Traktir lah kami makan ka Pasia” (Sudah menerima uang ratusan juta dari Kandang Rasul itu? Traktirlah kami makan ke [rumah makan] di Pasir Sunur). Akibatnya, saya lihat muncul problem2 psikologis dalam diri para pengikut gerakan Lempora ini, dan juga persoalan sosiologis dengan keluarga dan lingkungan kampungnya. Menurut saya, jika Lempora memang ingin menggerakkan ekonomi masyarakat desa, program2nya harus yg logis dan masuk akal, jangan yg bikin masyarakat mengkhayal. Misalnya, program2 seperti kredit simpan pinjam, koperasi, dll., jangan mengiming-imingi masyarakat yang kebanyakan memang lugu itu dengan cerita2 (khayal) mengenai DANA YANG BESAARRRR YANG ENTAH ADA ENTAH TIDAK, TAPI SEOLAH2 AKAN SEGERA DATANG DAN DIBAGI2KAN KEPADA MEREKA. Kasihan masyarakat kita yang terus diberi mimpi/khayalan dan cerita muluk2.

  • Pakai Akal Sehat 6 years ago

    satu lagi,
    sayangi waktu anda.. masih banyak yang bisa anda kerjakan dari pada menghabisi waktu mengurus hal seperti ini.
    Terus terang ada keluarga saya yang ikut lembaga ini, dan hasilnya tidak ada, padahal sudah 2 atau 3 tahun sibuk ngurus lembaga ini. kasak kusuk tidak jelas.

  • Pakai Akal Sehat 6 years ago

    sudah lah semuanya.
    yang begini amsih juga di bahas,
    silakan gunakan akal sehat dan berfikir yang wajar saja,
    tidak masuk akal sama sekali visi misi lembaga ini. apalagi bawa bawa harta leluhur soekarno segara.
    Insyaf lah Saudaraku, berfikirlah dengan hati yang jernih

  • Suryadi 7 years ago

    Saudara Rivan yang baik,
    Terima kasih atas tanggapan2nya. Akan saya tulis informasi ini di koran Padang. Tentu saja tetap dengan tanggapan2 kritis dari saya sebagai pengamat sosial. Saya mengumpulkan data berdasarkan apa yang terjadi di lapangan. Beberapa hal menyangkut gerakan ini masih menimbulkan pertanyaan saya: misalnya, kenapa Kandang Rasul diusir dari daerah Lebak? Yang jelas, beberapa hal, seperti asal-muasal dana Lempora yang konon berasal dari harta karun Soekarno, cukup menimbulkan tanda tanya. Seperti saya katakan, dalam implementasi di lapangan, khususnya di daerah Sunur dan sekitarnya, kelihatan bahwa Lempora tidak bersinergi dengan lembaga adat dan agama di tingkat nagari. Unsur2 pimpinan nagari Sunur mengatakan bahwa mereka tidak diberitahu oleh Sdr Yuridis dan jajarannya sebelum mereka masuk ke nagari mereka dan mengajak masyarakat SUnur ikut dalam Lempora ini. Saya kira ini yang menyebabkan setiap NIAT BAIK Lempora ini dicurigai oleh masyarakat. Anda dan jajaran Lempora (pusat dan cabang2nya) seharusnya mengantisipasi hal ini. Sampai saat ini, ‘tujuan2 mulia’ Lempora yang Saudara sebutkan di atas belum terlihat di nagari Sunur, kecuali bahwa penduduk Sunur yang sudah ikut gerakan ini hanya dibawa rapat secara periodik (dan mereka pergi ke sana secara sembunyi2, disuruh mengurus Kartu Keluarga, disuruh memberi kontribusi dll. Namun, wujud nyata berupa perbaikan ekonomi mereka belum tampak.

  • Dio 7 years ago

    Saya sepedapat dengan bapak suryadi mengenai krtikan terhadap LEMAPORA, dengan adanya kritikan bapak semakin terbuka pengurus dari LEMAPORA untuk membuka diri dan menyampaikan visi dan misi LEMAPORA tersebut.

    Untuk saudara Revan, saya memberi masukan kalau kita poling boleh di katakan 80% penduduk indonesia khususnya masyarakat pariaman sangat berharap apa yang menjadi visi dan misi LEMAPORA yang saudara tulis benar-benar terwujud, saya salah satu simpatisan program LEMAPORA, tetapi sangat di sayangkan sudah lebih kurang 5 bulan apa yang menjadi program tersebut hanya masih sebatas wacana, sebagai contah :
    1. Pengurus LEMAPORA secara performance tidak meyakinkan untuk dapat merealisasikan apa yang menjadi program besar dari LEMAPORA tersebut.
    2. Seharusnya dengan program dan aset LEMAPORA yang sebesar itu sepertinya harus mempunyai kantor sekretariat yang jelas, minimal keberadaanya di pusat kota dan dijalan utama

    Demikian masukan dari saya yang mengharapkan terjadi nya perubahan, semoga kritikan dan masukan ini bisa bermanfaat.

  • Rivan Rzeznic 7 years ago

    Kami atas nama Lembaga Mahkamah Potensi Rakyat Mengklarifikasi tentang:
    1. Perubahan data Kartu Keluarga (KK) Putra bpk. sadri mengenai status agamanya, bahwa kami tidak tahu sama sekali dan ini diluar tanggung jawab kami. karena kami hadir untuk tidak mengintervensi pada salah satu agama apapun (No Agliment) kami mohon yang berwenang dapat menangkap oknum yang mengubah status data tanpa izin yang bersangkutannya. kami mewaspadai jangan sampai ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan nama baik Lemapora.
    2. Tentang Potong Sapi harus dimakan habis dll, juga kami tidak ada program pembinaan atau ritual apapun seperti yangdimaksud.
    3. Tentang Rakyat berpindah-pindah bahwa kami sosialisasi program Lemapora pada 77.707 desa di seluruh Indonesia untuk membantu manajemen pada rakyat desa agar dapat mengangkat harkat martabat tenaga kerja budaya desa. ini dilakukan secara terbuka dan bebas bagi siapa saja yang ingin memahami dan telah mendaftarkan diri.
    4. Tentang Kandang Rasul Desa : bahwa, dengan Kerukunan Umat Beragama di desa sebagai pembawa kebenaran bersesama mengeluarkan, menyatukan perbuatan baiknya untuk menata alam dan isinya di desa.

    Sekilas Situasi dan Kondisi Rakyat Di desa.
    Berdasarkan Penelitian dan Pendekatan Hati Nurani, kami melihat beban rakyat semakin berat, sebagai contoh Rakyat di desa kesulitan untuk bagaimana mendapatkan modal utk bekerja, keahlian masih mencari, pemasaran masih menjadi beban mereka di desa, dst.
    Dari ketiga contoh tsb kami dari penggiat Lemapora ingin berperan aktif untuk ; membantu mereka dengan pembinaan manajemen pelayanan dan pembangunan yang mudah diterima mereka dengan cara metode Non Formal berstandar kelayakan Nasional - Internasional. Membantu mereka dengan pengadaan Bank Desa denga metode tidak memberatkan untuk sirkulasi keuangan di desa serta pengadaan Pasar Tradisional di desa sebagai pusat pemasaran produk-produk rakyat desa. ini semua kami kemas dalam 4Visi pelayanan & 13 Program Pembangunan…
    Kami mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran semua pihak, semoga klarifikasi ini dapat di pahami bersesama… Amin

    utk lebih lanjut bpk dpt menghubungi kami :
    Jl. limun No. 28 Rt03/08 Pisangan Ciputat Tangerang Banten
    telp. 021 7420172 / 021 92947227

    Rivan R Baihakky

  • Suryadi 7 years ago

    Salam ‘Putra Piliang. Saya sudah berkali2 meminta kepada Sdr. Rivan dan Joey, adik Drs. Yuridis (yang memberi tanggapan singkat saja di blog ini), dan juga kepada Drs. Yuridis sendiri, untuk menjelaskan secara gamblang kepada masyarakat misi dari Lempora ini. Dalam artikel saya yang dimuat harian Singgalang itu, saya juga menghimbau MUI Sumbar dab MUI Padang Pariaman agar menyelidiki secara seksama apa sebenarnya misi Lempora ini. Di kampung2 sudah muncul bermacam2 isu simpang siur yang berpotensi menimbulkan konflik sosial. Saya harap MUI Sumbar dan MUI padang Pariaman membaca artikel saya itu, dan dapat beraudiensi dengan para petinggi Lempora ini.

  • Suryadi 7 years ago

    Batul ‘Putra Piliang’. Saya dengar di sana kelompok yang sudah dalam pengaruh Lempora, Kandang Rasul, atau apapun namanya, mengadakan rapat secara periodik, malah mambantai jawi segala. Tapi hanya boleh dimasak di sana, dan dimakan di sana, tidak boleh dibawa pulang untuk keluarga. Ini ajaran apa pula ini?

  • Putra Piliang 7 years ago

    Saya tau tempatnya pak, di marabau itu ya. ibo wak ka Mak Elok PBB, inyo dimanfaatkan urg se nyo!

  • Putra Piliang 7 years ago

    Toolong dong pak Suryadi, kenapa belum ada reaksi dari pemko pariaman sendiri, kajuikan urg pemko pak, sebelum terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Bagi pengikut/anggota LSM Lemapora, kenapa tidak ada kejelasan dari LSM ini. kalau anda semua tidak mau dituding sebagai aliran yang sesat. “We just want to know who are u? what do u want? what is ur program?

  • Suryadi 7 years ago

    Itu saya baca dalam dokument tertulis Lempora yang saya peroleh. Tapi dalam realitas di lapangan muncul inkonsistensi: misalnya, di Desa Sunur, kec. Nan Sabaris, misalnya, tidak ada pemuka agama maupun pemuka adat setempat yang merekomendasikan (apalagi memberi izin) bergeraknya misi Lempora. Inilah yg antara lain menimbulkan friksi sosial dalam masyarakat setempat. Bisakan Anda menjelaskan fenomena ini? Mengapa dalam menyosialisasikan programnya di tingkat nagari, Lempora tidak mengajak serta wali nagari dan pemuka2 adat serta agama setempat? Saya menunggu2 artikel dari pihak penggiat Lempora di media2 kita di Sumatra Barat. Tapi sampai sekarang tampaknya belum juga muncul.

  • Rivan Rzeznic 7 years ago

    Tujuan Lemapora tertera pada peta kerja pada 77.707 Desa NKRI
    1. Membangun dari desa dengan Pelayanan 4 Visi
    setiap desa punya buku Notarial yg di buat secara bersesama yang diwakili 7 Pemuka agama dan 13 pemuka adat
    2. Sinergi 13 Program Pembangunan iu telah disepakati secara Internasional harus dimulai dari Desa
    3. Saya siap kapan saja bila dibutuhkan untuk menjelaskan secara detail apa maksud dan tujuan Lemapora

  • Suryadi 7 years ago

    Salam Saudara Joey (agaknya nama ‘Joey’ ini pseudonym ya?)
    Terima kasih atas reaksi dari Saudara. Saya pikir tadi, ada penjelasan yang lebih rinci dari Saudara menyangkut LEMPORA. Tapi ternyata belum Saudara tulis. Menurut hemat saya, lebih baik Saudara Joey menulis artikel lengkap dan mengirimkannya kepada media di Padang, seperti Singgalang, Padang Ekspres, atau Haluan. Dalam undang2 pers, selalu ada hak jawab. Dalam artikel itu coba Saudara Joey jelaskan dengan rinci dan dengan bahasa yang mudah dipahami orang awam, apa sebenarnya MISI dan TUJUAN lembaga LEMPORA? Bahasa-bahasa esoterik yang dipakai dalam dokumen tertulis dan statuta LEMPORA akan sangat sulit dipahami oleh orang awam. Dalam artikel saya di harian Singgalang (Rabu, 11 Agustus 2010), saya juga sudah mengajak Saudara Drs. Yuridis untuk menulis artikel, setidaknya untuk menanggapi artikel saya. Tapi, sejauh informasi yang saya terima dari redaksi Singgalang, tidak ada artikel balasan dari Sdr. Yuridis. Sebagai ilmuwan dan pengamat sosial, maksud saya mengapungkan isu gerakan LEMPORA didorong oleh fakta sosial di masyarakat Pariaman : saya melihat timbul keresahan di masyarakat kita, khususnya di tingkat akar rumput, menyangkut gerakan LEMPORA ini. Keresahan itu tentu akan berakibat tidak baik kepada masyarakat kita. Dalam reaksi saya terhadap komentar Saudara Rivan Riaz Baihakky, saya mohon penjelasan detil dari beliau menyangkut beberapa hal yang saya anggap absurd dan kontroversial menyangkut LEMPORA (lihat komentar saya di atas). Tapi ternyata Saudara Rivan tidak pernah menjawab lagi. Akhir kata, sekali lagi, menurut saya, lebih baik Saudara Joey, Saudara Rivan, dan tentu akan lebih baik Saudara Drs. Yuridis sendiri, menulis artikel di media cetak di Padang, biar masyarakat luas tahu misi LEMPORA yang sebenarnya. Kopiannya tentu dapat di-sharing di blog saya ini.
    Banyak maaf, terlebih atau terkurang.

    Wassalam,
    Suryadi

  • joey 7 years ago

    aku yg sebagai adik drs.yuridis akan menjelas kan tentang lempora. lembaga ini tidak bermaksud merubah agama atau mengadakan penggajian tetang ajaran sesat. semua itu hanya isu yg tidak benar.

  • rudi sunur tanjung 7 years ago

    Mohon beri kami informasi tentang kronologis proses kristenisasi di pariaman. Terima kasih

  • rudi sunur tanjung 7 years ago

    Saya sebagai putra sunur sgt berterima kasih ttg publikasi thp adanya gejolak ajaran agama kristen thp masyarakat sunur pada umum nya dan Kab. Padang Pariaman pada khususnya. Agar semua pihak terkait terutama para ulama dan MUI bisa bertindak dan mengakomodir aspirasi dan kenyamanan masyarakat jangan sampai ada anarkis thp ajaran2 yg tidak bertanggung jawab. Sebenarnya hal ini adalah tugas para tokoh agama namun Uda Surya punya peran yg cukup besar, sy sbg putra Sunur jg merasa terusik thp berita ini. Trima kasih udo surya. From : Rudi Sunur Tanjung

  • Suryadi 7 years ago

    Saudara Rivan,
    Dari dokumen LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN saya dengan terang mendapat kesan misi sosial lembaga ini. Namun, sebagai pengamat sosial budaya, di lapangan saya melihat berbagai macam interpretasi mengenai kiprah lembaga ini. Dan setelah saya baca sendiri secara saksama seluruh dokumen LEMAPORA ini, sulit bagi saya untuk tidak menghubungkannya dengan dimensi keagamaan tertentu. Multitafsir terhadap kiprah lembaga ini muncul karena tidak adanya penjelasan yang terang oleh penggiat lembaga ini, seperti Sdr. Yuridis, kepada publik, baik melalui media cetak /elektronik, maupun melalui dialog-dialog konvensional di tingkat nagari atau korong dimana para penggiat lembaga ini akan merekrut anggotanya dan memberikan bantuan, misalnya di mesjid, surau atau rapat2 desa. Seperti saya katakan dalam artikel saya, di tingkat akar rumput, sudah muncul sikap saling curiga yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal. Jika lembaga LEMAPORA SUBANANE POALSEDAISIN betul-betul berniat membantu masyarakat yang tertimpa bencana seperti di Pariaman ini, mengapa muncul kejadian2 seperti yang dialami oleh keluarga Sadri? Istilah “Kandang Rasul” jelas dipakai pula dalam dokumen2 LEMAPORA ini. Jadi, ini bukan istilah dari saya sendiri.
    Jika kita melakukan analisa tekstual terhadap dokumen LEMAPORA ini, maka banyak hal-hal yang bersifat absurd, dimana antara lain disebutkan “Atas kehendak Tuhan Yang Maha Esa — Allah Bapa di Surga –Shang Hyang Widhi Wasa — Shang Hyang Budha Era — Shang Hyang Murbeng Gosang serta Tri Tri Suci Kepercayaan Umat Manusia dan Kehidupan di Bumi; Pada hari ini, Minggu 23 Maret 2003 pada pukul 09.00 Waktu Indonesia Barat, datang menghadap saya [yang menyebut dirinya 'Saya' ini tidak jelas, misterius; Suryadi]: “Ahli Waris Tunggal Tanpa Nama”; para Pini Sepuh, Ninik Mamak — Petua Negara Pemegang Pemelihara dan Pengelola Asset Amanah Dinasty Prasasty Indonesia Asia Internasional pada 124 atau Kerajaan-kerajaan Nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdaftar pada Perserikatan Bangsa-Bangsa, Bank Dunia dan Bank-bank di seluruh bumi [...]“. Coba lihat absurditas paragraf pembukaan lembaga LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN yang dikutip di atas. “…amanah prasasti bank-bank di seluruh bumi……”? Ini fantastis sekali!
    Ada tiga pertanyaan saya menyangkut fenomena gerakan lembaga LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN atau yang lebih sering dikenal umum sebagai “Kandang Rasul” ini: 1) Mengapa gerakan mereka dianggap ilegal di Lebak sehingga MUI Kabupaten Lebak mengeluarkan fatwa untuk menghentikan gerakan ini? Bahkan NU yang moderat juga menganggap misi lembaga ini berpotensi menimbulkan keresahan sosial di masyarakat, khususnya umat Islam. Jika misi lembaga LEMAPORA ini benar2 tulus untuk membantu masyarakat, mengapa kok sampai MUI Lebak segala yg turun tangan?; 2) Mengapa di Pariaman kelompok2 pengikut gerakan ini mengadakan rapat secara sembunyi-sembunyi? Mengapa dalam pertemuan2 mereka sampai harus memotong sapi segala, dan gulai sapi itu konon harus dimakan habis oleh anggota lembaga itu, tidak boleh dibawa pulang?; 3) Disebutkan bahwa milyaran uang bantuan yang konon akan diterima ratusan juta oleh setiap KK yang ikut lembaga ini, berasal dari “harta warisan Presiden Sukarno”, kemudian kedengaran lagi uang itu dari “Jemaah Agung”. Ini uang apa? Benar “harta warisan Sukarno” yg sudah lama jadi mitos itu ada? Apa pula arti uang bantuan dari “Jemaah Agung”itu?

    Saya harap para penggiat LEMAPORA dapat menjelaskan semua ini secara jelas kepada publik, sebagaimana saya serukan dalam artikel saya yang sudah diterbitkan di harian Singgalang, edisi Rabu, 11 Agustus 2010. Tanpa penjelasan dan kemauan mendialogkan misi gerakan ini secara jelas dan gamblang kepada publik, saya khawatir misi luhur lembaga LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN ini akan selalu mendapat stigma negatif di kalangan mayoritas masyarakat kita.

    Hormat saya,
    Suryadi

  • Marindo Palar 7 years ago

    Tidak ada toleransi untuk ajaran selain Islam, bahkan ubtuk ajaran Islam yg menyimpang. Usut tuntas, bubarkan kelompok ini, USIR dari ranah Minang.

    Oiiii, ughang Piamaaannn, baa lagu e kini ko….??. Lah bajua agamo wak kini tu….?? . Indak ado malu e lai…., haaa???.

  • rivan riaz baihakky 7 years ago

    ada baik nya anda selidiki dulu secara detail tentang “kandang rasul”
    karna itu bukan nama lembaga,tapi sebuah bahasa sastra lama yang di translet ke bahasa indonesia…

    nama lembaga nya “LEMAPORA SUBABANE POALSEDAISIN”
    yang kepanjangan nya : “LEMBAGA POTENSI RAKYAT SUKU BANGSA BAHASA NEGARA POTENSI ALAM SEMESTA DAN ISINYA INDONESIA”

    lembaga ini bukan bertujuan untuk merubah aqidah manusia,tapi merubah SDM manusia nya dengan memberikan suatu sistem pengelolaan aset yang ada pada desa tersebut dengan melibatkan 7 pemuka agama desa dan 13 pemuka adat desa.

    anda salah menilai LEMAPORA…
    mengajak masyarakat untuk sholat ke mesjid aja susah,apa lagi merubah aqidah mereka..

    dan silahkan anda melihat sketsa rumah yang ada pada kantor desa kami di sungai limau,pilubang,pariaman..
    di dalam nya HARUS dilengkapi dengan mushalla/ruang sholat dan pustaka adat dan agama islam..

    sekali lagi saudaraku…anda salah menilai…
    DEMI ALLAH…

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive