Suryadi

Komunitas Padang Membaca Gelar Diskusi

17 Jul 2011 - 15:30 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Komunitas Padang Membaca, Minggu (17/7/2011) menggelar diskusi bertema Buku, Gerakan Membaca, dan Budaya Arsip di Gedung Museum Adhityawarman, Kota Padang.

Diskusi itu menghadirkan pembicara tunggal Suryadi, seorang dosen dan peneliti di Leiden University Institute for Area Studies (LIAS) di Leiden, Belanda. Diskusi yang dipandu salah seorang budayawan Sumbar, Nasrul Azwar itu dihadiri puluhan orang yang berminat di bidang tersebut.

Sayangnya, sebagian birokrat dan anggota legislatif yang diundang dalam diskusi itu tidak hadir. Dalam diskusi itu, Suryadi membawakan makalah singkat berjudul Buku, Budaya Arsip, dan Kemajuan Bangsa.

Suryadi mengatakan, hingga sejauh ini belum ada kesadaran termasuk dari kalangan pustakawan untuk menyimpan bibliografi dari sumber-sumber pertama. Itu membuat beragam hal di seputar kebudayaan Indonesia yang cenderung tidak bisa terlacak lagi.

Kondisi sebaliknya, kata Suryadi terjadi di Belanda. Ia mengatakan, orang-orang Belanda memiliki kebiasaan untuk mengelola segala sesuatu yang ditulis ataupun bentuk-bentuk kebudayaan lain yang dihasilkan.

“Di dalamnya termasuk kaset dan piringan hitam. Hal yang juga menarik di Belanda ialah, ketika orang itu sudah meninggal, arsipnya diberikan kepada perpustakaan. Orang-orang, termasuk anak-anak juga menulis di buku harian. Ini kan semacam akar, basis kepada anak-anak untuk mu lai menulis dan terus menulis tentang apapun,” ujar Suryadi.

Ia mengatakan, jika dikaitkan dengan Komunitas Padang Padang Membaca, kebiasaan menulis pada gilirannya akan muncul. Ketua Komunitas Padang Membaca, Yusrizal KW mengatakan, gerakan yang digagasn ya disebabkan nihilnya kepedulian pemerintah terhadap mirisnya keadaan perpustakaan dan minimnya keinginan masyarakat untuk membaca.

Kompas, Senin 17 Juli 2011


TAGS  


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive