Suryadi

Diperkuat Naskah Kuno di Leiden Belanda, Pariaman, Kota Perdagangan

28 Jan 2014 - 15:00 WIB

Pariaman, Padek - Pariaman dimasa lalu adalah kota yang sangat diperhitungkan keberadaannya sebagai Enter Port (pelabuhan) yang memegang peranan penting di dunia internasional. Dari naskah kuno yang ditemukan Dosen Universitas Leiden Belanda Suryadi yang berisi laporan administrasi Pariaman pada tahun 1850.

Hal itu terungkap saat Dosen Universitas Leiden Belanda Suryadi bersilaturrahmi dengan Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar, Jumat (14/1) lalu. Suryadi yang merupakan urang asli Piaman ini menyebutkan banyaknya data-data tentang keberadaan Kota Pariaman di masa lalu, dalam naskah-naskah kuno yang masih tersimpan rapi di Universitas Leiden Belanda.

Bahkan ada naskah kuno yang ditulis oleh Franco Viantie menuliskan kata-kata Priaman, naskah tersebut merupakan naskah tahun 1600. Bahkan jauh sebelum itu,seorang arkeologi asal Italia, menemukan guci-guci dan porselen saat menggali tanah di Galombang Pariaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa guci-guci tua tersebut berasal dari kapal yang tenggelam, dan Galombang dulunya masih lautan.

Hal-hal seperti inilah yang mengindikasikan Pariaman ini merupakan kota tua yang umurnya sudah ratusan tahun. Sehingga perlu adanya pemikiran untuk meninjau kembali keberadaan Kota Pariaman di masa lalu, mencari tahu peran Enter Port atau pelabuhan di Pariaman sebagai salah satu pelabuhan terpenting di dunia.

Saya upayakan nanti menginventaris semua catatan tentang Pariaman. Ini perlu dipahami oleh warga Pariaman, bahwa kota ini kota tua yang jaya pada masa lampau. Umur Pariaman itu sudah ratusan tahun, kalau memang dibutuhkan nanti sebagai narasumber tentang ini saya siap, ujar Suryadi yang telah tinggal di Belanda sejak tahun 1998 lalu.

Kehadiran Suryadi ke Pariaman juga untuk mengusulkan agar tiga putra Pariaman yang memiliki peran besar di nasional dan internasional, agar mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Pariaman. Ketiganya adalah, Dahlan Abdullah, orang Indonesia pertama yang menjadi native speaker di Belanda. Kedua, Sutan Muhammad Zein (ayah Harun Zein) yang merupakan ahli bahasa sekaligus menjadi pengganti Dahlan Abdullah sebagai native speaker di Belanda. Ketiga Zairin Zain, yang merupakan Dubes RI pertama untuk Swiss dan beberapa negara di Eropa lainnya. Kalau bisa lagi diteruskan untuk pengusulan menjadi pahlawan nasional, ungkapnya.

Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar menyambut baik rencana dan pengusulan Suryadi tersebut. Prinsipnya Pemko Pariaman akan berupaya menfasilitasi usulan-usulan tersebut. Baik itu rencana seminar keberadaan Kota Pariaman di masa lalu dan pengusulan tiga tokoh Pariaman yang telah memiliki kiprah hingga internasional.

Kami siap menfasilitasi hal tersebut. Kami memang berharap banyak dengan kehadiran Bapak Suryadi, Dosen Universitas Leiden Belanda. Kami juga berharap agar Suryadi mempromosikan Kota Pariaman sebagai lokasi riset bagi mahasiswadi Leiden, ujarnya. (*)

Padang Ekspres Senin, 27/01/2014 11:04 WIB Zikriniati ZN


TAGS  


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive