Suryadi

H. Bagindo Dahlan Abdullah Disepakati Untuk Diusulkan Jadi Pahlawan Na

16 Feb 2014 - 18:15 WIB

735eb9eb60e53e623fea3b8e4a1e63cb_berita-seminarFocus Group Discusion Nasonalisme (FGDN) mengenang kepahlawanan seorang putra Pariaman H. Bagindo Dahlan Abdullah yang dilakukan di balairoom rumah dinas Walikota Pariaman dari pukul 9.30 hingga 12.12 WIB dihadiri langsung oleh cucu pertama Bagindo Dahlan Abdullah yaitu Iqbal Alan Abdulah. FGDN tersebut dimoderatori langsung oleh Wakil Walikota Pariaman Genius Umar.

Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Martias Mahyuddin mantan Walikotif Pariaman, Mahyuddin mantan Walikota Pariaman dan Hasbilah dari unsur pimpinan DPRD Kota Pariaman. Turut hadir sebagai peserta antara lain adalah, Kanderi Kadisdikpora, Agusriatman Kadishubminfo, Hendri Kabag Humas, Kepala Bappeda, Ricky Valantino Ketua KNPI Kota Pariaman, para kepala sekolah, tokoh masyarakat, Pers dan dari kalangan Ormas kepemudaan lainnya.

Genius mengatakan bahwa Pariaman adalah bangsa yang hebat, adalah daerah yang hebat, juga Kota yang telah lama beradap, yaitu sejak abad ke 14 Masehi. Hal itu, menurutnya, perlu kita kaji sejarah TOKOH-TOKOH BESAR untuk dijadikan tauladan bagi generasi yang akandatang.
“H. Dahlan Abdullah adalah Gubernur Jakarta pertama dan Dubes Indonesia untuk Iran pertama, dia adalah putra kelahiran pariaman asli.Karena kecerdasannya dia bersekolah di Belanda yang mana masa itu hanya anak-anak bangsawan dan tertentu saja yang bisa kesana,” ungkap Genius.

Dahlan Abdullah lahir di pasia Pariaman pada 15 Juni 1895, anak seorang Kadi bernama Abdullah. Namun demikian, dikutip dari makalah Suryadi Sunuri, Dosen Universitas Leiden Belanda yang juga putra Pariaman asli, Abdullah semasa itu yang sudah berpikiran maju menyekolahkan Dahlan ke sekolah Melayu (Indische School) kemudian ke Sekolah Guru (Kweekschool) di For de Kock (Bukittinggi sekarang).

Menurut Iqbal, cucu pertama Dahlan Abdullah, kakeknya tersebut pernah diusulkan oleh Letjen Suryadi (kebetulan namanya juga Suryadi) untuk calon Pahlawan Nasional lima belas tahun yang lalu, namun karena keluarga kekurangan bahan saat itu, diurungkan.
“Kita keluarga kekurangan bahan. Namun tiba-tiba ada seorang bernama Suryadi, kandidat Doctor yang mengajar di Universitas Leiden, mengumpulkan makalah tentang kakek saya di Belanda. Rupanya, dulunya, setiap kegiatan kakek saya diliput oleh media Belanda,” ungkap Iqbal.

Iqbal menukuk, bahwa Bung Hatta pertama ke Belanda, tinggal menginap di rumah kakeknya, serta diajak keliling Eropa untuk pertama kalinya juga oleh kakeknya.

FGDN juga melakukan sesi tanya jawab serta mendengarkan pandangan peserta. Dalam kesempatan itu, forum bersepakat mengusulkan H. Dahlan Abdullah jadi Pahlawan Nasional. Dan melaui Forum diskusi itu juga disepakati memberikan nama jalan dengan nama H. Bagindo Dahlan Abdullah.

Catatan Oyong Liza Piliang

http://www.pariamantoday.com/2014/02/h-bagindo-dahlan-abdullah-disepakati.html


TAGS  


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive