Suryadi

Wakil Presiden Republik Indonesia berkunjung ke Universitas Leiden

1 Apr 2014 - 00:24 WIB

0dfcb69bd9003c48100c8c60f5afc332_suryadi-kunjungan-wapres-boedionoHari Rabu, 26 Maret 2014, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Dr. Boediono berkunjung ke Universitas Leiden. Beliau datang ke Belanda dalam rangka menghadiri Nuclear Security Summit (KTT Keamanan Nuklir) di Den Haag yang berlangsung tanggal 25-26 Maret 2014. Tapi kunjungan ke Leiden ini merupakan kunjungan balasan Dr. Boediono atas kunjungan delegasi Universitas Leiden ke Indonesia baru-baru ini untuk memperkuat kerjasama di bidang pengajaran dan penelitian. Kunjungan ini paling tidak dapat mengobati kekecewaan civitas akademika Universitas Leiden karena dibatalkannya kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Belanda pada tahun 2010 yang juga sudah diprogramkan untuk mengunjungi Universitas Leiden.

Di Leiden Wapres memberi kuliah tamu (guest lecture) berjudul ‘Sustaining Indonesia’s Economic and Political Transformation’. Kuliah tamu tersebut dihadiri oleh civitas akademika Universitas Leiden yang terkait dengan studi Indonesia, termasuk para mahasiswa asing dan mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Universitas Leiden yang mengambil bidang studi Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Ceramah Dr. Boediono diakhiri dengan sesi tanya-jawab dengan paramahasiswa PhD.

6d7c0ee064a12380d17208f43faa96fb_suryadi-kunjungan-wapres-boediono1

Sebelum memberikan kuliah tamu, Wapres diajak mengunjungi Universiteitsbibliotheek (UB) Leiden yang menyimpan koleksi buku/arsip/peta/foto/materi audio-visual tentang Indonesia yang terbesar di dunia. Dalam ruang baca Koleksi Khusus (Bijzonder Collecties), kepada Wapres diperlihatkan buku-buku langka, gambar-gambar, foto-foto, peta-peta dan naskah-naskah dari tokoh-tokoh kunci dalam sejarah dan ilmu pengetahuan Indonesia, seperti surat-surat RA Kartini, Babad Diponegoro, dll. Kepada Wapres juga diperkenalkan koleksi digital UB Leiden. Koleksi UB Leiden tentang Indonesia sudah diperkaya dengan koleksi dari Royal Tropical Institute (KIT) Amsterdam dan akhir tahun ini akan mengakuisisi pula koleksi Royal Institute of Ethnology ( KITLV ) Leiden. Dengan jutaan koleksi yang terkait dengan Indonesia sejak abad ke-16 sampai sekarang, Leiden University tetap menjadi tempat yang penting dan menarik untuk melakukan studi (kepustakaan) mengenai Indonesia.

Dari Perpustakaan Universistas Leiden, Wapres diajak melihat Hortus Botanicus yang berada di belakang Academigebouw tempat beliau akan memberi kuliah tamu. Hortus Botanicus (Kebun Raya Leiden) menyimpan banyak pohon dan tanaman yang berasal dari Indonesia dan Asia Tenggara. Hortus, yang merupakan bagian dari Leiden University, memiliki hubungan historis dengan Kebun Raya Bogor. Kedua kebun raya sedang mengatur kegiatan ulang tahun bersama: pada 2015 Hortus akan berulang tahun ke-425 dan pada 2017 Kebun Raya Bogor akan merayakan ulang tahunnya yang ke-200.

85f27eff2f6a771748845f83bcad6759_suryadi-kunjungan-wapres-boediono2

Setelah memberikan kuliah tamu, Wapres menerima penghargaan berupa medali dari Universitas Leiden. Kemudian diadakan ramah-tamah sambil Wapres diajak melihat patung dan lukisan Husein Djajadiningrat (1886 - 1960) di Atrium Gedung Academiegebouw. Husein Djajadiningrat, menak Sunda, adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor di Universitas Leiden pada tahun 1913. Pada tahun 1871 - 1940 lebih dari 400 mahasiswa Indonesia yang belajar di Leiden. Banyak dari mereka kemudian menduduki jabatan administratif yang penting di negara asal mereka atau berkarir dalam bidang akademik.

Para hadirin merasa puas dengan kunjungan Wapres ke Universitas Leiden, universitas tertua di Belanda (berdiri 1575) yang telah banyak melahirkan intelektual Indonesia sejak zaman kolonial sampai sekarang.

Suryadi, Staf pengajar Studi Indonesia di Leiden University, Belanda | Foto courtesy Henky Widjaja dan Sandra Wattimury


TAGS  


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive