Suryadi

Cara Pelajar SMA di Belanda Merayakan Kelulusan

23 Jun 2014 - 09:00 WIB

e3fa2772be24e70fac379313ea336ce6_cerita-ringan-dari-belanda-cara-pelajar-sma-di-belanda-merayakan-kelulusan

Tanggal 12 Juni 2014 hasil ujian siswa SMA (middelbare school) untuk semua jurusan diumumkan di Belanda. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengumuman itu tentu disambut gembira oleh siswa yang lulus (geslaagd) dan, sebaliknya, mendatangkan kekecewaan bagi yang tidak lulus (niet geslaagd) karena itu berarti harus memperpanjang masa belajar mereka di SMA.

Seperti aspek kehidupan lainnya, masing-masing negara di dunia ini memiliki keunikan dan kekhasan sendiri, termasuk dalam bidang pendidikan. Begitu juga halnya dengan cara pelajar SMA di Belanda dalam merayakan kelulusan mereka.

Apa yang dilakukan oleh pelajar SMA di Belanda jika mereka lulus ujian akhir? Apakah mereka melakukan aksi corat-coret baju seragam sambil naik sepeda motor ugal-ugalan dengan teman-teman sekolah, yang tak jarang berakhir dengan kelahi, seperti dilakukan oleh pelajar SMP dan SMA yang lulus Ujian Akhir Nasional (UAN) di Indonesia? Tentu saja tidak, karena, secara bergurau saya katakan (dan ini juga tentu dapat dianggap penjelasan serius jika dilihat dari perspektif budaya) bahwa pelajar SMA di Belanda tidak mengenal baju seragam dan sangat jarang ditemukan mengendarai sepeda motor ke sekolah. Umumnya mereka naik sepeda atau jalan kaki ke sekolah.

Di Belanda, kelulusan seorang pelajar SMA dalam ujian akhir tidak diberitahukan kepada pelajar yang bersangkutan. Yang harus mengetahui terlebih dahulu adalah orang tua masing-masing pelajar. Jadi, pada tanggal yang sudah ditentukan, guru akan menelepon orang tua pelajar satu per satu. Nah, lewat pembicaraan telepon itulah si guru memberitahu lulus tidaknya pelajar yang orang tuanya ditelepon.

Setelah orang tua mendapat kepastian bahwa anaknya lulus, maka si anak akan diberitahu oleh orang tua sendiri, bukan oleh gurunya. Begitu mengetahui bahwa ia lulus, maka si anak akan mengambil tas sekolahnya dan menggantungkannya di atas pintu rumah bersama dengan bendera Belanda yang berwarna merah-putih-biru (lihat foto). Keduanya benda itu harus ada: tas sekolah dan bendera nasional Belanda.

Jadi, jika kita melewati sebuah jalan atau gang di Belanda dan melihat tas sekolah digantung di depan rumah di ujung tiang bendera Belanda, maka dapat dipastikan bahwa keluarga yang punya rumah itu punya anak yang baru lulus SMA.

Lalu, apa hal-hal lain yang dilakukan oleh si pelajar yang baru lulus SMA itu? Yang jelas tidak ada aksi corat coret baju seragam dan ngebut ugal-ugalan dengan sepeda motor. Yang mereka lalukan biasanya antara lain mengundang teman-teman ke rumah untuk merayakan pesta kecil sebagai ungkapan rasa senang. Ada yang membuat foto dengan melilitkan bendera Belanda di tubuh mereka (lihat foto). Selebihnya, kehidupan mereka berjalan seperti biasa. Tentu saja banyak pula di antara mereka yang mendapat ‘kado’ liburan musim panas dari orang tuanya. Akan tetapi, selepas liburan, pada akhir bulan Agustus para pelajar yang sudah lulus itu sudah harus siap-siap mendaftar di universitas yang sesuai dengan pilihan masing-masing. Namun ada juga yang istirahat dulu untuk kemudian mendaftar di universitas pada tahun berikutnya.

Tentu saja menarik untuk diketahui apa motivasi dan makna menggantungkan tas dengan bendera nasional Belanda, atau melilitkan bendera nasional di tubuh, untuk merayakan kelulusan SMA di Belanda. Itu tiada lain adalah tanda kecintaan dan penghormatan kepada negara, sebab negara sudah memberikan pendidikan gratis atau biaya yang sangat murah kepada setiap warganya. Begitulah, melalui perayaan kelulusan siswa/siswi SMA di Belanda, langsung atau tidak, terefleksi hubungan antara pendidikan dan nasionalisme, antara individu sebagai pribadi yang merdeka sekaligus sebagai warga negara yang baik.

Suryadi, perantau Minang, tinggal di Leiden, Belanda | Harian Singgalang, Minggu, 22 Juni 2014


TAGS  


Comment
  • Suryadi 2 years ago

    Salam Zukri,
    Iya, sangat unik. Yang jelas berbeda dengan cara siswa/i di Indonesia merayakan kelulusan mereka. Barangkali di negara lain juga ada cara yang berbeda pula.

    Salam,
    Suryadi

  • zukri 2 years ago

    Wah, unik juga ya pak..,

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive