Suryadi

Paco-paco Minangkabau #29. Pemberantasan orang Komunis terus berlanjut

23 Oct 2015 - 08:20 WIB

     “Dari Padang Aneta mewartakan, di Siloengkang terdapat pengadilan kominis, jang telah mendjatoehkan hoekoem boenoeh pada doea orang opas dan 6 orang lainnja poela. Hoekoeman itoe telah dilakoekan pada malam hari tanggal 2-3 Jan[uari] jbl. itoe. Berhoeboeng dengan hal terseboet ada 2 orang jang ditangkap. Kedoeanja mengakoei kesalahannja. (J. B.).” (a)

     “Roesoeh di Soematera Barat. Djamil telah ditémbak mati oléh serdadoe dekat Siloengkang. Dialah algodjo jang melakoekan pemboenoehan pada 3 Januari di Siloengkang atas orang-orang jang diberi hoekoeman mati oléh pengadilan kominis (Pihak kominis mengadakan sematjam hakim sendiri). Demkian poela Djamoe, kepala kominis jang soedah menjerang tangsi polisi di Moeara kelaban, soedah ditembak mati. Sebelas orang kepala kominis lagi, <jang> masih ditjari. Banjak sendjata, obat<,> bedil, bom dan dinamit telah kedapatan oléh serdadoe patroli.

     Boei Sawahloento sekarang berisi 1100 orang perosoeh. Hadji Samad, seorang dari dapa (sic) kepala pemimpin kominis di Ommelanden soedah ditangkap. Banjaknja jang soedah ditangkap di Ommelanden, hingga sekarang sama sekali ada 150 orang.” (b)

 

***

Dua laporan yang saling berhubungan yang terbit dalam majalah PandjiPoestaka, No. 7, Tahoen V, 25 Januari 1927, hlm. 102 (a) dan No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (b) (rubrik Kroniek) yang memberitakan pengadilan kilat yang dibuat oleh orang-orang komunis di Silungkang untuk menghukum mati beberapa orang pegawai pemerintah dan orang-rang sipil yang dianggap musuh mereka. Para pelakunya kemudian ditangkap dan dihukum mati pula. Terkesan betapa di Sumatera Barat waktu itu masyarakat terbelah dan saling memusuhi. Laporan kedua mencatat operasi pembersihan terhadap orang-orang komunis yang terus berlanjut pasca Pemberontakan Silungkang dan jumlah mereka yang sudah dipenjarakan: 1100 orang di darek dan 150 di Ommelanden (dataran rendah Padang Pariaman dan sekitarnya).

 

Suryadi - Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 20 September 2015


TAGS   Minang Saisuak / Paco-paco / minangkabau / suryadi leiden /


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive