Suryadi

Paco-paco Minangkabau #34. Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad

24 Nov 2015 - 20:29 WIB

Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad Yahya Datuak Kayo

“Sum[atra] Bode mewartakan, di Pajakomboeh baroe-baroe ini diadakan vergadering oléh ± 5000 orang Kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oléh vergadering itoe dipoetoeskan akan memadjoekan permohoenan pada Déwan Hindia dengan kawat soepaja t. Loetan diangkat poela mendjadi lid Volksraad, karena t. [Jahja] Datoek Kajo jang terpilih djadi lid Volksraad itoe ta’ dipandang sebagai wakil Minangkabau (J. B.).”

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (rubrik Kroniek) tentang rapat besar yang diadakan oleh para penghulu dan kepala nagari luhak 30 Kota, yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari Luhak Tanah Datar. Hasil rapat itu antara lain meminta Pemerintah untuk mengangkat Loetan sebagai anggota Volksraad dan menganggap Yahya Datuk Kayo (asal Koto Gadang) yang terpilih menjadi anggota Volksraad  bukan sebagai wakil Minangkabau yang sah. Mayoritas penghulu, yang berjumlah sekitar 300 orang, memilih kandidat Loetan, tapi belakangan yang menang adalah Yahya Datuk Kayo yang hanya didukung oleh 22 orang penghulu dari Afdeling Padang Panjang dan sekitarnya. Tampaknya pemilihan wakil-wakil pribumi untuk duduk di Volksraad pada masa itu juga merupakan proses politik yang panas dan tak bebas dari ajang main lobi dan sikut-sikutan. Tak tahulah, entah sudah ada pula politik uang pada masa itu, seperti yang sudah meruyak bernanah di zaman sekarang.

Suryadi - Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 25 Oktober 2015


TAGS   minangkabau / Paco-paco Minangkabau / Suryadi Sunuri / suryadi leiden /


Comment

Author

Recent Post

Recent Comments

Archive