Suryadi

Paco-paco Minangkabau #36 Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang

10 Dec 2015 - 20:23 WIB

Paco-paco Minangkabau #36 - Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang Sincincin

       “Berhoeboeng dengan perkara pemboenoehan ass. Demang Sitjintjin itoe, t. controleur Pariaman bersama dengan 12 orang agen polisi telah menangkap St. Maloet di Asam Poelau, daerah Andoering, bilangan ond[er]. Distr[rict] VII Koto. Waktoe polisi menjelidiki roemah[nja,] terdapatlah tanda-tanda jang berhoeboengan dengan propaganda kominis di Sitjintjin dan terdapat poela seboengkoes dinamit. Lain dari pada itoe polisi menangkap seorang poela bernama Mahjoedin, asal dari Sitjintjin. (J.B.).” (a)

      “Padang, 10 Sept. (Aneta). Landraad Pariaman, jang menjelidiki perkara pemboenoehan t. ass. Demang Sitjintjin, sekojong-kojong meninggal doenia. Sepandjang doegaan orang beliau itoe diratjoen. Politie tengah menjelidiki hal itoe. (J.B.).” (b)

      “Padang, 17 Sept. (Aneta). Menoeroet penjelidikan, djaksa Pariaman, jang meninggal doenia itoe boekan karena diratjoen orang. Betoel beliau meninggal doenia waktoe tengah menjelidiki perkara pemboenoehan Ass. Demang Sitjintjin. (J.B.).”(c).

     “Menoeroet kawat Aneta dari Padang tanggal 12 Febr. jl.[1927] Pakihantok [Pakiah Antok], pemboenoeh marhoem ass. Demang Sitjintjin, telah ditangkap oléh berigade jang dikepalaï oléh sersan Ekelhoff, dengan pertolongan demang di Tilatang. Pakihantok laloe dikirim ke Fort de Kock. (J.B.).” (d)

***

Laporan majalah PandjiPoestaka, No. 68, Tahoen IV, 27 Agustus 1926, hlm. 1625 (a), No. 73, Tahoen IV, 14 September 1926, hlm. 1745 (b), No. 76, Tahoen IV, 24 September 1926, hlm. 1803 (c), dan No. 15, Tahoen V, 22 Februari 1927, hlm. 241 (d) (rubrik Kroniek) tentang penyelidikan lanjutan terhadap kasus pembunuhan Asisten Demang Sicincin, Bagindo Umar Ali, oleh orang-orang komunis (Sarekat Tani) pada 7 Agustus 1926.  Disebutkan dalam berita (b) dan (c) bahwa Landrad Pariaman yang menyelidiki kasus pembunuhan itu tiba-tiba meninggal. Semula diduga dia diracun, tapi kemudian ternyata tidak, mungkin karena serangan jantung.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 8 November 2015


TAGS   Paco-paco Minangkabau / Demang Sincincin / Suryadi Sunuri /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive