Suryadi

Paco-paco Minangkabau #38 - Orang Komunis membuat senjata dalam hutan

24 Dec 2015 - 08:41 WIB

      “A. I. D. dengar kabar seperti di bawah ini:

      Pada soeatoe hari ada seorang Boemipoetera asal dari Padang si Boesoek minta beli batoe bara barang satoe ton dari tambang Ombilin. Ketika diterangkan kepadanja bahwa arang itoe sangat mahal harganja, ia tidak berkeberatan dan laloe diambilnja wang kertas dari sakoenja boeat bajar kontan. Djadi arang itoe dikirim kepada orang itoe dengan harga franco terima distation.

      Setelah beberapa lamanja dari pada itoe orang itoe datang poela. ‘Arang itoe bagoes’, katanja, sekarang ia minta beli barang 3 atau 4 ton lagi. Hal itoe menimboelkan sjak dalam hati toean Van Wijngaarden. Orang itoe diadjaknja bertjakap-tjakap sambil menjoeroeh merapo[r]tkan hal itoe kepada assistent resident.

     Apabila ditjari keterangan dimana adanja arang jang soedah dibeli dahoeloe oléh orang itoe, polisi dapatkan dalam hoetan seboeah bengkél sendjata jangtjoekoep. Beberapa bilah keléwang telah dapat dirampas. Dan orang Padang si Boesoek itoe ditahan dalam boei. Hal itoe kedjadian dalam boelan November 1926, djadi ketika itoepoen orang soedah bersedia bagi keperloean pemberontakan jang baroe-baroe ini [terdjadi]. (de Loc.).”

***

Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 14, Tahoen V, 18 Agustus 1927, hlm. 224 (rubrik Kroniek) tentang ditemukannya pabrik senjata rahasia di dalam hutan di daerah sekitar Padang Sibusuak. Rupanya itu adalah pabrik senjata yang diusahakan oleh orang-orang komunis dalam rangka menyiapkan revolusi berdarah awal 1927 yang akhirnya gagal itu. Ditemukannya pabrik senjata rahasia kaum komunis yang terletak di dalam hutan ini berawal dari kecurigaan pihak otoritas tambang batubara Ombilin terhadap seorang pribumi yang membeli beberapa ton arang batu yang rupanya digunakan sebagai bahan bakar penempa besi untuk membuat kelewang dan jenis senjata lainnya yang nantinya akan digunakan oleh orang-orang komunis dalam perang melawan musuh-musuh mereka.

Suryadi – Leiden University, Belanda | Padang Ekspres, Minggu, 22  November 2015


TAGS   Suryadi / suryadi leiden / Komunis Minangkabau / Pandji Poestaka / minangkabau /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive