Suryadi

  • Jurnal dan Artikel /
    1 Feb 2012

    Dilema Pemerintahan Nagari Hadiah Reformasi

    Berkat Reformasi kita di Minangkabau telah kembali ke sistem Pemerintahan Nagari. Namun rupanya sistem Pemerintahan Nagari hadiah Reformasi itu telah menghadirkan kultur politik deviant yang kurang sehat di lingkungan nagari-nagari dan mengandung banyak virus konflik (kepentingan). Pemerintahan Nagari yang dipraktekkan sekarang tidak merepresentasikan spirit dan karakter budaya Minangkabau, dan tidak memenuhi harapan masyarakat Minangkabau, sebagaimana terefleksi dalam ramai wacana publik di berbagai media, baik di kampung maupun di rantau. Setelah 12 tahun masyarakat Minangkabau kembali ke pemerintahan nagari, ternyata kehidupan ber-nagari tidak lebih baik (Haluan, 22-1-2012). Mungkin tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa kesempatan untuk menjemput kembali spirit dan filosofi k
  • Jurnal dan Artikel /
    23 Dec 2011

    Seni Verbal Tradisional Minangkabau di Era Komunikasi Elektronik: Media Baru, Tempat Baru

    Selama dua dekade lalu industri rekaman daerah di Indonesia berkembang dengan pesat. Hampir setiap kelompok etnis di Indonesia memiliki musik pop sendiri yang sekarang tersedia dalam rekaman-rekaman komersial berupa kaset dan VCD. Perkembangan pesat industri rekaman daerah di Indonesia ini juga mempengaruhi sastra lisan etnik, termasuk seni verbal tradisional di Minangkabau. Sumatra Barat merupakan salah satu pusat industri music terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Meskipun produk utama dari perusahaan-perusahaan rekaman di Sumatra Barat adalah Pop Minang, genre seni verbal tradisional Minangkabau juga tercermin sangat kuat. Ketika persaingan di antara perusahaan rekaman meningkat, ada mediasi budaya Minangkabau yang ekstensif, termasuk sastra lisan, yang mempengaruhi secara struktural
  • Jurnal dan Artikel /
    8 Dec 2011

    Minangkabau Traditional Verbal Arts in the Electronic Communication Era: New Media, New Venues

    Over the last two decades Indonesian regional recording industries have developed significantly. Almost every ethnic group in Indonesia has its own pop music which is now available on commercial recordings in cassette and Video Compact Disc (VCD) format. The rapid development of Indonesian regional recording industries has also influenced ethnic oral literature, including Minangkabau traditional verbal art. West Sumatra is one of Indonesias biggest music industry centres after Jakarta. Though the predominant product of the West Sumatran recording companies is pop Minang, Minangkabau traditional verbal art genres are also strongly represented. As competition among the recording companies increases, there has been extensive mediation of Minangkabau culture, including oral literature, which
  • Jurnal dan Artikel /
    1 Dec 2011

    Syair Syurga a Devotional Literary Text in an Early Malay Printed Book from Sumatra

    ABSTRAK Rencana ini membincangkan sebuah teks sastera Melayu yang boleh disebut sastra dakwah, yang bila diluaskan boleh digolongkan ke dalam jenis sastra Islam dari awal abad ke-20. Bertajuk Syair Syurga, ia menghuraikan ajaran tarekat tentang tingkat kesedaran dan memberi penafsiran simbolik tentang ibadah shalat. Ia bercerita tentang imbalan pahala yang akan diterima Muslim yang saleh di alam baka, tempat mereka akan hidup bahagia di syurga yang kekal. Rencana ini menyediakan transliterasi syair ini dalam huruf Roman, mengulas isinya dan menyajikan catatan mengenai kepengarangannya. Dalam perspektif yang lebih luas, rencana ini menelaah motif akhirat dalam kesusasteraan Melayu klasik. Dengan mengaji peleburan agama dan sastera dalam teks kesusasteraan Melayu klasik seperti Syair Syurga
  • Jurnal dan Artikel /
    25 Nov 2011

    Warkah-Warkah Sultan Buton Muhyiuddin Abdul Gafur kepada Kompeni Belanda, Koleksi Universiteitsbibliotheek Leiden

    ABSTRAK Salah satu koleksi yang menonjol dalam manuskrip Buton adalah warkahwarkah raja Buton yang dikirim kepada Kompeni Belanda. Kerajaan maritime yang berdaulat di bahagian timur Nusantara itu didirikan sejak abad ke-14 dan hapus pada tahun 1960 setelah berintegrasi ke dalam wilayah Republik Indonesia. Rencana ini membincangkan lima pucuk warkah daripada Sultan Muhyiuddin Abdul Gafur, sultan Buton ke-26 (1791-1799) kepada Gabernor Jeneral Hindia Belanda di Batavia. Kelima-limanya, ditulis antara 1788-1798, itu tersimpan di Universiteitsbibliotheek (UB) Leiden, Belanda. Rencana ini menyajikan transliterasi kelima-lima warkah itu yang menyentuh beberapa aspek intrinsiknya. Melalui hasil transliterasi itu, penulis cuba membina kembali peristiwa sejarah di Kesultanan Buton zaman pemerintah
  • Jurnal dan Artikel /
    16 Nov 2011

    Vernacular Intelligence: Colonial Pedagogy And The Language Question In Minangkabau

    Abstract In the late 1920s the Dutch colonial government resolved to use local languages instead of Malay as the medium of instruction in indigenous schools throughout the Netherlands East Indies. In West Sumatra, this programme was launched in the academic year 19311932, and the government required schools to use the first series of textbooks published in the Minangkabau language Lak?h pandai [Learn quickly], Kini lah pandai [Now I have learnt] andDangakanlah [Listen!] written by the Dutch linguist M.G. Emeis. This essay traces Minangkabau resistance to Emeis’ works, and examines the confrontation between Dutch colonial policy and local expectations regarding the language of instruction used in the school system of West Sumatra. It also documents the philological efforts of Dutch e
  • Jurnal dan Artikel /
    11 Nov 2011

    Identity, Media and the Margins: Radio in Pekanbaru, Riau (Indonesia)

    Abstract Since the fall of Suharto’s New Order government the number and variety of media available have grown at a remarkable rate in Indonesia. In the process these new media, particularly radio, have created new forums for expressing local identity. This article examines how various radio stations, and specific programmes, in Pekanbaru, Riau have provided a new conduit for marginalised ethnic, linguistic and social groups particularly Riau Malays to address issues of their identity in an increasingly globalised, and decentralised, Indonesia. Footnotes An earlier version of this article was presented at the VA/AVMI (Leiden University) symposium on Media Cultures in Indonesia, 27 April 2001, and the international workshop on Globalising Media and Local Society in Indonesia
  • Jurnal dan Artikel /
    4 Nov 2011

    The talking machine comes to the Dutch East Indies, The arrival of Western media technology in Southeast Asia

    Of all my inventions, I liked the phonograph best… 1 Introduction The invention of sound recording technology in the nineteenth century was a modern miracle. Making possible the storage and preservation of sounds across time and distance, which previously could only be dreamed of, this invention contributed significantly to the developing entertainment world. Thomas Alva Edison first realized this dream in 1877 when he invented the tin-foil phonograph, which then inspired other scientists to perfect and develop his invention. During the last two decades of the 1800s sound recording machines were exhibited outside the United States of America, first in Europe and then in Australia and Asia. In Europe the machine was first demonstrated at the Academy of Science in paris on 11 march
  • Jurnal dan Artikel /
    27 Oct 2011

    Syair Sunur: Autobiografi Seorang Dagang Minangkabau

    ABSTRAK Rencana ini adalah kajian ke atas Syair Sunur, sebuah karya autobiografi dalam bentuk syair. Ia ditulis Syeikh Daud, seorang ulama dari Rantau Pariaman di pantai barat Minangkabau, Sumatra Barat. Pengarang ini dilahirkan di Sunur, sebuah kampung pantai dekat Ulakan, pusat ajaran tarekat Shattariyah antara tahun 1785 dan 1790. Beliau meninggal sekitar 1855 di Singkel, kota pelabuhan di pantai barat Aceh. Tujuan rencana ini bukan sahaja mengkaji manuskrip tulisan tangan serta edisi cetak SSn, tetapi juga merumikan salah satu versinya dan mengkajinya secara kritis. Dengan berbuat demikian, diharap dapat dibina kembali konteks budaya dan politik Minangkabau, khususnya Rantau Pariaman sebagai latar belakang penciptaan SSn untuk memahami peranan Syeikh Daud dalam konteks gerakan pemod

Author

Recent Post

Recent Comments