Suryadi

  • Kabar Berita /
    11 Feb 2010

    Sisi Gelap Pemberontakan Westerling

    BARU-BARU ini sejarawan Universitas Leiden, Cees Fasseur menulis biografi Ratu Belanda Juliana dan suaminya Pangeran Bernhard. Buku itu berjudul Juliana & Bernhard; het verhaal van een huwelijk, de jaren 1936-1956 (Juliana & Bernhard; Cerita tentang Sebuah Perkawinan, 1936-1956) (Amsterdam: Balans, 2009). Sebelumnya Fasseur juga telah menulis biografi Ratu Wilhelmina, ibunda Ratu Juliana, yaitu Wilhelmina: krijgshaftig in een vormeloze jas (Wilhelmina: Si Pemberani Dalam Mantel tanpa Model) (Amsterdam: Balans, 2001). Rupanya ada bagian dalam narasi biografi Ratu Juliana dan Pangeran Bernhard itu yang mengganjal hati beberapa pihak di Belanda, yaitu menyangkut peran sekretaris sang Pangeran yang bernama I. Gerrie van Maasdijk (1906-2004). Gerrie adalah seorang wartawan liputan pe
  • Kabar Berita /
    25 Nov 2009

    Pesan Seorang Ulama Sumatra kepada Jemaah Haji Kita

    Tiap2 tahun banyak yang haji / Setengahnya kasad [niat] karena puji… (Syekh Daud Sunur) Implikasi sosial dari bertambahnya orang yang bergelar haji dalam masyarakat tampaknya masih jauh dari harapan. Setiap tahun ribuan orang Indonesia naik haji, menghabiskan waktu, tenaga, dan uang milyaran rupiah. Dan jika dilihat dari segi historis, orang dari kepulauan Nusantara sudah sejak abad ke-17 naik haji, dan jumlahnya cenderung meningkat tiap tahun, seperti dapat dibaca dalam studi Martin van Bruinessen, Mencari Ilmu dan Pahala di Tanah Suci: Orang Nusantara Naik Haji (1997). Di musim haji 2009 ini ratusan ribu orang Indonesia lagi pergi ke Mekah menunaikan ibadah haji. Khusus jemaah haji dari Sumatra Barat, mereka berangkat dalam suasana keprihatinan karena kampung halaman mereka yang
  • Kabar Berita /
    17 Oct 2008

    Suryadi, Pengelana dari Pariaman

    Dia percaya pada takdir. Jalan hidupnya yang penuh onak dan duri diyakini bukanlah kebetulan. Ada semacam garis nasib yang membentang antara kampung halaman di pedalaman Pariaman, Sumatera Barat, hingga Leiden, Belanda, tempat ia bermukim sejak 10 tahun terakhir. Suryadi memang tipikal perantau Minang. Ulet dan tahan banting. Hanya saja, sebagai perantau, ia tak menekuni sektor informal, sebagaimana profesi urang awak perantauan umumnya. Ia memilih jalur keilmuan melalui dunia akademik. Bidang yang ia tekuni pun tak terlalu umum: naskah-naskah lama! Menjadi penelaah naskah dan buku klasik (bahasa kerennya filolog) memang bukan profesi yang bisa mengantarkannya menjadi selebritas, seperti fenomena para komentator bidang ekonomi, politik, dan hukum di Tanah Air. Dari aspek ekonomi pun, pr
  • Karya Buku / Kabar Berita /
    12 Sep 2008

    Letusan Krakatau di Mata Pribumi (Indepth)

    By mitrafm on Sep 12, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM “Orang banyak nyatalah tentu, Bilangan lebih daripada seribu, Mati sekalian orangnya itu, Ditimpa lumpur, api, dan abu.Pulau Sebuku dikata orang, Ada seribu lebih dan kurang, Orangnya habis nyatalah terang, Tiadalah hidup barang seorang”. Rupanya mayat tidak dikatakan, Hamba melihat rasanya pingsan, Apalah lagi yang punya badan, Harapkan rahmat Allah balaskan. Berita ditemukannya satu-satunya sumber pribumi tertulis yang memuat kesaksian mengenai letusan Gunung Krakatau pada tahun 1883 mengejutkan banyak orang. Dalam tempo 48 jam, berita yang dimuat pertama kali di Kompas online itu diunduh sekitar 14.000 orang dari berbagai belahan dunia. Kemudian berita itu dikutip berbagai media. Menariknya, tidak han
  • Karya Buku / Kabar Berita /
    9 Sep 2008

    Syair Lampung Karam : Kesaksian Pribumi tentang Letusan Krakatau 1883

    Radio Nederland Wereldomroep : Suryadi soal Krakatau Ternyata orang pribumi juga menulis risalah tentang meletusnya Gunung Krakatau pada bulan Agustus 1883. Orang itu adalah Mohammad Saleh yang menulis risalah berjudul Syair Lampung Karam, yang diterbitkan dalam bentuk cetak batu di Singapura tahun 1883. Selama ini, semua laporan tentang letusan dahsyat Krakatau itu hanya berdasarkan pada laporan orang-orang asing, terutama Belanda dan Inggris. Pelbagai kajian yang membahas laporan itu juga tidak mencantumkan Mohammad Saleh. Berikut penjelasan Suryadi, peneliti dan ahli filologi pada Universitas Leiden, penemu Syair Lampung Karam. Suryadi: Satu-satunya dokumen kesaksian kaum pribumi sejauh yang tahu mengenai letusan Gunung Krakatau yang dahsyat itu, berjudul Syair Lampung Karam. Tetapi p
  • Kabar Berita /
    13 Dec 2007

    Belajar Bahasa Indonesia di Belanda

    Nina Nanlohy dan Bari Muchtar Rabu, 12 Desember 2007, Radio Nederland Siaran Indonesia ( Ranesi ) kedatangan tamu. Mereka adalah para mahasiswi Belanda yang baru tiga bulan kuliah di fakultas sastra jurusan bahasa Indonesia, Universitas Leiden. Apa motif mereka belajar bahasa negara bekas jajahannya itu? Ditemani dua orang dosen yaitu Suryadi dan Supriyanto, para mahasiswi ikut berdialog dalam acara Kotakpos Live. Di acara asuhan Nina Nanlohy, Eka Tanjung dan Bari Muchtar ini, pendengar diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau berkomentar dengan mengirim sms ke +31-64 500 3133. Selain itu ada beberapa pendengar yang ditelpon. Pada edisi ini pembawa acara menelpon Carles Ritonga, kepala sekolah SMPN 2, di Parapat, Sumatera Utara. Alasan belajar bahasa Indonesia Ditanya menge
  • Kabar Berita /
    27 Jul 2007

    Suryadi: Tak Mudah Dapatkan Dokumen

    Bima, Nusatenggaranews.com Penyerahan 33 surat Sultan Abdul Hamid merupakan pengabdian sebagai warga negara yang memiliki akses kuat di luar negeri. Demikian pengakuan Dosen Departemen Asia Tenggara dan Oceania, Universitas Leiden Belanda, Suryadi, PhD, kepada Bimeks usai acara pembukaan di ruang sidang utama dewan, kemarin. Suryadi juga mengaku untuk mendapatkan dokumen itu tidak mudah, kecuali yang memiliki akses kuat dengan perpustakaan nasional Belanda. Peraturan di perpustakaan di sana sangat ketat. Setiap orang tidak boleh membawa alat tulis, karena dikuatirkan mencoret arsip. Meski demikian, kata Suryadi, siapa saja bisa mendapatkannya, namun memerlukan waktu, kemauan, dan semangat. Ia mengaku bisa membawa foto dan surat-surat itu dengan biasa-biasa saja, dengan harapan bermanf

Author

Recent Post

Recent Comments