Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    29 Jun 2015

    Paco-paco Minangkabau #18: Pembangunan pabrik & onderneming kopi & teh

    Pembangunan pabrik & onderneming kopi dan teh di Sumatras Wetskust “Padang, 24 Jan. (Aneta). Toean Moorman, jang akan membangoenkan onderneming di Ampoe [Ampalu?] Gadang didaérah goenoeng Ophir telah tiba di Padang. Onderneming itoe didirikan Koloniale Bank dan akan menanam kopi dan karét 25000 baoe loeasnja. (de Loc.).” (a) “Paberik téh baroe. Sepandjang kabar Aneta dari Padang, onderneming Huberta dari Cultuurmaatschappij Indrapoera telah meminta kepada firma Schlieper soepaja didirikan seboeah paberik téh, jang dalam 1 tahoen dapat memasak 500.000 pond téh kering. Cultuur Mij. Batangsangirpoen meminta djoega pada firma Schlieper soepaja didirikan seboeah paberik téh jang dalam 1 tahoen dapat menjediakan téh kering
  • Paco-paco Minangkabau /
    22 Jun 2015

    Paco-paco Minangkabau #17: Pengaspalan Jalan Muara Sakai - Tapan

    “Djalan2 raja di Soematera. Djalan raja dari Moera - Sakai ke Tapan melaloei Indrapoera, dalam daérah Soem[atera]. Barat akan diasphal. Oentoek itoe disediakan oeang f 97.000. Dalam daérah Djambi ada djalan raja dari Sarolangoen ke Pamenang. Djalan itoe perloe diperbaiki dan oentoek itoe disediakan oeang f 167.000.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 68, Tahoen VIII, 26 Augustus 1930, hlm. 1091 (rubrik Kroniek) tentang pengaspalan jalan raya dari Muara Sakai ke Tapan, melalui Indrapura. Pengaspalan itu menelan biaya 97.000 gulden. Selain itu dilakukan pula perbaikan jalan Sarolangun - Pamenang dalam wilayah Jambi yang menelan dana Pemerintah sebesar 167.000 gulden. Laporan ini memberi informasi kepada kita kapan pertama kalinya ruas jalan raya Muara Saka
  • Paco-paco Minangkabau /
    15 Jun 2015

    Paco-paco Minangkabau #16: 'Rumah Singgah' zaman kolonial di Padang

    “Tempat pemondokan bagi anak-anak miskin di Padang. Dari Padang Aneta mengawatkan bahwa njonja Goebernoer Soematera Barat telah meletakkan batoe jang pertama dari roemah pemondokan bagi anak-anak miskin di Padang. Bertoeroet-toeroet jang berpidato jaïtoe: voorzitter Persatoean goeroe2 Agama Islam, t. Goebernoer dan t. Burgemeester.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 66, Tahoen VIII, 19 Augustus 1930, hlm. 1059 (rubrik Kroniek) tentang peletakan batu pertama rumah untuk pemondokan anak-anak miskin di Padang oleh istri Gubernur Sumatra Barat. Catatan ini menunjukkan bahwa konsep ‘rumah singgah’ untuk anak-anak miskin sudah ada sejak zaman kolonial. Bagaimanakah keadaan anak-anak miskin dan anak-anak jalanan yang ada di Padang sekarang? Sejauh mana Pemer
  • Paco-paco Minangkabau /
    8 Jun 2015

    Paco-paco Minangkabau #15: Komunis Minang Mancanegara Ditangkap

    “Tiga orang kominis jang mengembara dinegeri loearan ditangkap dan dikirim ke Djawa. Dengan kapal Plancius dari K.P.M. jang telah sampai di Betawi pada tg. 3 Aug[ustus] pagi jbl. datang djoega 3 orang kominis, jang dikirimkan dari Singapoera ja’ni Djamaloeddin, Mohamad Ali dan Hadji Mahmoed, jang toeroet tjampoer dalam peroesoehan kominis dalam boelan November 1926 dan pada boelan Juli 1927. Meréka ditangkap di Singapoera berhoeboeng dengan pemeriksaan pengadilan disana karena meréka tersangkoet perkara kominis djoega. Djamaloeddin dan Hadji Mahmoed asal dari Soem[atera] Barat dan Mohamad Ali dari Ternatédan toeroet memboeat peroesoehan di Tangerang dan Banten. Boléh djadi ketiga orang itoe akan segera dikirimkan ke Digoel. Tapi boléh djadi M
  • Paco-paco Minangkabau /
    1 Jun 2015

    Paco-paco Minangkabau #14: Tahanan Komunis di Jawa dipindahkan

    Tahanan Komunis di Jawa dipindahkan ke Penjara Padang “Pengiriman orang-orang kominis ke Padang. Correspondent Bat. Nbld. [Bataviaasch[e] Nieuwsblad]di Cheribon mewartakan bahwa pada hari Senin tg. 28 Juli jl. telah sampai disana 79 orang kominis dari pendjara Sragen (Solo) jang dikirim teroes ke Betawi dan kemoedian dari Betawi akan dikirim teroes kependjara bagi orang-orang kominis di Padang.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 62, Tahoen VIII, 5 Augustus 1930, hlm. 995 (rubrik Kroniek) tentang pengiriman sebanyak 79 orang tahanan komunis dari penjara Sragen di Jawa Tengah ke penjara Padang. Tampaknya mereka sampai di Padang pada bulan Agustus 1930. Laporan ini menunjukkan bahwa penjara Padang pernah dihuni tidak saja oleh orang-orang komunis dari Sumatera Barat send
  • Paco-paco Minangkabau /
    25 May 2015

    Paco-paco Minangkabau #13: Monumen peringatan untuk Demang Padang

    Monumen peringatan untuk Demang Padang yang pertama “Tanda peringatan bagi kepala district. Menoeroet kabar Aneta dari Padang, baroe-baroe ini Goebernoer Soem[atra] Barat telah melangsoengkan oepatjara pemboeka tanda peringatan bagi marhoem t. Soetan Radjab (sic) gelar Soetan Masaboemi, kepada district Padang jang meninggal dalam tahoen 1928 jtl. Oepatjara itoe dihadiri oléh banjak orang dari pihak Eropah dan Bp. [Bumiputra]. Banjaklah karang-karangan boenga jang diletakkan pada tanda peringatan itoe.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 57, Tahoen VIII, 18 Juli 1920, hlm. 915 (rubrik Kroniek) tentang peringatan dua tahun wafatnya Demang pertama Padang Soetan Radjat gelar Soetan Masa Boemi (dalam laporan di atas namanya ditulis agak keliru: ‘Soetan Radja
  • Paco-paco Minangkabau /
    18 May 2015

    Paco-paco Minangkabau #12: Abdoel Moeis ditangkap di Padang

    “Abdoel Moeis ditahan di Padang. Sepandjang kabar ia akan diinterneer. Pertanjaan-pertanjaan jang mesti didjawabnja, teroetama berhoeboengan dengan Nationaal Indisch Congres jang diadakan oléh Centrale Sarekat Islam di Bandoeng pada tahoen 1916, perkara Toli-toli dan tentang openbare vergadering jang diadakannja di Padang dalam boelan April j.b.l. [1923]. Dalam vergadering itoe ia soedah membitjarakan tentang padjak tanah.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka , No. 44, Tahoen I, 1 November 1923, hlm.12 (rubrik Kroniek) tentang penahanan Abdul Muis, salah seorang putra Minangkabau yang menjadi tokoh penting organisasi Sarekat Islam dan pengarang roman Salah Asuhan, ketika ia berkunjung ke Padang dari Jawa pada bulan Oktober 1923. Abdoel Moeis adalah salah seorang anggo
  • Paco-paco Minangkabau /
    11 May 2015

    Paco-paco Minangkabau #11: Bantuan untuk korban gempa Padang Panjang

    “Medan, 8 Aug. (Aneta). Oentoek penolong ketjelakaan gempa boemi di Soematera Barat itoe di Medan telah dikoempoelkan orang derma f 21.500 banjaknja. (J.B.).” (a) “Bat. Nbld. [Bataviaasch Nieuwsblad], tanggal 9 Aug[ustus]. mewartakan bahwa oentoek penolong ketjelakaan gempa boemi di Soematera Barat itoe Semeroefonds telah menerima oeang derma sedjoemlah f 169.605,74.” (b) “Den Haag, 11 Aug. (Aneta). Oléh Koninklijke Paketvaart Mij didermakan oeang f 10.000. oentoek penolong ketjelakaan gempa boemi di Sometera Barat (J.B.).” (c) “Den Haag, 13 Aug. (Aneta). Olh Semarang Joana Stoomtram Mij, N.I.S. dan Cultuur Mij Kremboengtolongan didermakan oeang masing-masing f 1000 oentoek penolong ketjelakaan gempa boemi di Soematera Barat. (J.B.).”
  • Paco-paco Minangkabau /
    4 May 2015

    Paco-paco Minangkabau #10: Datuak Putiah asal Solok ditangkap di Mekah

    “Orang pergi hadji jang ditangkap. Sepandjang kabar aneta dari Padang, Sum. Bode [koran Sumatra Bode] telah menerima kabar kawat dari Mekah, jang mewartakan bahwa t[oean] Datoek Poetih, bekas kepala district Solok, dan keloearganja, telah ditangkap atas perintah Radja Hidjaz, ja’ni waktoe t. Dt. Poetih itoe sampai dikota tsb. Kabarnja ialah karena t. Dt. Poetih itoe mendjadi pengikoet pergerakan agama Ahmadijah, jang djoega terdapat di Soem[atera] Barat.” Penangkapan t. Dt. Poetih di Mekah. Berhoeboeng dengan penangkapan t. Dt. Poetih oléh pemerintah di Hidjaz, karena kepertjajaannja tentang agama itoe, Sum. Bode mendengar kabar bahwa menoeroet warta jang diterima oléh Goebernoer Soem. Barat dari Oetoesan Belanda di Djoedah, maka t. Dt. Poetih itoe dikirimk
  • Paco-paco Minangkabau /
    27 Apr 2015

    Paco-paco Minangkabau #9: Bahasa Minangkabau

    Bahasa Minangkabau: bahasa pengantar di sekolah “Bahasa Minangkabau sebagai bahasa pengantar. Berhoeboeng dengan penjelidikan t[uan] Dr. P. Voorhoeve di Soem[atera] Barat baroe2 ini direntjanakan bahwa sekolah-sekolah kl. II di Soem[atera] Barat bahasa Minangkabau itoe akan didjadikan bahasa pengatar. Oléh karena itoe sekarang tengah dioesahakan oentoek mengadakan persediaan2 peroebahan kitab2 pengadjaran disekoah-sekolah tsb. Atoeran itoe akan dilakoekan dikelas-kelas rendahan, dan moela2 hanja disekolah-sekolah jang goeroe-goeroenja mengerti bahasa itoe. Disekolah-sekolah lain goeroe-goeroenja haroes beladjar bahasa itoe dahoeloe.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 56, Tahoen VIII, 15 Juli 1930, hlm. 899 (rubrik Kroniek) tentang rencana Pemerintah Kolonial Hin

Author

Recent Post

Recent Comments