Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    20 Apr 2015

    Paco-paco Minangkabau #8: Pelacuran di Minangkabau

    “Kerapatan negri dan pelatjoeran. Pada tanggal 13 November jang laloe atas andjoerannja Districthoofd Biaro telah dilansoengkan Kerapatan Pengholoe pengholoe, alim oelama seloeroeh Ampat Angkat, bertempat di gedoeng Tamhidoesibijau Biaro. Semoea jang hadir koerang lebih 100 orang. Kerapatan dipimpin sendiri oleh Districthoofd. Disini soedah diperbintjangken bagimana pelatjoeran semangkin loeas dan bagimana daja-oepaja membasminja. Oleh pemimpin diterangken bahaja bahaja jang didapet dari pelatjoeran, apa poela di Minangkabau jang poenjaken adat tegoeh, itoe wabah pelatjoeran pantas sekali dapet perhatiannja ninik mamak, jang tjerdik pandei dalam negri. Kemoedian setelah beberapa orang oeroet bitjara, antaranja toean toean H. Zainoeddin Oemar dan Rafai, dan di sini roepa roepa voors
  • Paco-paco Minangkabau /
    13 Apr 2015

    Paco-paco Minangkabau #7: Nabi palsu muncul di Padang

    “Nabi Baroe di Padang. Menoeroet Sum. Bode ada soeatoe hari diwaktoe pagi berkoempoel-koempoellah banjak orang disoeatoe tempat di Pasar Kampoeng Djawa di Padang. Seorang Melajoe bernama S. berbitjara kepada orang banjak dan memberitahoekan bahwa ia seorang Nabi jang mendapat perintah dari Toehan berbitjara kepada kaoem Islam. Orang2 Islam jang ta’ pertjaja kepadanja - kata Nabi baroe itoe - tentoe akan mendapat hoekoeman dari Toehan. Oléh politie orang jang mengakoe mendjadi nabi itoe laloe ditahan. Ternjata ia orang Padang djoega. Ia roepanja akan diserahkan kepada keloearganja dengan permintaan soepaja diamat-amati dengan baik.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 80, Tahoen VIII, 7 October 1930, hlm. 1276, tentang seorang Minangkabau yang berkhotbah di
  • Paco-paco Minangkabau /
    6 Apr 2015

    Paco-paco Minangkabau #6: Komunis Minang di Digoel

    1. “Lari dari tempat pengasingan di Digoel. Aneta mewartakan kabarnja beberapa boelan jl. [jang laloe] ada beberapa orang boeangan jang lari meninggalkan tempatnja di Digoel. Meréka ialah dari golongan orang-orang kominis jang ta’ dapat didamaikan. Mereka menghilir sepandjang soengai Digoel, kemoedian sampai dipoelau Thursday. Disana meréka tertangkap lagi laloe dinaikkan kekapal Goebernement. Doea minggoe jbl. [jang baroe laloe] ada lagi beberapa orang boeangan jang lari. Meréka lari ketimoer melaloei hoetan besar-besar. Sebagian dari meréka itoe dibawa kembali ketempat pemboeangan oléh bangsa Papoea. Badannja penoeh loeka-loeka karena panah dll. Kominis Dachlan jang toeroet pada salah satoe golongan orang-orang jang lari itoe roepanja ol&ea
  • Paco-paco Minangkabau /
    30 Mar 2015

    Paco-paco Minangkabau #5: Kongres Sumatra Thawalib, Mei 1930

    “Sekolah-sekolah Islam di Soematera. Baroe ini perkoempelan “Sumatra Thawalib”, ja’ni sematjam perkoempoelan Moehamadijah di Djawa, mengadakan congres di Fort de Kock seminggoe lamanja. Jang teroetama dibitjarakan ialah pendirian sekolah2 Islam. Di Soematera Barat perkoempoelan tsb. Mempoenjai beriboe-riboe orang anggota dan telah mendirikan beberapa sekolah-sekolah Islam, misalnja di Padang-Pandjang. Djoemlah moerid sekolah2 Islam di Padang-Pandjang ada 1000 orang lebih. Congres itoe boléh dianggap sebagai reactive dari congres Moehamadijah, jang beloem antara lama ini diadakan di Fort de Kock.” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 45/46, Tahoen VIII, 6 Juni 1930, hlm. 733, tentang kongres para anggota dan pelajar Sumatra Thawalib di Fort dek K
  • Paco-paco Minangkabau /
    23 Mar 2015

    Paco-paco Minangkabau #4: Si 'penguntit' Hatta dkk meninggal

    Si ‘penguntit’ Hatta dkk. di Belanda meninggal “Toean L.C. Westenenk wafat. ’s Gravenhage, 3 Mei (Aneta). Toean L.C. Westenenk, bekas lid Raad van Indië telah wafat diroemah sakit. Katholiek dikota tsb., ja’ni 14 hari sesoedah dibelék dan karena penjakit paroe-paroe jang diperoléhnja sesoedah dibelék itoe. Seperti pembatja ma’loem, t[uan] L.C. Westenenk seorang ambtenaar jang terkenal namanja. Sebeloem mendjadi lid Raad van Indië beliau telah mendjabat pangkat Goebernoer di Soem[atra] Barat dan Soem[atra] Timoer. Atas djasanja sebagai kontroleur Soem[atra] Barat pada tahoen 1908 ja’ni waktoe timboel kesoekaran-kesoekaran padjak disana beliau mendapat anoegrah bintang Militaire Willemsorde. Waktoe hidoepnja beliau men
  • Paco-paco Minangkabau /
    16 Mar 2015

    Paco-paco Minangkabau #3: Komunis Minangkabau

    1. “Pendodoek Digoel jang boléh kembali kenegerinja. Menoeroet beslit Goebernemént tanggal 2 April jl. ja’ni berhoboeng dengan hal bahwa meréka menoeroet pertimbangan politik ta’ mengchawatirkan lagi, ditjaboetlah beslit pemboeangan atas orang-orang jang terseboet di bawah ini: Soewarti boléh ke Djawa Barat, Moehamad Moesa ke Koedoes, M. Soediman ke Djawa Barat, M. Darso alias Dirdjodidjojo ke Semarang, Salimin alias Marto Soedarmo ke Semarang, Djojosantoso alias Djojokasoer ke Blitar, Djamaloedin gelar Malin Boengsoe ke Soem[atra] Barat, Moeroedin bin Abdoel Rahim ke Ternatédan Joenoes bin Maana ke Ternaté.”(cetak miring oleh Suryadi). 2. “Penangkapan [se]orang kominis. Sinar Sumatra mewartakan penangkapan seoran
  • Paco-paco Minangkabau /
    9 Mar 2015

    Paco-paco Minangkabau #2: Penelitian Benda-benda Purbakala di Sumatra

    Penelitian Benda-benda Purbakala di Sumatra (1930) “Pemeriksaan benda-benda koeno di Soematera. Het Nieuws baharoe ini bertjakap dengan Dr. F.D.K. Bosch tentang hal perdjalanannja ke Soematera oentoek memeriksa benda-benda koeno disana. Dari pertjakapan itoe kami koetip: Dr. Bosch pergi ke Soematera itoe ialah akan memeriksa benda-benda koeno jang ada disana, berhoeboeng dengan daftar pekerdjaan seorang ambtenaar Oudheidkudige Dienst jang tahoen jang akan datang akan dikirim ke Soematera oentoek memperbaiki benda-benda koeno disana (menggali, mengoekoer, memotrét, menjoesoen dsb.). Di Padang Lawas (res. Tapanoeli) diperiksanja 6 boeah kompoelan tjandi-tjandi Boeddha jang beberapa tahoen jang telah laloe ta’diperbaiki teroes, karena kekoerangan wang. Dari sana Dr. Bosc
  • Paco-paco Minangkabau /
    2 Mar 2015

    Paco-paco Minangkabau #1: Kebakaran di Padang, 1923

    Pengantar Kami menyajikan rubrik baru yang berjudul Paco-paco Minangkabau. Rubrik ini muncul di harian Padang Ekspres setiap edisi Minggu. Paco-paco Minangkabau adalah catatan-catatan pendek dan ringkas mengenai aspek budaya dan peristiwa sejarah yang terjadi di Minangkabau di masa lampau yang dikutip langsung dari sumber-sumber primer tertulis tanpa mengubah tulisan aslinya. Kutipan-kutipan itu dipetik dari khazanah bibliografi tentang Minangkabau (naskah, buku, majalah, surat kabar, dll.) yang tersimpan di Belanda yang jumlahnya berlimpah. Di bawah kutipan diberikan penjelasan pendek tentang konteks budaya dan sejarah serta sumber kutipan itu. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi sidang pembaca, termasuk para sejarawan, dalam rangka memperkuat kesadaran sejarah masyarakat kita. Rubrik ini

Author

Recent Post

Recent Comments