Suryadi

  • Resensi Buku / Kajian Umum /
    24 Dec 2015

    Refleksi - Penyengat, perempuan, literasi

    Mungkin tak seluruh rahasia sebuah pulau kecil di zamrud khatulistiwa yang unik dan penting yang sudah berhasil diungkapkan orang. Pulau yang saya maksud adalah Penyengat. Di Pulau kecil ini pernah berdiri istana (pusat kekuasaan) sebuah kerajaan Melayu berdaulat di masa lampau, yang masih eksis sampai 1911, sebelum dihancurkan oleh orang putih: Kerajaan Riau-Lingga. Dari logika kemiliteran, Pulau Penyengat yang kecil itu sama sekali tidak menguntungkan sebagai basis pertahanan. Pulau yang hanya berjarak sepenghisapan rokok (15 menit berkayuh sampan) dari Tanjung Pinang, ibukota Pulau Bintan, di mana penj[el]ajah Belanda pernah mendudukkan resident-nya, pastilah dapat digempur musuh dari segala arah dengan sangat mudah. Misalkan ada perang dengan orang-orang putih kasar pemburu rempah ra
  • Resensi Buku /
    15 Nov 2015

    NAPAK TILAS HISTORIS DUNIA MELAYU

    Ahmad Dahlan, PhD, Sejarah Melayu. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2014, ISBN 978-979-91-0798-5 (hard cover) Mungkin tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa buku ini adalah ‘cermin terus’ untuk menelusuri perjalanan sejarah bangsa Melayu sejak zaman sebelum ‘air bersentak naik, bumi bersentak turun’ hingga zaman sekarang. Tebalnya mencapai xxiv + 623 halaman, mencakup 30 bab, termasuk bab Pengantar oleh budayawan Melayu (almarhum) Dr. (HC) H. Tenas Effendy (hlm.xix –xxiii), Warkah Pembuka  atau bab pendahuluan (hlm. 1-24), dan Kesimpulan dan Saran (Bab XXX, hlm. 561-565).   Beberapa saat setelah saya menerima satu eksemplar buku ini dari sastrawan Riau Fakhrunnas MA Jabbar dan Ramon Damora dalam kesempatan kunjungan mereka berdua ke Leiden
  • Resensi Buku /
    6 Mar 2015

    PANTUN & BAHASA INDAH: JENDELA BUDAYA MELAYU

    Judul : , Pantun & Bahasa Indah: Jendela Budaya Melayu Penulis : Rais Yatim Tebal : x + 316 muka surat Penerbit : Kuala Lumpur, Endowment Publications, 2013 (Edisi 2: 2014) ISBN : 978-983-43892-1-5 (hardback) Setiap etnik di dunia ini memiliki ragam bahasa sastera yang menjadi wadah untuk mengekpresikan perasaan kesasteraan etnik tersebut. Ragam bahasa sastera itu wujud dalam genre tertentu. Demikian pula halnya orang Melayu yang juga memiliki bahasa sastera sendiri yang antaranya wujud dalam genre pantun. Ding Choo Ming dalam artikelnya “That mighty pantun river and its tributaries” (Wacana. Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya 12-1, 2007:115-130) menjelaskan bahawa setiap etnis di Nusantara memiliki ekspresi sastera lisan yang disebut pantun. Berbeza dengan syair yang m
  • Resensi Buku /
    21 Jan 2015

    KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN DALAM SURAT KABAR DI MINANGKABAU

    KELISANAN DAN KEBERAKSARAAN DALAM SURAT KABAR TERBITAN AWAL DI MINANGKABAU (1859 - 1940-AN) Judul :, Kelisanan dan Keberaksaraan dalam Surat Kabar Terbitan Awal di Minangkabau (1859 - 1940-an). Penulis : Sastri Sunarti Tebal : 2013, xvi + 287 halaman. Penerbit : Jakarta: KPG - EFEO - KITLV Jakarta - Fadli Zon Library, ISBN (Indonesia): 978-979-91-0655-1; ISBN (Perancis): 978-285-539-188-5; KPG: 901 13 0750 (paperback). (Pustaka Hikmah Disertasi (PhD) Seri IX; Kajian Lintas Media) Selama ini, wacana akademik tentang pers pribumi (vernacular press) terbitan awal di Indonesia dan Malaysia lebih sering dihubungkan dengan lahirnya nasionalisme kaum pribumi yang berujung pada perlawanan terhadap kelonialisme Eropa. Hal itu antara lain dapat dikesan dari karya Ben Anderson Imagined Communi
  • Resensi Buku /
    14 Dec 2013

    "CERITA YANG BETUL SUDAH KEJADIAN" DI MINANGKABAU TAHUN 1980-AN

    Judul : Lonceng Cinta di Sekolah Guru Penulis : Khairul Jasmi Tebal : 353 halaman Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2012 ISBN : 978-979-22-8169-9 Realitas fiksional dalam teks novel-novel Indonesia diramu dengan menggabungkan tiga unsur: ’sensasi’ kolonialisme, peristiwa sosial politik zaman kemerdekaan, dan pengalaman pribadi pengarang. Hal itu menjadikan novel-novel Indonesia cenderung historis dan otobiografis dan membagi rata realitas fiksional dan realitas sejarah. Bahkan dalam sejumlah novel aspek sejarah sering lebih kentara sehingga ada sejarawan yang berkomentar bahwa beberapa teks novel Indonesia berpotensi mengacaukan pemahaman khalayak tentang sejarah. Pengacakan realitas fiksional dan realitas sejarah sudah dari dulu inheren dalam teks novel-novel Indo
  • Resensi Buku /
    29 Jul 2013

    JEJAK MIGRASI ORANG MENTAWAI DALAM TRADISI LISAN

    Judul buku : Familiy Stories: Oral Tradition, Memories of the Past, and Contemporary Conflicts over Land in Mentawai - Indonesia Penulis : Juniator Tulius Penerbit : [Disertasi, Leiden University, Belanda], Desember 2012 Tebal : 313 halaman ISBN : 978-94-6203-160-9 Kepulauan Mentawai mungkin lebih dikenal oleh para pencinta ombak besar mancanegara ketimbang murid-murid sekolah kita yang pengetahuan geografinya makin jeblok karena sistem kurikulum pendidikan nasional yang tidak berkeruncingan. Nama Mentawai mungkin juga marginal dalam wacana keindonesiaan kita yang pengap oleh mental xenosentrik, sangkarut politik, kasus korupsi, dan perang klaim antar berbagai ’sekte’ agama mengenai rupa Tuhan dan calon penghuni surga. Secara fisik pun sudah lama konsep pembangunan negara
  • Resensi Buku /
    10 Jun 2013

    MENAPAKTILASI PERJALANAN SEJARAH PERS [ISLAM] MINANGKABAU

    Judul buku : A History of Minangkabau Press (1859 1945) Penulis : Yuliandre Darwis Penerbit : Saarbrucken, Germany: Lambert Academic Publishing ISBN : 978-3-65934215-8 Cetakan : 1, 2013 Tebal : vii + 413 halaman [appendices; notes] Peresensi : Suryadi Berbicara tentang sejarah persuratkabaran di Indonesia, tentunya kita tidak bisa mengabaikan Sumatra Barat. Sejarah sudah mencatat bahwa pada tahun 1850-an kota Padang, bandar yang terpenting di Sumatra selama abad ke-19, telah memiliki surat kabar. Padang adalah kota utama di luar Jawa yang lebih awal menghadirkan tradisi persuratkabaran. (Koran pertama di Hindia Belanda adalah Bataviaasche Nouvelles yang terbit di Batavia tahun 1744). Seperti dicatat oleh Gerard Termorshuizen dalam bukunya Journalisten en heethoofden: een geschie
  • Resensi Buku /
    7 May 2013

    TRANSFORMASI FUNGSI DAN MAKNA HUTAN SIBERUT

    Judul buku : Berebut Hutan Siberut: Orang Mentawai, Kekuasaan, dan Politik Ekologi Penulis : Darmanto dan Abidah B. Setyowati Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia dan UNESCO Cetakan : 1, Oktober 2012 Tebal : xxxvi + 458 halaman Peresensi : Suryadi, Leiden University Institute for Area Studies (LIAS), Leiden, Belanda Dalam wacana keindonesiaan kita yang hiruk-pikuk oleh euforia politik perkotaan, berita mengenai korupsi, pertelingkahan antara berbagai ’sekte’ agama dalam mengklaim siapa di antara mereka yang paling tahu tentang Tuhan dan yang paling berhak menjadi ahli sorga di akhirat nanti, dan mental xenosentrik yang sudah mewabah dalam semua lapisan sosial masyarakat, nama Siberut mungkin berada di tempat marginal. Fenomena ini tidaklah aneh, mengingat negara sen
  • Resensi Buku /
    1 Apr 2013

    REKONSTRUKSI MIGRASI ORANG MENTAWAI LEWAT TRADISI LISAN

    Judul buku : Familiy Stories: Oral Tradition, Memories of the Past, and Contemporary Conflicts over Land in Mentawai - Indonesia Penulis : Juniator Tulius Penerbit : [Disertasi, Leiden University, Belanda] Cetakan : 1, Desember 2012 Tebal : 313 halaman ISBN : 978-94-6203-160-9 Peresensi : Suryadi [Leiden University Institute for Area Studies, Leiden, Belanda] Buku ini adalah disertasi Juniator Tulius, putra Mentawai kelahiran Muara Siberut (1975), yang dipertahankan di Universitas Leiden pada 11 Desember 2012. Komisi promosi terdiri atas Prof. Dr. B. Arps dan Prof. Dr. G.A. Persoon (promotor) dan Prof. Dr. J.J. Fox (ANU Canberra), Prof. Dr. D.E.F. Henley dan Prof. Dr. Patricia Spyer (Leiden University) sebagai anggota lainnya (overige leden). Seperti terefleksi dari judulnya, buku in
  • Resensi Buku /
    5 Jan 2013

    MAGIS BUMI INDONESIA DALAM REFLEKSI LITERER SEORANG PENGARANG BELANDA

    Judul : Kekuatan Diam Penulis : Louis Couperus Penerjemah : Christina Dewi Elbers Penerbit : Kanisius, Jakarta, 2011 Tebal : 246 hlm. ISBN : 978-979-21-2912-0 Setelah menunggu seabad lebih, kini pembaca di tanah air dapat menikmati sebuah novel berlatar Indonesia yang sudah lama dikenal luas di Belanda, De Stille Kracht, yang diterjemahkan Christina Dewi Elbers, kandidat PhD di Universitas Gadjah Mada, menjadi Kekuatan Diam. Kekuatan Diam adalah salah satu karya Louis Couperus (1863-1923), seorang pengarang Belanda era Belle Epoque yang karya-karyanya terkenal dengan sebutan Haagse romans (roman-roman Den Haag). Dalam rentang 1878-1923 Couperus telah menulis beberapa antologi puisi dan novel. Namanya dikenal luas di kalangan orang Belanda yang memiliki hubungan darah dan batin denga

Author

Recent Post

Recent Comments