Suryadi

  • Resensi Buku /
    17 May 2009

    Yang Tak Picisan Dalam Roman Pergaoelan

    Sudarmoko : Roman Pergaoelan Yogyakarta: INSISTPress (2008); xvi [i] + 189 halaman Buku ini membahas sebuah korpus karya sastra Indonesia yang muncul di akhir masa kolonial yang selama ini luput dari mata (kurang) awas studi (sejarah) kesusatraan Indonesia karena dianggap picisan. Korpus itu disebut roman pergaoelan (RP), yang diterbitkan oleh Penerbit Penyiaran Ilmoe (1939-1942) di Bukittinggi. Mengutip definisi dari penerbitnya sendiri, istilah roman pergaoelan kurang lebih berarti berbagai macam warna, bentuk, dan gambaran dari pergaulan. Tetapi di sisi lain istilah itu juga berarti sejenis genre sastra, novel atau cerita tentang pergaulan dan hubungan [antar] sesama manusia (p.69). Dalam buku ini, Sudarmokodosen Fakultas Sastra Universitas Andalas (UNAND), sekarang jadi dosen t
  • Resensi Buku /
    19 Apr 2009

    Resistensi Nasab Ibu Terbesar Di Dunia

    Jeffrey Hadler, Muslims and Matriarchs: Cultural Resilience in Indonesia through Jihad and Colonialism (Ithaca and London: Cornell University Press, 2008. xii, [i], 211 halaman. Muslims and Matriarchs: Cultural Resilience in Indonesia through Jihad and Colonialism (Muslim dan Pengamal Nasab Ibu: Kelenturan Budaya di Indonesia melalui Jihad dan Kolonialisme) adalah publikasi terbaru tentang sejarah lokal Indonesia, tepatnya mengenai masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat. Perkenalan Jeffrey Hadler, dosen pada Program Studi Asia Tenggara Universitas California Berkeley, dengan masyarakat Minangkabau telah dimulai sejak 1985. Ketika itu ia masih duduk di bangku SMA di Amerika Serikat. Setelah menjadi mahasiswa, Jeffrey berulang kali mengunjungi Indonesia lagi, lebih sering ke Sumater
  • Resensi Buku /
    1 Apr 2009

    Yang Kini Baru Terceritakan Setelah Waktu Berlalu

    Judul Buku : Lost Times and Untold Tales from the Malay World Penyunting : Jan van der Putten & Mary Kilcline Cody Penerbit : NUS Press, Singapore Tahun Terbit : 2009 Tebal : xxii + 396 halaman Dalam tradisi akademik, seorang yang sudah dianggap mencapai taraf kepakaran yang mumpuni dalam bidangnya akan diberi kado oleh para sahabat dan koleganya berupa tulisan ilmiah yang dikumpulkan dalam sebuah buku. Lost Times and Untold Tales from the Malay World adalah salah satu di antara kado itu. Collective volume ini adalah sebuah kado cantik yang dipersembahkan para sahabat dan kolega kepada Dr. Ian Proudfoot, ahli Sastra Melayu klasik dan sejarah perbukuan di dunia Melayu dari Australian National University (ANU), Canberra. Kepakaran Dr. Proudfoot dalam bidang kemelayuan antara lain
  • Resensi Buku /
    22 Feb 2009

    Politik Warung Kopi dan (Iklan) Singgalang

    Sawir Pribadi :Mak Pono Online; Seri Palanta Singgalang Padang: Singgalang [Press], 2008 (xii + 215 halaman) Dalam sebuah artikel saya pernah menulis bahwa Sastra Minangkabau modern kurang berkembang (Suryadi, Sastra Minangkabau Modern: Antara Ada dan Tiada, Padang Ekspres, 6/11/2007). Sebabnya antara lain adalah karena dalam kegiatan tulis-menulis kebanyakan cendekiawan dan intelektual Minangkabau merasa berjarak dengan Bahasa Minangkabau ragam tulis. Ekspresi seni tertulis dalam Bahasa Minangkabau ragam tulis berupa novel, cerpen, puisi, atau bentuk-bentuk lainnya, seperti cerita bersambung, esai, dan komik terlihat kurang berkembang. Satu-satunya ungkapan yang bersifat kesastraan yang sering dikodifikasikan dalam Bahasa Minangkabau ragam tulis adalah kaba. Penerbitan kaba dalam ben
  • Resensi Buku /
    15 Feb 2009

    Menyelamatkan Khazanah Pernaskahan Aceh

    Oman Fathurahman & Munawar Holil (eds.) Katalog Naskah Ali Hasjmy Aceh (Catalogue of Aceh Manuscripts: Ali Hasjmy Collection) Tokyo: C-DATS PPIM UIN Jakarta MANASSA (2007); xvi + 303 halaman; foto; tabel. Katalog ini mendeskripsikan koleksi naskah milik Yayasan Pendidikan dan Museum Ali Hasjmy (YPAH), salah satu lembaga penyimpan naskah-naskah Aceh yang selamat dari terjangan hebat gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Ali Hasjmy (lahir di Lampaseh, Banda Aceh, 28 Maret 1914; meninggal di Banda Aceh, 18 Januari 1998) adalah mantan Gubernur Aceh (1957-1964) dan salah seorang intelektual Aceh yang terkemuka. Beliau juga dikenal sebagai sastrawan, budayawan, dan ulama (pernah menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia/MUI Aceh). Warisan kepustakaan beliau berupa
  • Resensi Buku /
    21 Dec 2008

    Menelisik Karya Abdullah Munsyi

    Amin Sweeney Karya Lengkap Abdullah bin Abdul Kadir Munsyi, Jilid 3: Hikayat Abdullah Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia cole franaise dExtrme-Orient Perpustakaan Nasional RI (2008); xxiii + 823 halaman; tabel, ilustrasi; ISBN-13: 978-979-91-0116-7 Amin Sweeney mungkin sebuah contoh radikal manusia diaspora. Pria berkulit putih ini adalah seorang keturunan Irlandia yang memutuskan masuk Melayu secara kafah sejak tahun 1958 lantaran jatuh cinta kepada kesusastraan Melayu. Pilihan itu kemudian mengantarkannya menjadi seorang akademikus terkemuka di bidangnya, tidak saja karena ia telah menghasilkan banyak karya ilmiah mengenai kesusastraan Melayu, tetapi juga karena ia mempunyai penciuman yang terkenal tajam dalam mengendus aroma kolonialisme dan Eropa sentrisme dalam sejarah studi s
  • Resensi Buku /
    13 Dec 2008

    Cermin Bagi Provinsi Pusat Industri Otak

    Elizabeth E. Graves, Asal-usul Elite Minangkabau Modern: Respons terhadap Kolonial Belanda Abad XIX/XX (Penerjemah: Novi Andri, Leni Marlina, Nurasni; Editor ahli: Mestika Zed), Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2007 (xvi +309 halaman) Sejarah mencatat bahwa masyarakat Minangkabau adalah etnis yang sangat responsif terhadap kebijakan pendidikan dan politik Belanda di zaman kolonial. Asal-usul Elite Minangkabau Modern (8 bab) memberi kupasan mendalam tentang reaksi masyarakat Minangkabau terhadap sistem pendidikan Barat yang diperkenalkan Belanda di daerah ini sejak pertengahan abad ke-19. Jauh jarak waktu yang telah ditempuh buku ini untuk sampai kepada pembaca Indonesia. Buku ini berasal dari disertasi Graves, The Ever-victorious Buffalo: How the Minangkabau of Indonesia solved their &#
  • Resensi Buku /
    7 Dec 2008

    Terperosok di Lubang yang Sama

    Basyral Hamidi Harahap, Greget Tuanku Rao. Jakarta: Komunitas Bambu, 2007; xii + 303 hlm.; illustrasi; ISBN 978-979-3731-16-2; Harga: Rp. 55.000 (soft cover). Polemik mengenai Perang Paderi (1803-1837) kembali mencuat akhir-akhir ini, seperti dapat dikesan, misalnya, dari diskusi buku Christine Dobbin yang sudah cukup klasik: Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam dan Perang Padri (Jakarta: Komunitas Bambu, 2008), seperti dilakukan di Medan (Kompas,16/10/2008) dan di Padang (18 Oktober 2008). Terbitnya buku Greget Tuanku Rao (GTR) karya Basyral Hamidi Harahap (BHH) ini ikut menggerek polemik tersebut. Tiga bab pertama GTR (Bab I-III) menceritakan dengan penuh bersemangat nenek moyang BHH, Marga Babiat di daerah Mandailing. Pemimpinnya yang melegenda, Datu Bange, beserta pengikutnya menjadi k
  • Resensi Buku /
    27 Oct 2008

    Tokoh : Biografi Lengkap Pangeran Diponegoro

    Peter Carey, The Power of Prophecy: Prince Dipanagara and the end of an old order in Java, 1785-1855. Leiden: KITLV Press (xxx + 964 hal.). Illustrasi, Peta/Denah, Tabel, Catatan, Lampiran, Kepustakaan, Indeks. ISBN 978 90 6718 303 1 (seri VKI no. 429) Menulis biografi lengkap seorang tokoh besar yang sudah meninggal ratusan tahun lalu mungkin tak semudah menulis biografi (pesanan) seorang penguasa/pengusaha yang masih hidup. The Power of Prophecy (Kekuatan Nujum) menyuguhkan biografi lengkap Pangeran Diponegoro (1785-1855), seorang Muslim yang saleh, tetapi tetap dipengaruhi kosmologi Jawa, yang mengobarkan perang suci melawan Belanda (1825-1830). Buku ini adalah sebuah studi yang mendalam mengenai riwayat hidup Pangeran Diponegoro (PD), bangsawan Keraton Yogyakarta, penentang paling g
  • Resensi Buku /
    31 Aug 2008

    Kiprah Seorang Minang Jago Bahasa Indonesia di Volksraad

    Azizah Etek, Mursyid A.M. dan Arfan B.R.Kelah Sang Demang: Jahja Datoek Kajo, Pidato Otokritik di Volksraad 1927-1939.Yogyakarta: LKiS 2008 (viii + 512 halaman) (Seri Satu Abad Kebangkitan Nasional) Buku ini mempersembahkan kepada kita dokumen penting berupa sumber pertama seputar kiprah seorang wakil Minangkabau yang paling vokal di Volksraad (Dewan Rakyat) di zaman kolonial: Jahja Datoek Kajo (JDK). Ia dua kali terpilih mewakili masyarakat Minangkabau di Volksraad (Dewan Rakyat), yaitu pada periode 1927-1931 dan 1935-1939. Inilah buku kedua dari ketiga penulis di atas; buku pertama mereka, Koto Gadang Masa Kolonial (Yogykarta: LKiS, 2007), juga membicarakan aspek historis Koto Gadang, sebuah nagari Minangkabau yang paling maju berkat sikap kooperatif masyaraktnya dengan Belanda. Tam

Author

Recent Post

Recent Comments