Suryadi

  • Resensi Buku /
    10 Aug 2008

    Telaah Kritis Sumber-sumber Pribumi

    Titik Pudjiastuti. Perang, Dagang, Persahabatan; Surat-surat Sultan Banten. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia (Juli 2007, xxiii + 332 hlm.). ISBN 978-979-461-650-5 Buku ini menyajikan untuk pertama kalinya sebuah studi yang luas mengenai dua jenis sumber pribumi (indigenous sources) tentang Banten. Kedua jenis teks itu, yang berasal dari abad ke-17 sampai ke-19, adalah Surat-surat Sultan Banten (SSB) dan naskah historiografi tradisional Banten yang disebut Babad Banten atau Sajarah Banten (SB). Penulis buku ini, Titik Pudjiastutidosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesiaadalah seorang filolog dan kodikolog Indonesia terkemuka yang sudah lama berkecimpung dalam studi pernaskahan Banten. Disertasi doktoralnya, “Sadjarah Banten; suntingan teks dan terjemahan disertai tinjauan a
  • Resensi Buku /
    2 Mar 2008

    Refleksi Historis Eforia Otonomi Daerah

    Gusti Asnan, Memikir Ulang Regionalisme: Sumatera Barat Tahun 1950-an, Jakarta: Yayasan Obor IndonesiaNIODKITLV Jakarta, Juli 2007 (xxii + 264 hlm.); ISBN 978-979-461-640-6 Sejak bergulirnya reformasi yang dimulai tahun 1998, kata regionalisme dan reformasi mengalami peluberan makna serta membanjiri wacana sosial-politik Indonesia. Saking populernya, di sebuah warung tenda di Jakarta saya pernah menikmati sajian Nasi Goreng Reformasi. Ini sangat kontras dengan zaman Orde Baru (1967-1998) di mana kata otonomi daerah, desentralisasi, dan reformasi sangat langka terdengar dan tabu diucapkan. Mereka yang coba-coba menyosialisasikannya dalam wacana publik bisa mendapat bahaya. Kata-kata itu mungkin termasuk lema-lema yang ditulis dengan tinta merah dalam kamus politik Indonesia pada waktu i
  • Resensi Buku /
    24 Sep 2007

    Yang Tersisa Dan Masih Bertahan Dari Tradisi Pernaskahan Minangkabau

    Yusuf, M. (ed.). Katalogus Manuskrip dan Skriptorium Minangkabau. Tokyo: The 21th Century Centre of Excellence Programme, The Centre for Documentation & Area Transcultural Studies Tokyo University of Foreign Studies, 2006 (viii [i] + 295 [1] halaman) Usaha pemetaan dan pengidentifikasian kekayaan naskah Minangkabau yang tersebar di masyarakatnya di Sumatera Barat sudah lama menjadi cita-cita beberapa teman di Padang, khususnya di Fakultas Sastra Universitas Andalas (Unand). Saya ingat, semasa saya kuliah di Unand (1986-1991) dosen filologi dan sastra kami, Ibu Adriyetti Amir, pernah melontarkan ide ini. Namun, usaha itu terbentur dana dan tenaga. Dengan terbitnya Katalogus Manuskrip dan Skriptorium Minangkabau ini, akhirnya cita-cita itu kini jadi kenyataan. Katalogus ini y

Author

Recent Post

Recent Comments