Suryadi

  • Sejarah /
    28 Apr 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Aksi Penumpasan Pemberontakan PKI di Sumbar

    Aksi Penumpasan Pemberontakan PKI di Sumatera Barat (1927) A. PERUSUHAN DI SUMATRA BARAT Sejak Si Patai gelar Maharaja Jambi mati, perusuhan di Sumatera Barat boleh dikatakan sudah padam sama sekali. Di [bawah ini] kami tera[kan] beberapa buah gambar yang melukiskan kejadian yang terakhir di sana. Gambar [pertama] menunjukkan serdadu laut dari kapal perang “Zeven Provinciën” waktu berjalan marsch dari Sungai Bong, melalui Padang, ke Kota Lawas. Gambar [kedua]: [situasi di] halaman rumah t[uan] Assistent Demang Pasar Ambacang, waktu mayat Si Patai dan teman-temannya dibawa ke sana. Dari mana-mana, dari tempat yang jauh-jauh, perduduk memerlukan datang akan melihatnya. Setengah orang heran, bahwa orang yang termasyhur kebal kulitnya, [akhirnya] luka juga. Surat-surat kabar
  • Sejarah /
    22 Apr 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Penyebab Kerusuhan Komunis (1927)

    Penyelidikan terhadap Penyebab Kerusuhan Komunis di Sumatera Barat (1927) 1. Fort de Kock 3 Februari. Hari ini T[uan] B[esar] Gubernur Jenderal [de Graeff] telah mengadakan konferensi Bestir [para pegawai tinggi pemerintah] yang dihadiri oleh beberapa Amtenar Bestir dan Kepala-kepala adat. Konferensi itu amat penting keadaannya, sebab bermusyawarat itu ialah salah suatu pokok adat Minangkabau dan juga azas segala pemerintahan umum. Yang hadir pada ketika itu yakni p[ejabat] t[uan] Resident, sekalian Assistent-Resident, kecuali tuan Karsen karena masih sakit, beberapa orang Kontelir [Controleur], Pemerintah-pemerintah distrik, Kepala-kepala rakyat dan tuan Ramaer, Hamerster dan van Gingkel (sic; Ginkel), sedang sebagai wakil pers t[uan] t[uan] Zentgraaf dan Ritman diizinkan menghadiri
  • Sejarah /
    21 Apr 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Skandal kemenangan Yahya Datuk Kayo

    Skandal kemenangan Yahya Datuk Kayo menjadi anggota Volksraad dan perjuangan kaum penghulu mempertahankan hak-hak istimewa mereka (1927) A. Sum[atra] Bode mewartakan, di Payakumbuh baru-baru ini diadakan vergadering [rapat] oleh ±5000 orang kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oleh vergadering itu diputuskan akan memajukan permohonan kepada Dewan Hindia dengan kawat supaya t[uan] Lutan diangkat pula menjadi lid [anggota] Volksraad, karena t[uan] [Jahja] Datuk Kayo yang terpilih jadi lid Volksraad itu tak dipandang sebagai wakil Minangkabau (J[ava] B[ode]). B. Tentang vergadering P(erkumpulan) A(dat) A(lam) M(inangkabau) di Payakumbuh yang diadakan pada 26 Januari y[ang] l[alu], yang dihadiri oleh kira-kira 300 orang penghulu-penghulu, dan yang sudah diberitakan tempo ha
  • Sejarah /
    17 Apr 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Rusuh di Sumatera Barat

    Menurut berita dalam Java Bode, di Silungkang dan Sijunjung (Sumatera Barat) terjadi rusuh. Di bawah ini kami petik beberapa kabar kawat yang berhubungan dengan hal-ihwal kejadian pada Januari: Tangsi veldpolitie di Muara Kelaban diserang oleh 50 orang merah, yang menjadi bagian dari suatu kawanan [yang] banyaknya 200 orang, dan yang bermaksud menyerang Sawahlunto. Serangan itu dapat ditolak. Serdadu dalam oto dari Sawahlunto [yang] akan membantu Muara Kelaban, di tengah jalan bertemu dengan 40 orang perusuh. Mereka itu segera diserang serdadu, dan terpaksa lari dengan meninggalkan 2 orang kawannya yang mati dan seorang [lagi] dapat ditangkap. Tali kawat ke Silungkang diputuskan. Pagi-pagi benar tuan Ass[istent] Resident Sawahlunto dengan 3 brigade veldpolitie maju ke Silungkang. Di
  • Sejarah /
    17 Mar 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Minangkabau-Raad

    Dr. M. Amir Suatu bangsa tiada dapat meminjam perasaian (sejarah) bangsa lain. WILSON Dalam surat kabar-surat kabar Indonesia saya baca bahwa niat Pemerintah akan mendirikan Sidang-Minangkabau (Minangkabauraad) serta dengan girang hati kita dengar Tuan Koerkamp menyambung permintaan Saudara Abdul Muis di Padang Panjang tahun lalu [1923] di gedung Volksraad [Batavia]. Sebetulnyalah patut nyaring suara penduduk Sumatera Tengah memintak vertegenwoordigend lichaam sendiri, seperti Minahasa-raad di puncak Pulau Selebes. Sebab jarang terdapat di muka bumi ini sebidang tanah yang begitu subur untuk ditanami dengan perasaan dan aturan demokrasi. Ketika Presiden Wilson berteriak dari gedung Kapitol di Washington, menyiarkan ke sekeliling dunia bahwa niat beliau - idealist utama - to make the
  • Sejarah /
    13 Mar 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Suatu Monroe-leer buat Tanah Jawa? [1923]

    Dr. M. Amir Pembaca ketahui, [p]olitik luaran di Amerika ada berdasar Monroe-leer, yaitu suatu aturan yang dikeluarkan oleh Monroe yang mengatakan bahwa kerajaan di luar Amerika tidak boleh campur dalam perkara Amerika dan, sebaliknya, Amerika mesti tinggal di luar sarang lebah Eropa. Jadi, haluan pisah-pisahan “siapa loe siapa gua”. Dalam prakteknya, Amerika toh pinjam uang, berniaga, cari duit di negeri luaran, ekonomi dunia tidak dapat dibatas-batas. Amerika mesti juga turut campur dengan politik Eropa, (lihat perang besar) sebab jaman sekarang politik berdasar ekonomi, dan kalau kekalutan Eropa tinggal seperti sekarang, Amerika tak dapat terima uang, akhirnya tidak bisa hidup sendiri. Sungguhpun begitu, setengahnya orang di Hindia ini mau hidup sendiri-sendiri, mau m
  • Sejarah /
    8 Mar 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Poligami di Minangkabau

    Oleh Parada Harahap Di negeri ini [Minangkabau] amat banyak orang memakai kebiasaan beristri banyak. Adat dan agama meluluskan beristri sampai 4, jadilah kesempatan yang luas dan longgar itu banyak memakainya, sehingga ada pula yang menganggap bahwa berkawin berkali-kali atau beristri banyak-banyak itu suatu tanda kemegahan dan .. kemasyhuran, bahkan ada yang menganggap jadi pencaharian, karena kerap kali antara istri no. 2 dan no. 3 itu berlomba-lomba menyenangkan hati si suami supaya kerap kali pulang ke rumahnya, dengan menyediakan makanan yang lezat-lezat dan uang pun juga. Dengan keadaan yang demikian, maka semakin manjalah pihak suami dan menganggap perempuan itu jadi perkakas bekerja dan menyenangkan hatinya saja. Di antara negeri-negeri Indonesia ini, tak ada satu negeri yang
  • Sejarah /
    5 Mar 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Pergerakan Perempuan [di Minangkabau] (1925)

    Oleh Parada Harahap Ketika saya di kota Padang [minggu kedua Oktober 1925], saya dengar tentang maksud-maksud orang mengadakan kongres dari kaum perempuan. Masa saya di Weltevreden pun sudah saya bacai tentang gerakan perempuan di sini, yang dalam setahun ini saja entah berapa-berapa kumpulan yang sudah didirikan. Vrouwenbond, Meisjesbond, Perserikatan Kaum Ibu, yang kesemuanya itu berkumpul melambuk [BM: malambuak] sebuah orgaan yang dinamai Asjraq, diterbitkan sekali sebulan di kota Padang. Di antara negeri-negeri di Indonesia ini, pergerakan perempuan Minangkabau ada[lah yang] terkenal paling banyak kedengaran dalam surat kabar! Apakah sebabnya? Bukankah Kartini? tempo hari bergerak mengangkat kalamnya, meski dapat celaan dari kanan dan kiri dan dapat larangan dari beberapa orang f
  • Sejarah /
    2 Mar 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Payakumbuh dan Bukittinggi, 8, 9 & 15 Nov 47

    Oleh Muhamad Radjab Payakumbuh, 8 November Petang ini saya beruntung dapat berkenalan dan bercakap-cakap dengan seorang ahli filsafat, pengarang lagu dan seorang dokter yang banyak jasa dan baktinya kepada masyarakat Payakumbuh. Beliau ialah dr. Adnan, pengarang buku Mentjari Tuhan dari Abad ke Abad, dan beberapa lagu Minang yang belum disiarkan, di samping jadi pemimpin Rumah Sakit di kota ini. Beliau seorang yang periang, suka berkelakar, badan beliau yang gemuk bagaikan padat oleh kegembiraan yang tiada surut-surutnya; tetapi di samping itu, dr. Adnan agresif bila mengemukakan keyakinan, terutama dalam soal agama, yang jadi kegemaran beliau di samping obat-obatan. Mula-mula saya bertanya tentang orang-orang yang masuk rumah sakit di Payakumbuh. Tuan dr. Adnan menerangkan bahwa keban
  • Sejarah /
    27 Feb 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Adat Minangkabau [1925]

    Oleh Parada Harahap Sebuah keluarga besar matrilineal Minangkabau di depan rangkiang dan rumah gadang mereka [Foto KITLV Leiden] Saya rasa tidak ada satu bangsa di muka bumi ini yang paling kuat memegang adat selain dari [suku] bangsa Minangkabau di tanah airnya. Saya mau bilang 99% dari segala hidupnya dan perbuatannya di negerinya, adat ke adat saja, sehingga dalam percakapan sehari-hari pun bisa kedengaran hal ini. Tentu saja di sini saya tidak hendak membicarakan lebih dalam hal adat di tanah ini, karena untuk ini perlulah pengetahuan yang dalam dan penyelidikan yang selesai. Lagipula, sebenarnya studi dari adat sesuatu bangsa bukannya mudah, apalagi jika orang itu sendiri bukan anak [penduduk asli] di tanah itu. Saya harus menerangkan lebih dahulu bahwa pemandangan saya tentan

Author

Recent Post

Recent Comments