Suryadi

  • Kabar Berita / Wawancara /
    18 Feb 2014

    Suryadi: Chasing lost stories

    While some may think that archives are irrelevant, one Indonesian is delving into the stacks of Leiden University in the Netherlands in search of the forgotten. Suryadi was born in Padang Pariaman, West Sumatra, into a family of farmers in 1965 and studied Minangkabau literature at Andalas University in Padang. While finishing a doctorate at Leiden University, he has been writing a series of articles on old-time photos of West Sumatra that he has found there in the archives in the Netherlands. More than 150 of the stories, which Suryadi writes in his spare time for fun, have been published by the daily Singgalang in Padang. The columns explore old pictures from the Dutch East Indies Company (VOC) or Dutch government found in the archives of the Royal Linguistics and Anthropology I
  • Diskusi Media Nusantara / Wawancara /
    12 May 2011

    Pop Minang pun Dibajak Negeri Jiran

    CD musik penyanyi - penyanyi pop Padang. (TEMPO/Febrianti) TEMPO Interaktif, Padang - Suatu hari, Haji Yuskal, produser dan pemilik studio rekaman Sinar Padang Record, Padang, Sumatera Barat, terenyak saat menemukan beberapa album lagu Minang yang diproduksinya dijual di lapak kaki lima di Kuala Lumpur, Malaysia. Sampulya sama dan dicetak lebih bagus serta dibungkus dengan kotak VCD yang lebih tebal, namun logo Sinar Padang Record diganti dengan gambar kucing. Yuskal kemudian bergegas naik taksi menuju alamat label rekaman yang tertulis di album Minang bajakan itu. Namun yang ketemu hanya Ruko dan kedai kecil yang pemiliknya tidak tahu menahu dengan reproduksi album Minang yang dibajak itu. Tiga tempat di alamat yang tertulis itu saya datangi, namun tidak ada apa-apa, itu pembajak
  • Karya Buku / Wawancara /
    29 Aug 2010

    Saya Puas "Syair Lampung Karam Dapat Apresiasi

    Saya Puas “Syair Lampung Karam Dapat Apresiasi DI dunia fi lologi, Suryadi adalah nama yang tengah bergema. Ia ramai dibincangkan berkat temuannya tentang naskah klasik karya Muhammad Saleh: Syair Lampung Karam (SLK). Saleh, penulis asal Lampung (?) dan menjadi satu-satunya pribumi yang merekam betapa dahsyatnya letusan Gunung Krakatau pada 1883 yang menewaskan 36.000 manusia itu. SLK ditulis tiga bulan setelah letusan dahsyat itu. Temuan Suryadi menyingkap tabir SLK selama 125 tahun tersimpan di beberapa negara. Telaah komprehensif ini dibukukan dengan judul Syair Lampung Karam, Sebuah Dokumen Pribumi tentang Dahsyatnya Letusan Krakatau 1883 (cetakan ke-1 Agustus 2009 dan cetakan ke-2 Januari 2010). Buku yang dieditori Yurnaldi ini diterbitkan oleh Komunitas Penggiat Sastra Pada

Author

Recent Post

Recent Comments