Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    23 Oct 2015

    Paco-paco Minangkabau #29. Pemberantasan orang Komunis terus berlanjut

         “Dari Padang Aneta mewartakan, di Siloengkang terdapat pengadilan kominis, jang telah mendjatoehkan hoekoem boenoeh pada doea orang opas dan 6 orang lainnja poela. Hoekoeman itoe telah dilakoekan pada malam hari tanggal 2-3 Jan[uari] jbl. itoe. Berhoeboeng dengan hal terseboet ada 2 orang jang ditangkap. Kedoeanja mengakoei kesalahannja. (J. B.).” (a)      “Roesoeh di Soematera Barat. Djamil telah ditémbak mati oléh serdadoe dekat Siloengkang. Dialah algodjo jang melakoekan pemboenoehan pada 3 Januari di Siloengkang atas orang-orang jang diberi hoekoeman mati oléh pengadilan kominis (Pihak kominis mengadakan sematjam hakim sendiri). Demkian poela Djamoe, kepala kominis jang soedah menjerang tangsi polisi di Moe
  • Paco-paco Minangkabau /
    23 Oct 2015

    Paco-paco Minangkabau #28. Meredam aksi kaum Komunis di Sumatera Barat

    “Padang, 20 Sept. (Aneta). Berhoeboeng dengan hal hilangnja Datoek Sati, adathoofd di Magek, tersiar kabar bahwa di onderdistr[ict] Kamang ada soeatoe perhimpoenan rahasia, didirikan oleh kaoem kominis. Perhimpoenan itoe bermaksoed hendak memboenoeh sekalian kepala-kepala Bp. [bumiputra]. Doea brigade militer dari Fort de Kock dikirim ketempat terseboet. Disana banjak orang-orang jang ditahan dan roemah-roemah jang digeledah.      Kabarnja pagi kelamarin majat Datoek Sati terdapat telah terkoeboer disisi soengai dekat Batoe Djoelang, ond. distr. Kamang. Roepanja ia diboenoeh oleh Ramaja, pemimpin pergerakan kominis dan beberapa orang temannja, jang sekarang lari.     Kemoedian dikabarkan poela: Di Pakan Selasa, ond. distr. Kamang adalah 40 orang ko
  • Minang Saisuak /
    8 Oct 2015

    Minang Saisuak #235 - Awaloeddin Latief (14/9/1924 - 23/2/2005)

    Rubrik ini memperkenalkan lagi seorang pahlawan kita kepada Generasi Samsung Galaxy. Beliau adalah Awaloeddin Latief, seorang putra Minangkabau yang bersama para pemuda nasionalis lainnya telah berjuang mengusir penjajah Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali di akhir 1940-an. Awaloeddin lahir di Kampung Bawah Balai, Sungai Tarab, Batusangkar, pada 14 September 1924. Ayahnya bernama Abdoel Latief Datuak Simaradjo, seorang pengusaha pertanian yang cukup berada, dan ibunya bernama Salamah (istri kedua dari empat istri ayahnya). Awaloeddin mengenyam pendidikan dasar di Batusangkar, Payakumbuh, dan Bukittinggi. Ketika berusia 24 tahun, saat Belanda melancarkan agresi ke-2 di Bukittinggi (dan daerah-daerah lainnya di Indonesia), demikian Soewardi Idris (2000:44), pemoeda Awaloeddin
  • Paco-paco Minangkabau /
    18 Sep 2015

    Paco-paco Minangkabau #27. Musibah dan bujukan selepas Pemberontakan

    Musibah dan bujukan selepas Pemberontakan Komunis Silungkang      “Dari Padang Aneta mewartakan, oléh karena toeroen hoedjan lebat ta’ ada hentinja, dikampoeng Tengah, didaérah Aneikloof, ada tanah goegoer sampai beberapa riboe M3 banjaknja, serta merintangi djalan. Perdjalanan keréta apipoen mendapat rintangan djoega karena da pohon waringin jang roboh didjalan itoe.” (a)       “Kelamarin t[uan] Mr. H. Fievez de Malines van Ginkel berangkat ke Soematera Barat oentoek menjelidiki keadaan padjak disana, berat tidaknja bagi pendoedoek daérah terseboet. Beberapa boelan j. l. beliau telah dibantoekan pada Belastingherzienningcommissie. Pemerintah Negeri oentoek mengadakan penjelidikan tentang padjak it
  • Minang Saisuak /
    18 Sep 2015

    Minang Saisuak #234 - Sebuah rapat besar maago Soekarno di Padang 1958

    Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan satu foto kenangan tentang PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Mungkin sudah bayak sidang pembaca yang tahu sosok yang berdiri di tempat yang tinggi di depan itu. Dialah Kolonel Ahmad Husein, pencetus PRRI yang telah mengukir hari-hari berdarah dan derak-deram suara bedil bak merendang kacang di Ranah Minangkabau dari 1958 sampai 1961. Anak muda kelahiran Padang 1 April 1925 itu telah membuat urang awak, lama kemudian, manggaretek melihat setiap orang perbapakaian loreng dan bersepatu lars. Konteks sejarah foto ini adalah ketika Ahmad Husein menyerukan perlawanan menentang Jakarta (baca: Presiden Soekarno) di Padang. Rapat ini diadakan di halaman Gubernunar Padang pada bulan Maret 1958. Dalam apel besar itu Ahmad Husein menjela
  • Sastra & Budaya Minang /
    18 Sep 2015

    PUISI: Jiwa, Waktu

      Beratus ribu, bahkan mungkin berjuta puisi sudah diciptakan para penyair. Kata-kata telah lunyah oleh mereka, dan mereka tidak akan berhenti melukunya. Ada puisi-puisi yang diciptakan oleh penyair hebat, sedikit hebat, kurang hebat, dan tak hebat-hebat benar. Puisi-puisi itu bertebaran di berbagai surat kabar dan majalah, sebelum akhirnya (sebagian di antaranya) dibukukan, dijadikan buku puisi/antologi, dengan judul-judul yang manis memikat, yang dengan kapasitas yang ada pada dirinya masing-masing, memperkaya dan memberi katarsis pada jiwa manusia. Jika kita menelisik halaman-halaman koran-koran dan majalah-majalah, baik yang lama maupun yang baru terbit satu-dua hari yang lalu, sangat mungkin kita akan menemukan puisi.  Jelaslah bahwa puisi menjadi bukti nyata atas efek dar
  • Paco-paco Minangkabau /
    31 Aug 2015

    Paco-paco Minangkabau #26. Kepala-kepala 'pemberontak' Komunis

    Kepala-kepala pemberontak Komunis Silungkang ditangkapi “Roesoeh di Soematera Barat. Peri keadaan di Talawi, antara Sawahloento dengan Batoesangkar, aman. Demikian poela dari Rao-Rao sampai ke Bukittinggi. Sedatangnja tentara tambahan dari Djawa, laloe diadakan peratoeran jang paling loeas, oentoek mengamankan Ommelanden dan Priaman. Plaatselijk-Commandant toean Majoor Rhemrev, diangkat mendjadi Militair-Commandant di Priaman. Kepadanya diperbantoekan toean Controleur Djongesans [yang benar mungkin: Jongejans] boeat melakoekan peperiksaan administratief. Kepala dari orang-orang jang memboenoeh goeroe Mahmoed di Siloengkang telah ditangkap. Di Ommelanden ada seorang perampok jang mendjadi pimpinan kominis poela, namanja Boejoeng Lakang, telah menyerahkan dirinja. Serdadoe bergerak di
  • Minang Saisuak /
    31 Aug 2015

    Minang Saisuak #233 - Moehammad Sjafei di Belanda (1924)

    Rubrik Minang saisuak edisi Minggu, 24 Mei 2015 sudah menurunkan profil Moehammad Sjafei, pendiri INS Kayu Tanam. Sekarang kami turunkan lagi satu potret beliau bersama teman-temannya asal Indonesia saat berada di Leiden, Belanda, tahun 1924, ketika Sjafei masih berada di ‘Tanah Dingin’ itu untuk menuntut ilmu di bidang prakarya. Potret ini jarang terlihat, karenanya mungkin bermanfaat kalau kami suguhkan kepada penyuka rubrik ini. M. Sjafei lahir di Ketapang, Kalimantan Barat, tahun 1894. Tentang riwayat pendidikannya, Pandji Poestaka, No.1, Tahoen II, 3 Januari 1924:3 menulis: “Toean Mohd. Sjafe’i moelai masoek sekolah Melajoe dalam tahoen 1904 di Adi (Atjeh). Tatkala itoe omoernja 10 tahoen. Pada pertengahan tahoen 1907, pindah kesekolah Melajoe d Pontianak.
  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Aug 2015

    Paco-paco Minangkabau #25 Pembersihan 'Pemberontak' Komunis Silungkang

    “Roesoeh di Soematera Barat. Tentara dari Tjimahi dan Meester Cornelis itoe, telah sampai ke Emmahaven dan dengan segera berangkat ke Padang. S.p.t.b. [Seri paduka tuan besar] Goebernoer Djenderal mengirimkan poedjian dengan kawat, bagi pegawai S. S. [kereta api] di Soematera Barat, karena telah menjatakan kelakoean dan sikapnja jang baik dalam masa ada roesoeh, demikian poela keradjinannja jang loear biasa, sehingga perdjalanan keréta api jang terganggoe itoe dengan segera dapat diperbaiki lagi. Sekalian hoofdleider telah ditangkap atau diboenoeh, ketjoeali Thaib sehingga kira-kira ta’kan terdjadi lagi sesoeatoe bahaja jang mengantjam keamanan. Sekalian orang peroesoeh jang soedah ditangkap, dikoeroeng dalam boei Sawah Loento. Semoeanja ada 900 orang. Sekalian pen
  • Minang Saisuak /
    24 Aug 2015

    Minang Saisuak #232 - Moehammad Rasad gelar Maharadja Soetan

    Moehammad Rasad gelar Maharadja Soetan: Hoofddjaksa Landraad Medan Seperti sudah sering jadi buah mulut orang banyak, Koto Gadang adalah nagari yang melahirkan banyak tokoh penting dan orang pandai-pandai di zaman saisuak. Kali ini rubrik Minang saisuak akan menurunkan lagi biografi singkat salah seorang putra nagari di tubir Ngarai Sianok itu. Beliau adalah Moehammad Rasad gelar Maharadja Soetan: Hoofddjaksa Landraad di Medan. Moehammad Rasad “dilahirkan di Kota Gedang (Fort de Kock) pada 29 November 1866″, demikian kami kutip dari majalah Pandji Poestaka, No. 37, tahoen I, 13 September 1923:1-2 - sumber yang kami rujuk untuk tulisan ini. Beliau mendapatkan pendidikan sekuler di Fort de Kock, seperti kebanyakan anak-anak Koto Gadang di zamannya. Karier Moehammad Rasad da

Author

Recent Post

Recent Comments