Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    18 Aug 2015

    Paco-paco Minangkabau #24 Pemberontakan Silungkang berhasil dipadamkan

    “Roesoeh di Soematera Barat. Dari Meester Cornelis dan Tjimahi telah dikirimkan tentara tambahan ke Soematera Barat. Antara orang-orang peroesoeh jang telah menjerahkan dirinja, didapati djoega Datoek Boengsoe, pemimpin jang ternama. Di Soengai Lasi, Ass. Demang telah menangkap 32 orang peroesoeh. Njatalah sekarang, bahwa 4 orang goeroe bantoe Boemipoetera di Siloengkang itoe, hanja 3 orang jang diboenoeh, dan jang seorang lagi lari. Orang peroesoeh mentjoba hendak memboenoeh Ass. Demang Paoeh Lima di Ommelanden. Tiga orang peroesoeh ditembak mati dan seorang ditangkap. Di Doekoe, dibatas Priaman, telah terdjadi perampokan. Pada pihak pendoedoek, ada 1 orang jang mati, 1 orang jang loeka parah dan 1 orang jang loeka ringan. Menoeroet kabar “Aneta” dalam Javabode j
  • Minang Saisuak /
    18 Aug 2015

    Minang Saisuak #231 - Sekolah Loeboeak Basoeng berulang tahun ke-50

    Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan foto yang khususnya ditujukan kepada pembaca Singgalang Minggu di Lubuak Basuang. Ini adalah kodak klasik tentang Sekolah Rakyat (De Nagari School) kelas 2 Lubuak Basuang yang diambil sempena hari perayaan usianya yang ke-50 pada tahun 1932. Dari keterangan foto ini kita beroleh informasi bahwa Sekolah Lubuak Basuang didirikan sekitar tahun 1882. Sekolah itu berdiri berkat usaha Si Médan gelar Toeankoe Kajo yang menjadi Tuangku Lareh (Larashoofd) Lubuak Basuang sejak tahun 1868 sampai 1908 (dia meletakkan jabatan itu karena pensiun). Dikatakan dalam sumber ini betapa pada masa awal sekolah ini didirikan ‘nafsoe anak Hindia kepada pengadjaran boléh dikatakan tidak ada; dan di Loeboek Basoeng nafsoe itoe tentoe tidak lebih b
  • Paco-paco Minangkabau /
    10 Aug 2015

    Paco-paco Minangkabau #23: Pemberontakan Komunis di Sumatera Barat

    “Roesoeh di Soematera Barat. Padang, 6 Januari [1927] (Aneta). Siloengkang hampir kosong. Isinja pergi meninggalkan tempat itoe. Didoega bsok perdjalanan keréta api akan baik lagi sebagai biasanja. Kepala pemimpin Limin, pada tanggal 2 boelan ini, telah ditémbak mati dihalaman station Siloengkang. Malam tadi telah dikirim ke Fort van der Capellen soeatoe brigade dari Fort de Kock. Doea keréta api kemarin soedah dapat djalan dari Sawah Loento ke Solok dengan ta’ dapat halangan soeatoe apapoen. Orang-orang jang memboenoeh Hulppostcommies Siloengkang dan empat orang goeroe Boemipoetera itoe, soedah ditangkap. Padang, 7 Jan[uari 1927]. Malam soedah laloe dengan selamat. Resident dan Gewestelijke Militaire Commandant kemarin ada di Fort de Kock, hari ini
  • Minang Saisuak /
    10 Aug 2015

    Minang Saisuak #230 - Orang Pendek

    Penduduk Sumatera pada umumnya mengenal cerita tentang orang pendek yang tinggal di pulau yang berhutan tropis lebat dan merimba raya ini. Ini puak yang berbeda dengan orang Kubu, Sakai, atau Talang Mamak (proto Melayu). Nama lokal yang diberikan kepadanya bermacam-macam: leco (ejaan lama: letjo), anak ote, dll. Di daerah Gunung Sago, Luhak 50 Kota, seorang teman menginformasikan bahwa nama yang diberikan kepada makhluk ini adalah anak ghoteh. Ada juga orang menyebut (si) bigau, tapi saya kurang pasti apakah ini makhluk dari jenis yang sama atau yang berbeda. Tentang leco (lihat dalam gambar di atas, betapa kecilnya dibanding manusia), sebagian penduduk lokal di Sumatera mengkategorikan orang pendek ini sejenis binatang. Koran Sinar Deli (c.1932) pernah memuat cerita tentang seorang la
  • Paco-paco Minangkabau /
    3 Aug 2015

    Paco-paco Minangkabau #22: dr. Moehamad Djamil ikut Kongres kedokteran

    dr. Moehamad Djamil ikut Kongres kedokteran di Singapura “Congres Tabib (Congres Far Eastern Association of Tropical Medicine) di Singapoera diboeka pada 3 dan 4 September ini. Wakil oentoek Hindia, jaïtoe toean-toean Dr. de Lange, Dr. van Lonkhuiyzen, Dr. Deggeler, Dr. Hasskarl Medenbach, Dr. Kiewiet de Jonge, Dr. Kirschner dan toean Ind. Arts Moeh. Djamil. Pada 1 September toean-toean itoe soedah berangkat dari Tandjoeng Prioek dengan kapal Melchior Treub.“ *** Laporan majalah Pandji Poestaka , No. 36, Tahoen I, 7 September 1923, hlm. 13 (rubrik Kroniek) tentang rombongan perwakilan akademisi/ahli kedokteran dari Hindia Belanda yang menghadiri Congress Far Eastern Association of Tropical Medicine di Singapura pada 3-4 September 1923. Yang penting sekali dalam kutipan
  • Minang Saisuak /
    3 Aug 2015

    Minang Saisuak #229 - Pesta pengangkatan penghulu di Koto Nan Gadang

    Pesta pengangkatan penghulu di Koto Nan Gadang, Payakumbuh (c. 1924) Penghulu di Minangkabau adalah orang yang didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. Mereka memegang tampuk adat di nagari masing-masing. Sudah jadi mamangan di Minangkabau bahwa ‘penghulu sakato kaum, raja sakato alam’. Mereka ada yang disebut penghulu pucuk, penghulu kaum, dan penghulu andiko. Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan kodak klasik cuplikan prosesi pengangkatan (penabalan) seorang penghulu di Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh, Luhak 50 Koto. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1924. Tidak disebutkan siapa nama penghulu yang sedang ditabalkan. Pengangkatan seorang penghulu mengikuti upacara yang telah digariskan oleh adat di nagari masing-masing. Ada perbedaan antara penghulu dari k
  • Paco-paco Minangkabau /
    27 Jul 2015

    Paco-paco Minangkabau #21: Bantuan kepada korban Gempa Padang Panjang

    “Dari Temanggoeng dikabarkan, pada tanggal 7 dan 8 Ang (sic - maksudnya: ‘Augustus’) j.b.l. dikaboepaten Magelang diadakan pertoendjoekan tari Serimpi oléh penari-penari Serimpi (Pronosworo) dari Keraton Solo. Dari pendapatan pertoendjoekan itoe jang 75% akan didermakan oentoek penolong ketjelakaan [gempa] di Soematera Barat, jang 25% didermakan pada fonds Merapi. Pada tanggal 1 Aug. pendapatan pendjoealan kartjis telah ada f 1500.” “Hari Sabtoe, tanggal 7 Aug. j.l. poekoel 6 soré dipekarangan gedoeng kaboepatn Mr. Cornelis diadakan fancy-fair (pasar derma) oentoek penolong ketjelakaan [gempa] di Soematera Barat. Dipendopo kaboepatén dipertoendjoekkan tadi Djawa oléh anak-anak gadis, tari Lampoeng, dajak mangojan, dan tari Pasoema
  • Minang Saisuak /
    27 Jul 2015

    Minang Saisuak #228 - Mesjid Rao Rao, Tanah Datar (c.1924)

    Menjelang Idul Fitri 1436 Hijriyah ini, rubrik Minang saisuak ingin menukilkan sedikit sejarah sebuah mesjid yang ada di darek: Mesjid Rao Rao di Kabupaten Tanah Datar. Mesjid masih berdiri megah sampai sekarang. Walau arsitektur kubah utama (kubah besar) dan kubah-kubah menaranya masih tetap dipertahankan seperti semula, karena uniknya, bagian lain dari mesjid itu mungkin sudah ada yang diubah. Tampilan baru Mesjid Rao Rao dapat dilihat di: https://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Rao_Rao#Sejarah. Kubah utamanya merupakan perpaduan corak Persia dan arsitektur Minangkabau. Foto klasik mesjid ini yang kami turunkan di sini tentu dapat menjadi perbandingan, khususnya bagi warga Rao Rao sendiri, untuk melihat sejauh mana secara keseluruhan arsitektur mesjid ini telah berubah dalam rentang w
  • Paco-paco Minangkabau /
    13 Jul 2015

    Paco-paco Minangkabau #20: Bantuan untuk korban Gempa Padang Panjang

    “Dari Taroetoeng pembantoe kami menoelis: Berhoeboeng dengan malapetaka jang baroe terdjadi di Soem. Barat, beloem antara lama ini oléh amtenar2, saudagar2 dsb. telah diadakan soeatoe komitéjang dinamaï “Comitépenolong kesoesahan gempa Soematera Barat” dipimpin oleh t. A. Breekland, Controleur disana. Moedah moedahan oesaha comitéitoe berhasil bagoes.” PPada hari malam Minggu j.b.l. tentoonstelling jang diadakan di Temanggoeng ditoetoep. Pendapatan bersih dari pertoendjoekan itoe akan didermakan oentoek penolong ketjelakaan gempa boemi di Soematera Barat dan bagi perhimpoenan Tiong Hwa Hwe Kwan. Pendapatan kotor ada f 14000. Pada tanggal 31 Juli depan pertoendjoekan itoe diboeka poela (de Loc[omotief]).” *** Dua lamporan dal
  • Paco-paco Minangkabau /
    6 Jul 2015

    Paco-paco Minangkabau #19: Putra Minang Oesman Idris pulang kampung

    Putra Minang Oesman Idris di Jerman pulang kampung “POETERA INDONESIA DI NEGERI LOEARAN. Baharoe ini sampai di Hindia ini toean Oesman Idris Soetan Pangéran, seorang Minangkabau jang telah kira-kira 8 tahoen lamanja tinggal dinegeri Djérman sebagai lector dalam bahasa Melajoe pada sekolah tinggi di Hamburg. Beliau otoe ialah keloearan sekolah Radja Boekit Tinggi dan dari sana beliau masoek sekolah K. W. S. di Soerabaja. Soedah itoe pergi beliau meneroeskan peladjarannja dalam ‘ilmoe bangoen-bangoenan kenegeri Belanda. Dari sitoe roepanja beliau dapat berhoeboengan dengan sekolah tinggi di Hamburg terseboet, sehingga beliau diangkat mendjadi lector di sana. Sekarang beliau datang ke Indonesia ini ialah atas soeroehan sekolah tinggi itoe teroetama sekali akan menjel

Author

Recent Post

Recent Comments