Suryadi

  • Tokoh Minang /
    11 Jun 2006

    Marzuki Dt. Mangulak Basa

    Marzuki Dt. Mangulak Basayang lebih terkenal dengan gelar adatnya: Dt. Mangulak Basaadalah salah satu dari sepuluh pendiri (oprichter) Bank Nasional, banknya urang awak yang didirikan di Bukittinggi akhir tahun 1930. Sembilan pendiri lainnya adalah: Anwar St. Saidi, H. Mohd. Jatim, H. Sjamsuddin, H. Mohd. Thaher, H.M.S. Sulaiman, Djamain Abd. Murad Tk. Mudo, H. Sjarkawi Chalidi, Rasjid St. Tumanggung, dan Malin Sulaiman. Dilahirkan di Bukittinggi pada tahun 1886, Marzuki kecil disekolahkan oleh orang tuanya di Volkschool (sekolah dasar 3 tahun) di kota kelahirannya. Ayahnya, Angku Kitab gelar Dt. Dunia Basa, adalah seorang pedagang tembakau di Bukittinggi. Sepulang dari sekolah Marzuki kecil sering membantu ayahnya di toko, terutama pada hari pekan di Bukittinggi, yaitu hari Rabu dan Sab
  • Kajian Umum /
    28 May 2006

    Membangun Museum Pers Di Padang

    Padang adalah kota yang terbilang tua di Indonesia. Kota ini kaya akan nilai sejarah yang, kalau diolah dengan cermat dan berkelanjutan oleh pemdanya, akan menjadi aset wisata historis yang menarik. Pemda kota Padang bisa mencontoh Pemda kota Melaka di Malaysia yang mampu mengelola pontensi sejarahnya menjadi aset wisata, yang menambah pendapatan Pemda kota itu dan meningkatkan perekonomian masyarakatnya. Beberapa sejarawan menjuluki Padang sebagai kota pers. As far as the history the vernacular press in Sumatra is concerned, Padang seems to have the longest history in the press business, kata sejarawan Ahmat Adam (1975). Namun selama ini potensi historis itu tampaknya terbaikan, mungkin juga karena konsep pembangunan kota Padang yang tidak berwawasan historis. Ahmat Adam tidak berlebih
  • Sejarah /
    17 May 2006

    Seorang Pangeran Aceh Asal Minangkabau

    Sejarah mencatat bahwa banyak faktor yang menyebabkan orang Minang pergi merantau. Di zaman kolonial, orang Minang terpaksa meninggalkan kampung halamannan dicinto karena dibuang oleh Belanda. Sedikit di antara mereka yang kembali, dan lebih banyak yang berkubur di rantau pembuangan selamanya. Betul kiranya gambaran sebuah pantun Minang:Bukik Putuih Rimbo Kaluang / Dirandang jaguang diaguihsi / Di kida jalan ka kabalai / Tampak galanggang pacu kudo // Ukun putuih badan tabuang / Dipandang kampuang ditangisi / Sadang bansaik badan marasai / Duya dikisai rang nan kayo (Bukit Putus Rimba Kalong / Direndang Jagung dihangusi / Di kiri jalan menuju pasar / Tampak gelanggang pacu kuda // Hukum putus badan terbuang / Dipandang kampung ditangisi / Sedang miskin badan sengsara / Dunia diaduk orang
  • Sastra & Budaya Minang /
    30 Apr 2006

    Menyelamatkan Kekayaan Bahasa Minangkabau : Tantangan Ahli Bahasa dan Pekamus

    Seperti halnya bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia, Bahasa Minangkabau terus berubah. Pengaruh Bahasa Indonesia sudah menyebar jauh ke pelosok daerah di Sumatra Barat, dibawa oleh media audio visual seperti televisi dan radio, membengkokkan lidah generasi muda Minangkabau, yang mulai terbata-bata berkomunikasi dalam bahasa ibunya sendiri. Suka atau tidak suka, Bahasa Indonesia, dan mungkin juga bahasa asing seperti Bahasa Inggris, makin mempengaruhi masyarakat penutur Bahasa Minangkabau. Demikianlah umpamanya, di banyak desa aktivitas budaya tempat menuturkan Bahasa Minangkabau ragam adat makin jarang dipraktekkan. Kalau dulu acara pasambahan menjemput mempelai pria (manjapuik marapulai), misalnya, bisa memakan waktu berjam-jam, dimana kemampuan bersilat lidah benar-benar dipraktekk
  • Sastra & Budaya Minang /
    30 Apr 2006

    Historiografi Bahasa Minangkabau

    Sudah banyak studi mengenai Bahasa Minangkabau (BM) dilakukan para ahli linguistik, terutama sekali dari perguruan tinggi yang berada di Sumatra Barat sendiri. Namun, yang agak langka adalah studi mengenai historiografi BM itu sendiri. Bagaimana situasi kebahasaan orang Minang di masa lampau, sejarah usaha pembentukan BM ragam tulis, intervensi orang Belanda dengan hoeroef Walanda-nya (huruf Latin/Rumi) terhadap BM di abad ek-19, dan efeknya terhadap masyarakat dan kebudayaan Minangkabau, khususnya di bidang bahasa, belum pernah diteliti secara mendalam. Tulisan ini mendeskripsikan secara sepintas historiografi BM, sekadar untuk menambah pengetahuan kita mengenai perjalanan sejarah BM, syukur-syukur ada yang tertarik untuk menulis disertasi mengenai historiografi Bahasa Minangkabau, me

Author

Recent Post

Recent Comments