Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #38 - Orang Komunis membuat senjata dalam hutan

          “A. I. D. dengar kabar seperti di bawah ini:       Pada soeatoe hari ada seorang Boemipoetera asal dari Padang si Boesoek minta beli batoe bara barang satoe ton dari tambang Ombilin. Ketika diterangkan kepadanja bahwa arang itoe sangat mahal harganja, ia tidak berkeberatan dan laloe diambilnja wang kertas dari sakoenja boeat bajar kontan. Djadi arang itoe dikirim kepada orang itoe dengan harga franco terima distation.       Setelah beberapa lamanja dari pada itoe orang itoe datang poela. ‘Arang itoe bagoes’, katanja, sekarang ia minta beli barang 3 atau 4 ton lagi. Hal itoe menimboelkan sjak dalam hati toean Van Wijngaarden. Orang itoe diadjaknja bertjakap-tjakap sambil menjoeroeh merapo[r]tkan h
  • Minang Saisuak /
    16 Dec 2015

    Minang Saisuak #243 - Oto ‘Minang Jaya’ tambangan Rao-Rao - Padang

    Foto ini berasal dari laman Facebook Fadli Anas, seorang perantau Minangkabau yang, sebagaimana banyak perantau Minang lainnya, selalu rindukan kampung halaman dan tepian tempat mandi. Foto ini sendiri tentu merefleksikan kerinduan itu dan, sampai batas tertentu, mungkin dapat mewakili perasaan banyak perantau Minangkabau yang lain. Nostalgia. Itulah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan derita dan rundu dendam perantau dan manusia diaspora pada umumnya, di rantau manapun mereka berada. Mungkin banyak orang abai terhadap foto-foto seperti ini. Ini terjadi karena sejarah sudah begitu didominasi oleh narasi-narasi besar yang berkisah tentang orang-orang besar pula. Sering sekali topik yang dibahas adalah mengenai perang dan orang-orang yang telah menyulut terjadinya perang i
  • Minang Saisuak /
    10 Dec 2015

    Minang Saisuak #242 - Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau”

    Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau” di Fort van der Capellen (Butusangkar), c.1903 Dalam keterangan foto ini, di bagian atas, tertulis: “Inl[andsch] societeit te Fort v[an] d[er] Capellen (Westkust v[an] Sumatra). Di bagian bawah ada catatan dalam Bahasa Melayu: “Rumah-bola Medan Perdamaian Minangkabau di Batoe Sangkar, Padang Darat”.   Foto ini dibuat sekitar tahun 1903 dan dimuat dalam berkala Bintang Hindia yang terbit di Amsterdam (lihat keterangan tentang sumber foto). Foto ini adalah salah satu dokumentasi yang langka mengenai Rumah Bola (Societeit) ‘Medan Pedamaian Minangkabau’ yang terdapat di Batusangkar. Pada masa itu, muncul beberapa paguyuban pribumi yang diusahakan oleh intelektual Minangkabau yang mengambil nama &ld
  • Minang Saisuak /
    1 Dec 2015

    Minang Saisuak #241 - Jirat Syekh Mungka

    Di Minangkabau, makam ulama-ulama terkemuka atau orang kaya-kaya kadang-kadang ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sengaja dibuat untuk melindungi makam itu. Makam seperti itu disebut jiraik (sering di-Melayutinggikan menjadi jirat). Biasanya dalam jirat dimakamkan pula ulama-ulama lain yang masih termasuk trah murid oleh ulama terkemuka itu, atau, dalam kasus orang kaya-kaya, anggota keluarga atau keturunannya. Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan sebuah foto klasik yang mengabadikan secara visual jiraik Syekh Mungka. Beliau adalah seorang ulama terkemuka yang pernah dimiliki Minangkabau pada awal akhir abad ke-19 dan awal abad-20. Al-Faqir Apria Putra dalam blognya http://surautuo.blogspot.nl/2011/12/al-marhum-syekh-muhammad-saad-al.html menulis bahwa nama lengkap ulama yang
  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Nov 2015

    Paco-paco Minangkabau #34. Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad

    Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad Yahya Datuak Kayo “Sum[atra] Bode mewartakan, di Pajakomboeh baroe-baroe ini diadakan vergadering oléh ± 5000 orang Kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oléh vergadering itoe dipoetoeskan akan memadjoekan permohoenan pada Déwan Hindia dengan kawat soepaja t. Loetan diangkat poela mendjadi lid Volksraad, karena t. [Jahja] Datoek Kajo jang terpilih djadi lid Volksraad itoe ta’ dipandang sebagai wakil Minangkabau (J. B.).” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (rubrik Kroniek) tentang rapat besar yang diadakan oleh para penghulu dan kepala nagari luhak 30 Kota, yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari Luhak Tanah Datar. Hasil rapat itu antara lain me
  • Sejarah /
    13 Nov 2015

    Renungan Hari Pahlawan 2015: Orang Minang Menghadapi Agresor Belanda

    Renungan Hari Pahlawan 2015: Orang Minang Menghadapi Agresor Belanda : Perang Sabil Melawan ‘Musuh Allah dan Musuh Kita’  Pada pertengahan Juli 1947, kaum Muslim di Indonesia sedang menunaikan ibadah puasa. Suasana Ramadahn tentu terasa di mana-mana, juga di Sumatera Barat: surau dan mesjid diramaikan oleh jemaah yang melaksanakan shalat taraweh. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh serangan Belanda yang dilakukan secara mendadak. Belanda menyerang titik-titik penting wilayah Republik Indonesia, terutama di Jawa dan Sumatera. Banyak orang tidak menyangka bahwa Belanda tanpa rasa malu melanggar kesepakatan damai Perundingan Linggarjati yang baru saja ditandatangani pada 25 Maret 1947. Pada 20 Juli 1947 Belanda melancarkan perang yang kemudian dikenal sebagai Agresi Belanda I.
  • Paco-paco Minangkabau /
    10 Nov 2015

    Paco-paco Minangkabau #33. Usulan Sumatranenbond kepada Pemerintah (19

         “Oléh rapat ‘Sumatranenbon[d]’jang diadakan di Betawi pada hari [M]inggoe jbl. telah ditetapkan akan memadjoekan 2 boeah motie [ke]pada pemerintah, oentoek angkatan lid Volksraad. Motie jang pertama berisi nama seorang kandidat jaïtoe t. Dr. A. Rivai dan motie jang kedoea berisi nama t. t. Dachlan Abdoellah, hoofdonderwijzer H.I.S. Tj. Pinang; Abdoel Moeis di Garoet; dr. Rasjid, Ind[landsche] Arts Tapanoeli; Tjik Nang, Schoolopziener; Tengkoe Taijeb di Atjéh, dan St. Moh. Zain di Weltevreden.”   *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 14, Tahoen V, 18 Februari 1927, hlm. 225 (rubrik Kroniek) tentang dua usulan yang disampaikan oleh ikatan intelektual Sumatera Sumatranenbond kepada Pemerintah, yaitu pencalonan beberapa
  • Minang Saisuak /
    1 Nov 2015

    Minang Saisuak #238 - Emas Hitam di Perut Sawahlunto

    Dinding yang berpendar karena cahaya kamera yang sedang dipacul oleh pekerja dalam foto ini adalah batubara kualitas terbaik di Indonesia. Itulah ‘emas hitam’ di perut bumi Ombilin, Sawahlunto. Tujuh orang pekerja yang terlihat dalam foto ini berada di bawah tanah, dalam lorong yang gelap dan lembab tapi penuh dengan batubara. Sejarah telah mencatat bahwa adalah W.A. de Greve (meninggal dalam kecelakaan perahu di Sungai Kuantan pada 18 Oktober 1872) yang menemukan kandungan batubara di Sawahlunto. Geolog muda itu lahir di Frakener, Belanda, pada 15 April 1840. Dalam usia masih 19 tahun, ia telah meraih gelar insinyur pertambangan dari Akademi Delft pada 1859. Kemudian ia segera pergi ke Hindia Belanda untuk mengadu peruntungan. Pada 14 Desember 1861 ia ditunjuk oleh Pemerin
  • Paco-paco Minangkabau /
    27 Oct 2015

    Paco-paco Minangkabau #31. Pantolan komunis Si Patai tewas

         “Padang 4 Febr. [1927] (Aneta). Kemarin satoe patroli jang dikepalaï oléh sersan Menado Lindong soedah menangkap doea orang kawan si Patai: agaknja meréka itoe disoeroeh beli beras. Meréka itoe dipaksa oléh militér menoendjoekkan tempat semboenji si Patai. Apabila si Patai melihat kedatangan patroli itoe, ia menjerang dengan péstol browning dan rentjong. Militér menémbak si Patai itoe, kena di kepalanja dan toeboehnja, hingga mati. Dalam perkelahian itoe seorang kawan si Patai, Boejoeng namanja, [juga] mati ditémbak. Majat si Patai itoe hari ini dibawa ke kampoeng[nja]. (J.B.).” (a)      “Padang 7 Febr. [1927] (Aneta). Majat si Patai tidak diserahkan kepada kaoem k
  • Paco-paco Minangkabau /
    23 Oct 2015

    Paco-paco Minangkabau #30. Para pantolan komunis berhasil dilumpuhkan

         “Kepala-kepala kominis di Soematera Barat hampir semoeanja soedah dapat ditangkap atau diboenoeh, misalnya: Si Patai (ditémbak mati), Ngadimin (ditémbak mati), Soeman (ditangkap), Hadji Iman Samad (ditangkap), Nain (ditangkap), dan Hadji Dagam (ditangkap). Tetapi masih ada beberapa orang lagi jang tidak berapa pentingnja haroes ditangkap (J.B.).”      “Aneta kabarkan dari Padang, bahwa ketika malam Selasa j.l. dibilangan Kotatengah ada orang mentjoba hendak merampok. Tiga orang dari pada perampok-perampok itoe soedah ditangkap. (J.B.).”       “Dari Padang Aneta mengabarkan t[g]l. 4 Februari Majoor Rhemrev terima soerat kawat pemberian selamat dari toean Besar Goebernoer Djenderal oent

Author

Recent Post

Recent Comments