Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #38 - Orang Komunis membuat senjata dalam hutan

          “A. I. D. dengar kabar seperti di bawah ini:       Pada soeatoe hari ada seorang Boemipoetera asal dari Padang si Boesoek minta beli batoe bara barang satoe ton dari tambang Ombilin. Ketika diterangkan kepadanja bahwa arang itoe sangat mahal harganja, ia tidak berkeberatan dan laloe diambilnja wang kertas dari sakoenja boeat bajar kontan. Djadi arang itoe dikirim kepada orang itoe dengan harga franco terima distation.       Setelah beberapa lamanja dari pada itoe orang itoe datang poela. ‘Arang itoe bagoes’, katanja, sekarang ia minta beli barang 3 atau 4 ton lagi. Hal itoe menimboelkan sjak dalam hati toean Van Wijngaarden. Orang itoe diadjaknja bertjakap-tjakap sambil menjoeroeh merapo[r]tkan h
  • Resensi Buku / Kajian Umum /
    24 Dec 2015

    Refleksi - Penyengat, perempuan, literasi

    Mungkin tak seluruh rahasia sebuah pulau kecil di zamrud khatulistiwa yang unik dan penting yang sudah berhasil diungkapkan orang. Pulau yang saya maksud adalah Penyengat. Di Pulau kecil ini pernah berdiri istana (pusat kekuasaan) sebuah kerajaan Melayu berdaulat di masa lampau, yang masih eksis sampai 1911, sebelum dihancurkan oleh orang putih: Kerajaan Riau-Lingga. Dari logika kemiliteran, Pulau Penyengat yang kecil itu sama sekali tidak menguntungkan sebagai basis pertahanan. Pulau yang hanya berjarak sepenghisapan rokok (15 menit berkayuh sampan) dari Tanjung Pinang, ibukota Pulau Bintan, di mana penj[el]ajah Belanda pernah mendudukkan resident-nya, pastilah dapat digempur musuh dari segala arah dengan sangat mudah. Misalkan ada perang dengan orang-orang putih kasar pemburu rempah ra
  • Minang Saisuak /
    1 Dec 2015

    Minang Saisuak #241 - Jirat Syekh Mungka

    Di Minangkabau, makam ulama-ulama terkemuka atau orang kaya-kaya kadang-kadang ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sengaja dibuat untuk melindungi makam itu. Makam seperti itu disebut jiraik (sering di-Melayutinggikan menjadi jirat). Biasanya dalam jirat dimakamkan pula ulama-ulama lain yang masih termasuk trah murid oleh ulama terkemuka itu, atau, dalam kasus orang kaya-kaya, anggota keluarga atau keturunannya. Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan sebuah foto klasik yang mengabadikan secara visual jiraik Syekh Mungka. Beliau adalah seorang ulama terkemuka yang pernah dimiliki Minangkabau pada awal akhir abad ke-19 dan awal abad-20. Al-Faqir Apria Putra dalam blognya http://surautuo.blogspot.nl/2011/12/al-marhum-syekh-muhammad-saad-al.html menulis bahwa nama lengkap ulama yang
  • Sejarah /
    24 Nov 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Putusan SPOED Konferensi Dewan PERMI

    PUTUSAN SPOED KONFERENSI  DEWAN PELAJARAN DAN PENDIDIKAN PERSATUAN MUSLIM INDONESIA (PERMI) Konferensi Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi yang terjadi di Bukittinggi pada 26-27 Desember 1932 dihadiri oleh 214 utusan guru-guru dan pengurus-pengurus putri-putri dari 59 sekolah Thawalib dan sekolah-sekolah yang di bawah pernaungan Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi, setelah memperbincangkan dengan lebar panjang tentang ordonansi baru yang ditujukan kepada segenap sekolah partikulir; konferensi: Berpendapat: Bahwa ordonansi sekolah partikulir bertentangan dengan dasar keislaman dan kemanusiaan; Sekolah Thawalib dan Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi dan sekolah-sekolah di bawah pernaungannya, semuanya itu dapat pukulan dari ordonansi tersbut; Ordonansi sekolah partikulir merusa
  • Renung /
    24 Nov 2015

    Renung #55 | Perut

    “Apabila perut terlalu penuh, Keluarlah fiil yang tiada senonoh.” (Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, Pasal III, bait 5) Perut adalah bagian tubuh manusia yang paling nyata tampak perubahannya. Perubahan itu tak mungkin dapat disembunyikan, walau dalam baju longgar bergaya Hadramaut sekalipun. Mungkin usia rata-rata manusia Indonesia tak lebih dari 70 tahun, dan memasuki usia setengahnya, malah sering lebih awal, perubahan perut sudah terlihat nyata: membuncit dan melebar ke kiri-kanan…tanpa dapat dikendalikan. Walau banyak orang, terutama kaum hawa, gundah dengan perubahan pada bagian tengah tubuh ini, tak sedikit pula yang acap tak sadar akan perubahan itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa saja. Mungkin ada baiknya jika sesekali Anda, terutama
  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Nov 2015

    Paco-paco Minangkabau #34. Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad

    Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad Yahya Datuak Kayo “Sum[atra] Bode mewartakan, di Pajakomboeh baroe-baroe ini diadakan vergadering oléh ± 5000 orang Kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oléh vergadering itoe dipoetoeskan akan memadjoekan permohoenan pada Déwan Hindia dengan kawat soepaja t. Loetan diangkat poela mendjadi lid Volksraad, karena t. [Jahja] Datoek Kajo jang terpilih djadi lid Volksraad itoe ta’ dipandang sebagai wakil Minangkabau (J. B.).” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (rubrik Kroniek) tentang rapat besar yang diadakan oleh para penghulu dan kepala nagari luhak 30 Kota, yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari Luhak Tanah Datar. Hasil rapat itu antara lain me
  • Sejarah /
    4 Nov 2015

    Horor Bandung dan Kekejaman Agresi Belanda pasca 1945

    “Niuwe foto’s wreedheden Nederlands-Indië opgedoken” (Foto-foto baru tentang kekejaman di Hindia Belanda bermunculan), demikian judul satu artikel Volkskrant  terbitan Amsterdam edisi 16 Oktober 2015 (lihat: http://www.volkskrant.nl/buitenland/nieuwe-foto-s-politionele-acties-nederlands-indie-opgedoken~a4164141/). “Niuw bewijs van executies in Indië” (Bukti baru tentang eksekusi di Hindia Belanda), kata artikel lain di harian itu yang ditulis oleh Lidy Nicolasen. Artikel itu terkait dengan temuan baru sebanyak 179 foto di Verzetsmuseum  (Museum Perlawanan) Zuid-Holland di Gouda. Foto itu secara tak sengaja ditemukan oleh Joost Lamboo, kurator yang menangani koleksi visual museum tersebut. Ia menemukannya dalam tumpukan “memories o
  • Minang Saisuak /
    1 Nov 2015

    Minang Saisuak #238 - Emas Hitam di Perut Sawahlunto

    Dinding yang berpendar karena cahaya kamera yang sedang dipacul oleh pekerja dalam foto ini adalah batubara kualitas terbaik di Indonesia. Itulah ‘emas hitam’ di perut bumi Ombilin, Sawahlunto. Tujuh orang pekerja yang terlihat dalam foto ini berada di bawah tanah, dalam lorong yang gelap dan lembab tapi penuh dengan batubara. Sejarah telah mencatat bahwa adalah W.A. de Greve (meninggal dalam kecelakaan perahu di Sungai Kuantan pada 18 Oktober 1872) yang menemukan kandungan batubara di Sawahlunto. Geolog muda itu lahir di Frakener, Belanda, pada 15 April 1840. Dalam usia masih 19 tahun, ia telah meraih gelar insinyur pertambangan dari Akademi Delft pada 1859. Kemudian ia segera pergi ke Hindia Belanda untuk mengadu peruntungan. Pada 14 Desember 1861 ia ditunjuk oleh Pemerin
  • Paco-paco Minangkabau /
    27 Oct 2015

    Paco-paco Minangkabau #31. Pantolan komunis Si Patai tewas

         “Padang 4 Febr. [1927] (Aneta). Kemarin satoe patroli jang dikepalaï oléh sersan Menado Lindong soedah menangkap doea orang kawan si Patai: agaknja meréka itoe disoeroeh beli beras. Meréka itoe dipaksa oléh militér menoendjoekkan tempat semboenji si Patai. Apabila si Patai melihat kedatangan patroli itoe, ia menjerang dengan péstol browning dan rentjong. Militér menémbak si Patai itoe, kena di kepalanja dan toeboehnja, hingga mati. Dalam perkelahian itoe seorang kawan si Patai, Boejoeng namanja, [juga] mati ditémbak. Majat si Patai itoe hari ini dibawa ke kampoeng[nja]. (J.B.).” (a)      “Padang 7 Febr. [1927] (Aneta). Majat si Patai tidak diserahkan kepada kaoem k
  • Minang Saisuak /
    23 Oct 2015

    Minang Saisuak #236 - Abdoel Moeis: Penentang Peraturan Pajak Kolonial

    Abdoel Moeis adalah nama yang tidak asing lagi bagi kita. Lahir di Sungai Puar, 3 Juli 1883, Moeis dikenal sebagai sastrawan, wartawan dan politikus. Ayah Moeis, Datoek Toemanggoeng Soetan Soelaiman, adalah laras Sungai Puar yang kritis kepada Belanda (lihat Minang saisuak, 6 Februari 2011). Sebagai sastrawan, Moeis menjadi kondang karena novelnya Salah Asoehan (1928) yang difilmkan Asrul Sani tahun 1972. Novel-novelnya yang lain adalah Pertemuan Jodoh (1933), Surapati (1950), dan Robert Anak Surapati (1953). Ia juga menerjemahkan beberapa novel asing ke dalam Bahasa Indonesia. Sebagai wartawan, Moeis berpengalaman bekerja sebagai anggota redaksi beberapa surat kabar, antara lain Bintang Hindia, Preanger Bode, dan Neratja. Sebagai politikus, kiprah Moeis di Sarekat Islam (SI) sudah dic

Author

Recent Post

Recent Comments