Suryadi

  • Paco-paco Minangkabau /
    16 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #37 - Santunan untuk keluarga Asisten Demang

    Santunan untuk keluarga Asisten Demang Sincincin yang dibunuh Kaum Komunis       “Sampai tanggal 11 Sept. j.l. hoofdbestuur perhimpoenan I.P.B. di Semarang telah menerima oeang derma sedjoemlah f 591,32, oentoek keloerga t. ass. Demang Sitjintjin (de Loc.).” (a).        “Menoeroet keterangan dari hoofdbestuur I.P.B. di Semarang oeang derma jang diterimanja oentoek “Baginda Oemar Alifonds” itoe ada sedjoemlah f 11.911,22. Jang f 10.000, akan diserahkan pada p.t. Resident Soematera Barat oentoek keloearga marhoem t. Baginda Oemar Ali (ass. Demang Sitjintjin) dan keloearga meréka jang mendjadi koerban perosoehan kominis didaérah terseboet. Sisanja akan diserahkan pada p.t. Resident Solo, oentoek keloearg
  • Minang Saisuak /
    16 Dec 2015

    Minang Saisuak #243 - Oto ‘Minang Jaya’ tambangan Rao-Rao - Padang

    Foto ini berasal dari laman Facebook Fadli Anas, seorang perantau Minangkabau yang, sebagaimana banyak perantau Minang lainnya, selalu rindukan kampung halaman dan tepian tempat mandi. Foto ini sendiri tentu merefleksikan kerinduan itu dan, sampai batas tertentu, mungkin dapat mewakili perasaan banyak perantau Minangkabau yang lain. Nostalgia. Itulah mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan derita dan rundu dendam perantau dan manusia diaspora pada umumnya, di rantau manapun mereka berada. Mungkin banyak orang abai terhadap foto-foto seperti ini. Ini terjadi karena sejarah sudah begitu didominasi oleh narasi-narasi besar yang berkisah tentang orang-orang besar pula. Sering sekali topik yang dibahas adalah mengenai perang dan orang-orang yang telah menyulut terjadinya perang i
  • Paco-paco Minangkabau /
    10 Dec 2015

    Paco-paco Minangkabau #36 Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang

    Paco-paco Minangkabau #36 - Penyelidikan pembunuhan Asisten Demang Sincincin        “Berhoeboeng dengan perkara pemboenoehan ass. Demang Sitjintjin itoe, t. controleur Pariaman bersama dengan 12 orang agen polisi telah menangkap St. Maloet di Asam Poelau, daerah Andoering, bilangan ond[er]. Distr[rict] VII Koto. Waktoe polisi menjelidiki roemah[nja,] terdapatlah tanda-tanda jang berhoeboengan dengan propaganda kominis di Sitjintjin dan terdapat poela seboengkoes dinamit. Lain dari pada itoe polisi menangkap seorang poela bernama Mahjoedin, asal dari Sitjintjin. (J.B.).” (a)       “Padang, 10 Sept. (Aneta). Landraad Pariaman, jang menjelidiki perkara pemboenoehan t. ass. Demang Sitjintjin, sekojong-kojong meninggal doenia. Sepandjan
  • Minang Saisuak /
    10 Dec 2015

    Minang Saisuak #242 - Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau”

    Rumah Bola “Medan Pedamaian Minangkabau” di Fort van der Capellen (Butusangkar), c.1903 Dalam keterangan foto ini, di bagian atas, tertulis: “Inl[andsch] societeit te Fort v[an] d[er] Capellen (Westkust v[an] Sumatra). Di bagian bawah ada catatan dalam Bahasa Melayu: “Rumah-bola Medan Perdamaian Minangkabau di Batoe Sangkar, Padang Darat”.   Foto ini dibuat sekitar tahun 1903 dan dimuat dalam berkala Bintang Hindia yang terbit di Amsterdam (lihat keterangan tentang sumber foto). Foto ini adalah salah satu dokumentasi yang langka mengenai Rumah Bola (Societeit) ‘Medan Pedamaian Minangkabau’ yang terdapat di Batusangkar. Pada masa itu, muncul beberapa paguyuban pribumi yang diusahakan oleh intelektual Minangkabau yang mengambil nama &ld
  • Renung /
    10 Dec 2015

    Renung #56 | Dekker, akhirat, koruptor

    Mungkin banyak orang mengira bahwa Barat tak begitu peduli pada kepercayaan tentang adanya hidup sesudah mati. Sejak munculnya Zaman Pencerahan,‘Tanah Dingin’ Eropa itu makin hari semakin dipenuhi oleh para ateis dan mereka yang cenderung bersicepat untuk menikmati hidup yang singkat di dunia ini. Filsafat hidup mereka didominasi oleh pandangan: selama nyawa masih di badan, bekerja keraslah dan nikmati hasil kerja keras Anda itu sebelum Anda mati menjadi tanah. Sebab setelah kematian, tak ada apa-apa lagi. Itulah prinsip hidup yang memunculkan filsafat eksistensialisme dan materialisme, yang di ujungnya melahirkan anak haram kapitalisme. Gelora semangat duniawi itulah yang membuat orang Eropa tahan berlayar berbulan-bulan menuju sudut dunia manapun (sebagian mati di jalan), m
  • Minang Saisuak /
    1 Dec 2015

    Minang Saisuak #241 - Jirat Syekh Mungka

    Di Minangkabau, makam ulama-ulama terkemuka atau orang kaya-kaya kadang-kadang ditempatkan dalam sebuah bangunan yang sengaja dibuat untuk melindungi makam itu. Makam seperti itu disebut jiraik (sering di-Melayutinggikan menjadi jirat). Biasanya dalam jirat dimakamkan pula ulama-ulama lain yang masih termasuk trah murid oleh ulama terkemuka itu, atau, dalam kasus orang kaya-kaya, anggota keluarga atau keturunannya. Rubrik Minang saisuak kali ini menurunkan sebuah foto klasik yang mengabadikan secara visual jiraik Syekh Mungka. Beliau adalah seorang ulama terkemuka yang pernah dimiliki Minangkabau pada awal akhir abad ke-19 dan awal abad-20. Al-Faqir Apria Putra dalam blognya http://surautuo.blogspot.nl/2011/12/al-marhum-syekh-muhammad-saad-al.html menulis bahwa nama lengkap ulama yang
  • Sejarah /
    28 Nov 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : [Menggugat Patung] Jenderal Van Heutsz

    [MENGGUGAT PATUNG] JENDERAL VAN HEUTSZ [DI JAKARTA] Kami telah menerima manifest dari P.P.P.I. yang berbunyi sebagai berikut: Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia mengadakan rapat anggota pada hari Jumat tanggal 12 Agustus 1932 di Gedong Indonesia di Kramat 106 di kota Jakarta: Setelah mendengarkan pembicaraan-pembicaraan tentang soal pendirian patung van Heutsz yang dianjurkan oleh van Heutsz komite, dan akan dilantik di muka [orang] ramai pada tanggal 23 Agustus 1932: Lalu rapat mengeluarkan pikiran dan memutuskan: pertama: bawa riwayat Jenderal van Heutsz adalah berarti suatu kesengsaraan [bagi] rakyat Indonesia sebagai bangsa yang terjajah dan nama van Heutzs adalah bergantung [terkait] dengan kehilangan kemerdekaan beberapa daerah di tanah tumpah darah Indonesia [yang] menjadi kor
  • Sejarah /
    24 Nov 2015

    Melawan Amnesia Sejarah : Putusan SPOED Konferensi Dewan PERMI

    PUTUSAN SPOED KONFERENSI  DEWAN PELAJARAN DAN PENDIDIKAN PERSATUAN MUSLIM INDONESIA (PERMI) Konferensi Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi yang terjadi di Bukittinggi pada 26-27 Desember 1932 dihadiri oleh 214 utusan guru-guru dan pengurus-pengurus putri-putri dari 59 sekolah Thawalib dan sekolah-sekolah yang di bawah pernaungan Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi, setelah memperbincangkan dengan lebar panjang tentang ordonansi baru yang ditujukan kepada segenap sekolah partikulir; konferensi: Berpendapat: Bahwa ordonansi sekolah partikulir bertentangan dengan dasar keislaman dan kemanusiaan; Sekolah Thawalib dan Dewan Pelajaran dan Pendidikan Permi dan sekolah-sekolah di bawah pernaungannya, semuanya itu dapat pukulan dari ordonansi tersbut; Ordonansi sekolah partikulir merusa
  • Renung /
    24 Nov 2015

    Renung #55 | Perut

    “Apabila perut terlalu penuh, Keluarlah fiil yang tiada senonoh.” (Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas, Pasal III, bait 5) Perut adalah bagian tubuh manusia yang paling nyata tampak perubahannya. Perubahan itu tak mungkin dapat disembunyikan, walau dalam baju longgar bergaya Hadramaut sekalipun. Mungkin usia rata-rata manusia Indonesia tak lebih dari 70 tahun, dan memasuki usia setengahnya, malah sering lebih awal, perubahan perut sudah terlihat nyata: membuncit dan melebar ke kiri-kanan…tanpa dapat dikendalikan. Walau banyak orang, terutama kaum hawa, gundah dengan perubahan pada bagian tengah tubuh ini, tak sedikit pula yang acap tak sadar akan perubahan itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa saja. Mungkin ada baiknya jika sesekali Anda, terutama
  • Paco-paco Minangkabau /
    24 Nov 2015

    Paco-paco Minangkabau #34. Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad

    Mosi tak percaya terhadap anggota Volksraad Yahya Datuak Kayo “Sum[atra] Bode mewartakan, di Pajakomboeh baroe-baroe ini diadakan vergadering oléh ± 5000 orang Kepala negeri dan wakil-wakil dari Tanah Datar. Oléh vergadering itoe dipoetoeskan akan memadjoekan permohoenan pada Déwan Hindia dengan kawat soepaja t. Loetan diangkat poela mendjadi lid Volksraad, karena t. [Jahja] Datoek Kajo jang terpilih djadi lid Volksraad itoe ta’ dipandang sebagai wakil Minangkabau (J. B.).” *** Laporan majalah Pandji Poestaka, No. 9, Tahoen V, 1 Februari 1927, hlm. 135 (rubrik Kroniek) tentang rapat besar yang diadakan oleh para penghulu dan kepala nagari luhak 30 Kota, yang juga dihadiri oleh wakil-wakil dari Luhak Tanah Datar. Hasil rapat itu antara lain me

Author

Recent Post

Recent Comments